Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ini Obat-obat yang Bisa Bikin Pria Impoten

    Share

    zuko

    152
    25.06.11

    Ini Obat-obat yang Bisa Bikin Pria Impoten

    Post  zuko on Mon Dec 17, 2012 4:22 am


    Disfungsi ereksi alias impotensi merupakan salah satu momok yang menakutkan bagi pria. Ada banyak penyebab, mulai dari kondisi kesehatan dan psikologis yang tidak baik, hingga efek samping obat. Obat apa saja yang bisa bikin impoten?

    Beberapa obat dan narkoba dapat memiliki efek pada gairah seksual dan kinerja seksual. Pada obat dengan resep, dokter biasanya sudah memberitahu bahwa salah satu efek sampingnya adalah menyebabkan impotensi.

    Jika Anda berpikir bahwa obat yang sedang Anda konsumsi memiliki efek negatif pada kinerja seksual, diskusikan masalah ini dengan dokter Anda. Jangan berhenti minum obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi, karena beberapa obat dapat menyebabkan reaksi berbahaya yang mengancam nyawa bila tiba-tiba dihentikan.

    Berikut beberapa obat yantg dapat membuat pria impotensi, seperti dilansir Livestrong :

    1. Obat terlarang atau narkoba
    Yang paling sering menyebabkan impotensi pada pria adalah konsumsi alkohol yang berlebihan. Selain itu, juga ada penyalahgunaan narkoba. Narkoba yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi yaitu kokain, ganja dan heroin.

    Kokain dan heroin awalnya dapat memfasilitasi hasrat seksual dan fungsi ereksi, namun penggunaan jangka panjang telah dikaitkan dengan masalah ereksi.

    2. Obat tekanan darah
    Menurut 'Harrison's Principles of Internal Medicine' dari Dr. Anthony Fauci, beberapa kelas obat tekanan darah telah dikaitkan dengan disfungsi ereksi. Thiazide diuretics adalah salah satu yang paling umum. Contoh lainnya hydrochlolorthiazide dan chlorthalidone.

    ACE inhibitor seperti enalapril dan captopril juga dapat menyebabkan impotensi. Diltiazem dan amlodipine adalah contoh dari kelas obat tekanan darah yang dikenal sebagai calcium channel blockers, yang juga dapat menyebabkan impotensi karena memiliki beta blocker.

    3. Obat anti-depresan
    Sebagaimana dicatat oleh American Academy of Family Physicians, anti-depresan berhubungan dengan disfungsi ereksi. Yang paling umum adalah anti-depresan SSRI (Selective serotonin reuptake inhibitor) dan tricyclic.

    Contoh SSRI termasuk fluoxetine, paroxetine dan escitalopram. Tricyclic termasuk nortriptyline dan amitriptyline. SRRI lebih mungkin menyebabkan anorgasmia (tidak mampu orgasme) ketimbang impotensi.

    4. Obat anti-psikotik
    Obat anti-psikotik digunakan untuk mengobati skizofrenia dan beberapa gangguan psikotik lainya. Beberapa obat ini dapat mengganggu fungsi seksual, seperti dicatat oleh The American Society of Family Physicians. Obat ini mengganggu beberapa fase dari respons seksual.

    5. Obat anti-androgen
    Menurut artikel yang diterbitkan pada tahun 2001 dalam jurnal medis "Endocrine Reviews," beberapa obat digunakan untuk menurunkan kadar hormon pria atau memblokir kegiatannya.

    Salah satu pengobatan kanker prostat melibatkan pemberian obat yang disebut leuprolid untuk menurunkan testosteron. Hasilnya adalah untuk menghambat pertumbuhan tumor dan mengurangi nyeri tulang pada pasien. Namun, hormon pria yang diturunkan juga dapat mengganggu fungsi seksualnya.

    6. H2 blocker
    Menurut 'Harrison's Principles of Internal Medicine", H2 blocker adalah obat yang dipakai untuk mengobati asam lambung berlebih di perut atau gastroesophageal reflux (GERD) atau rasa panas di dada. Cimetidine adalah yang paling mungkin menyebabkan efek samping ini.




      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 5:17 am