Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Jangan Cuma Diraba, Sesekali Payudara Boleh Kok Diremas Demi Kesehatan

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Jangan Cuma Diraba, Sesekali Payudara Boleh Kok Diremas Demi Kesehatan

    Post  online on Tue Dec 18, 2012 12:20 pm


    Meraba payudara merupakan metode ampuh untuk mendeteksi kanker sejak dini. Dengan tambahan sedikit tekanan, meremas payudara bahkan bisa menghambat pertumbuhan kanker payudara. Jadi jangan hanya diraba, sesekali boleh kok diremas.

    Remasan lembut di jaringan payudara terbukti bisa mencegah sel-sel keganasan pada payudara untuk tumbuh menjadi sel kanker. Eksperimen di laboratorium menunjukkan, pertumbuhan sel-sel tersebut kembali ke pola yang normal setelah diremas-remas.

    Hal ini menguatkan keyakinan selama ini bahwa memang butuh tenaga untuk bisa mempengaruhi pertumbuhan manusia. Misalnya saja angkat beban bisa membuat otot membesar, sementara tenaga dalam bentuk gaya gravitasi kadang bisa mempengaruhi kekuatan otot.

    "Sudah berabad-abad orang mengetahui bahwa kekuatan fisik bisa mempengaruhi tubuh, kata Gautham Venugopalan, salah seorang ilmuwan yang memimpin tim riset di University of California di Berkeley, seperti dikutip dari Daily Mail.

    Dalam kaitannya dengan sel kanker, tenaga yang dikeluarkan saat meremas bisa membuat sel-sel keganasan kembali jadi sel sehat. Tanpa adanya tenaga dari luar, pertumbuhan sel-sel keganasan lama kelamaan akan berkembang menjadi sel kanker yang mematikan.

    Para ilmuwan mengibaratkan sel-sel keganasan ini sebenarnya tidak benar-benar melupakan cara untuk tumbuh sebagai sel sehat. Dengan dibimbing melalui tenaga saat meremas, maka sel-sel tersebut seperti diingatkan untuk kembali ke jalan yang benar.

    Meski demikian, Prof Daniel Fletcher dari Berkeley laboratory mengatakan bahwa meremas payudara tidak serta\' merta bisa dikatakan sebagai terapi kanker payudara. Temuan ini hanya diartikan sebagai harapan baru untuk mempelajari pertumbuhan sel kanker dan pada saatnya nanti diharapkan bisa untuk menyembuhkan.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 5:33 pm