Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Pola Makan yang Buat Lemak Betah Berlama-lama di Tubuh

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Pola Makan yang Buat Lemak Betah Berlama-lama di Tubuh

    Post  online on Fri Dec 14, 2012 9:08 am


    Perut buncit, lengan menggelambir dan paha yang besar menjadi masalah bentuk badan yang umum dikeluhkan wanita. Tiga bagian tubuh tersebut memang paling rentan menyimpan tumpukan lemak akibat konsumsi energi yang berlebihan.

    Di samping kelebihan energi, pola makan yang tidak sehat juga menjadi salah satu penyebab utamanya. Hal ini masih ditambah lagi dengan kurangnya aktivitas fisik sehingga mengakibatkan lemak semakin betah bertengger di perut, lengan dan paha.

    Prof. Dr. Hardinsyah, MS, seorang pakar gizi dan nutrisi menjelaskan, kegemaran makan makanan manis, berminyak dan tinggi lemak serta\' kalori adalah pemicu terjadinya kondisi ini. Bila dikonsumsi setiap hari dan dalam jumlah yang besar, tubuh sulit untuk mencernanya menjadi tenaga hingga akhirnya disimpan dalam bentuk lemak.

    "Intinya karena kelebihan, terus jarang bergerak. Kalau kita sering bergerak nggak akan terjadi (penumpukan lemak)," ujar pakar nutrisi lulusan University of Queensland, Australia ini, saat diwawancarai wolipop di Indofood Tower, Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2012).

    Pimpinan Klinik Konsultasi Gizi Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor ini juga menjelaskan, makanan yang memiliki tekstur sangat berminyak dan manis umumnya memiliki energi sangat tinggi. Makanan yang terbuat dari tepung-tepungan juga merupakan sumber energi tinggi karena kaya akan karbohidrat.

    Ia menyarankan, makanlah dengan tidak berlebihan bila ingin mulai pemangkasan lemak di tubuh. Mengonsumsi camilan manis atau gurih bukanlah sebuah pantangan dan Anda bisa menikmatinya secara rutin. Namun harus mampu mengontrol emosi dan hasrat agar tidak makan berlebihan. "Berhenti makan sebelum kenyang, itu resep mujarab kalau mau mempertahankan berat badan."

    Namun seringkali yang terjadi, kelebihan lemak terjadi bukan semata-mata karena makanan atau kurang fitnes. Tapi lebih kepada kondisi mental. Pria yang akrab disapa Hardin ini menuturkan, orang mengalami kegemukan biasanya karena tidak memiliki kepekaan terhadap kondisi tubuhnya sendiri. Sebagai contoh, seseorang yang terlalu sibuk dengan pekerjaan. Seringkali dia lebih banyak memikirkan orang lain dan tugas ketimbang dirinya sendiri. Sehingga kerap tak menyadari berapa banyak makanan yang sudah masuk ke tubuhnya.

    "Tidak punya internal emosi, tidak pernah introspeksi diri. Dia tidak bisa merasakan bagaimana dia sudah kenyang atau belum?" ujarnya.

    Sementara pada orang yang memiliki kepekaan baik terhadap tubuhnya sendiri, ahli gizi yang hobi jogging dan membaca ini menjelaskan, "Orang yang punya sense baik soal kenyang, bisa mengendalikan (hasrat makannya). Misalnya, dia tahu 3 kali dalam seminggu pasti pergi pesta bersama teman-teman. Tapi dia bisa imbangi dengan olahraga 4-5 kali seminggu. Pasti tetap terjaga berat badannya."

    Bagaimana mengatasi rendahnya sensitivitas pada perasaan kenyang ini? Hardin menyarankan untuk mendatangi ahli atau dokter gizi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

    "Orang yang tidak punya sense berhenti sebelum kenyang, maka sebaiknya konsultasi ke ahli gizi. Nanti diberitahu ukuran nasinya berapa, lauk, buah berapa potong, dan sebagainya," tutur ayah tiga anak ini.






      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 11:02 pm