Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Penyebab Koneksi Internet di Indonesia Paling Lambat

    Share

    siongirl
    Admiral

    1846
    18.01.09

    Penyebab Koneksi Internet di Indonesia Paling Lambat

    Post  siongirl on Sat Nov 24, 2012 3:45 pm


    Saat ini kecepatan konsei internat di Indonesia sangat lambat sekali dibandingkan dengan Koneksi internet di negara tetangga Indonesia mau tahu apa penyebab nya ?

    Baru-baru ini situs Akamai merilis data mengenai koneksi internet di seluruh dunia. Dari data itu, Indonesia keluar sebagai negara yang memiliki kualitas “paling lemot” ketimbang negara-negara di kawasa Asia Tenggara (ASEAN).

    Menanggapi data yang dikeluarkan tersebut, Pakar Telematika, Ruby Alamsyah berpendapat bahwa data yang dikeluarkan Akamai kurang obyektif karena hanya melihat dari presentase dari populasi pengguna internet di setiap negara. “Itu kan presentase dari keseluruhan pengguna internet, jelas saja Indonesia bila dari presentasi koneksi internet lebih rendah dengan negara lain karena jumlah penduduk Indonesia relatif cukup besar ketimbang Korea Selatan,” jelasnya kepada Okezone.

    Menurut Ruby, dengan jumlah penduduk Korea Selatan yang mencapai 48 juta jiwa dengan total penetrasi pengguna internet 40 juta lebih atau sekira 82,7 persen, maka pantas bila Negeri Gingseng menjadi negara yang memiliki presentase koneksi internet lebih cepat.

    Sementara itu, Indonesia dengan total penduduk 237 juta jiwa lebih dengan penetrasi internet hanya 22,4 persen atau sekira 55 juta pengguna per Desember 2011, maka tak heran jika secara presentase kecepatan koneksi internet Indonesia sangat rendah ketimbang dengan negara lain yang memiliki jumlah penduduk lebih kecil.

    “Pengguna internet di Tanah Air belum mencakup separuh dari total populasi pengguna, berbeda dengan negara lain yang lebih kecil populasinya seperti Korea Selatan dan Singapura, terlebih apabila dilihat dari penetrasi pengguna internet di negara itu,” terangnya.

    Infrastruktur Tanah Air Belum Maksimal

    Kurang maksimalnya sejumlah infrastruktur jaringan di Tanah Air sedikit-banyak berkontribusi terhadap kualitas jaringan Internet di Indonesia. Ruby pun menyoroti sejumlah infrastruktur seperti Fiber Optic (FO) yang masih idle (belum terpakai).

    “Data yang dikeluarkan Akamai ada benarnya juga kalo soal speed. Namun yang harus digaris bawahi ialah banyaknya sejumlah infrastruktur internet di Indonesia yang belum dioptimalisasi dengan baik,” paparnya.

    Misalnya, Ruby mencontohkan hanya daerah tertentu seperti Jakarta dan beberapa kota besar yang memiliki koneksi mumpuni, namun sayangnya di sejumlah lain seperti kota-kota kecil dan di pelosok yang belum terjangkau dengan internet.

    “Infrastruktur telekomunikasi yang tidak terpakai harus dioptimalkan, kemudian sejumlah masalah dan isu terkait juga perlu dibenahi oleh pemerintah dan operator. Apabila program Universal Service Obligation (USO) di bidang telekomunikasi dan Palapa Ring rampung, maka konektivitas internet Indonesia dapat diandalakan dan penetrasi pengguna juga akan meningkat,” katanya Optimis.

    Untuk diketahui, USO merupakan program di bidang telekomunikasi yang dikampanyekan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk wilayah-wilayah di Tanah Air yang belum terjangkau dengan teknologi informasi. Dalam praktiknya, Kominfo menggelar sejumlah program USO meliputi, Desa Berdering (menyediakan jaringan telefon), Desa PintarOkezone (menyediakan jaringan internet), dan Radio Komunitas. Program USO dijalankan pemerintah guna mencapai masyarakat berbasis informasi pada 2025. Untuk program hingga 2014 adalah menjangkau layanan dasar di hampir tiga puluh empat ribu desa.

    Sementara itu, Palapa Ring ialah proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di penjuru Tanah Air dengan total panjang kabel laut mencapai mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.
    Serat optik sendiri meruapakan saluran informasya yang terbuat dari material kaca atau plastik, di mana saluran tersebut digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain.

    Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi, sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi. Serat optik umumnya digunakan dalam sistem telekomunikasi serta\'\' dalam pencahayaan, sensor, dan optik pencitraan.

    sumber: okezone



      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 7:26 pm