Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Bayi Ini Kembar Tapi Beda Ayah

    Share

    dera

    1
    04.09.12

    Bayi Ini Kembar Tapi Beda Ayah

    Post  dera on Wed Dec 12, 2012 7:57 pm


    Mungkinkah bayi kembar memiliki ayah berbeda? Yang artinya sang ibu mengandung dua bayi dalam waktu bersamaan dari hasil hubungan dengan dua pria berbeda. Rasanya memang mustahil, tapi kasus semacam itu nyata terjadi di sejumlah negara.

    Seperti dikutip dari laman Telegraph, kasus itu dialami Mia Washington, seorang wanita asal Texas, Amerika Serikat. Hasil uji Deoxyribonucleic acid (DNA) menyatakan, 99,999 persen bayi kembarnya memiliki ayah berbeda. "Dari sekian banyak wanita di dunia, mengapa ini terjadi pada saya. Saya sangat syok," ujarnya.

    Mia melakukan tes itu pada 2009 silam, saat bayi kembarnya berusia 11 bulan. Berawal dari kecurigaan suami melihat ciri fisik bayinya yang sangat tak identik. Menyusul hasil tes itu, Mia akhirnya mengaku pernah berselingkuh dan berhubungan intim dengan pria lain sesaat sebelum hamil.

    Jika Mia cukup beruntung karena akhirnya sang suami memaafkan perselingkuhannya dan bersedia menerima dua bayi kembarnya, tidak bagi dua wanita asal China dan Turki. Dua wanita yang mengalami kasus yang sama ini terpaksa menerima gugatan cerai suaminya setelah hasil DNA menyebut bayi kembar mereka memiliki ayah berbeda.

    Dr Chris Dreiling dari Paediatric Association of Dallas, mengatakan, kasus semacam itu mungkin terjadi ketika wanita yang tengah berada pada masa ovulasi menghasilkan beberapa sel telur matang. Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, wanita itu kemudian berhubungan intim dengan sejumlah pria berbeda. Sebab, sel telur yang sudah matang bisa bertahan di saluran falopi selama 48 jam.

    Dunia medis menyebut kasus semacam itu sebagai heteropaternal superfecundation. Meski mungkin terjadi, tapi sangat jarang. Kasus pertama mencuat pada 1810 lewat pemaparan seorang dokter asal Amerika Serikat, John Archer.

    Dalam diskusi di Williams Obstetrics, Archer memaparkan kasus seorang wanita kulit putih yang melakukan hubungan intim dengan pria kulit putih dan kulit hitam dalam waktu hampir bersamaan. Hubungan ekstramarital itu menghasilkan bayi kembar yang tidak identik. Satu bayi berkulit putih, sementara kembarannya memiliki jenis kulit percampuran ras kulit putih dan hitam.




      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 9:37 pm