Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Pola Makan Penyebab Kegemukan yang Sering Diajarkan Orangtua ke Anaknya

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Pola Makan Penyebab Kegemukan yang Sering Diajarkan Orangtua ke Anaknya

    Post  lea on Sun Dec 30, 2012 12:46 pm


    Orangtua adalah panutan anak-anaknya. Saat kecil, segala hal yang orangtuanya lakukan bisa dengan sangat mudah dan cepat ditiru anak. Termasuk juga kebiasaan makan dan cara Anda beraktivitas.

    Seringkali orangtua menurunkan pola makan tak sehatnya kepada anak secara tidak sadar. Mengonsumsi makanan tidak sehat dan tinggi kalori sejak kecil bisa berakibat kegemukan bahkan obesitas saat dia dewasa nanti. Oleh karena itu, wajib bagi para orangtua untuk mengajarkan kebiasaan makan dan gaya hidup yang sehat terhadap buah hati mereka.

    Namun sebelumnya, ketahui dulu pola makan tidak sehat yang sering 'diajarkan' orangtua kepada anaknya. Dan temukan solusi bagaimana mengubah kebiasaan itu menjadi lebih baik. Ini ulasannya, seperti dilansir Gal Time.

    1. Makan dengan Porsi Besar & Harus Dihabiskan
    'Makan yang banyak dan habiskan biar sehat'. Kalimat itu seringkali diutarakan orangtua kepada anaknya, dengan anggapan semakin banyak makan, makin banyak pula gizi dan nutrisi yang masuk. Namun sebenarnya itu adalah ajaran yang keliru. Faktor kecukupan gizi tidak hanya dipengaruhi oleh banyak-sedikitnya makanan, tapi apa yang Anda dan keluarga makan.

    Mulai dari sekarang, beri contoh pada anak Anda untuk menjalani kebiasaan makan sehat. Penuhi setengah piring dengan sayur-sayuran, sedikit saja protein rendah lemak (dada ayam tanpa kulit, ikan atau daging dengan sedikit lemak) dan penuhi seperempat piring lagi dengan karbohidrat kompleks seperti roti gandum, pasta gandum atau beras merah. Konsumsilah sedikit kalori dengan makan dari piring yang ukurannya lebih kecil.

    2. Jarang Beraktivitas Fisik & Olahraga
    Anak adalah imitator terbaik orangtuanya. Artinya, mereka akan meniru apapun yang tidak/dilakukan orangtua. Apabila Anda jarang bergerak dan memilih nonton TV sambil tidur dan ngemil, maka besar kemungkinan si kecil akan menirunya. Kebiasaan ini tentunya kurang baik bagi kesehatan. Pusat Kontrol Penyakit pada 2008 melaporkan, diperkirakan 1/3 anak menderita kelebihan berat badan dan obesitas karena jarang bergerak.

    Maka dari itu, ajaklah anak untuk sering-sering beraktivitas. Bukan untuk fitnes atau olahraga berat, tapi bermain-main di luar rumah. Buatlah aktivitas fisik sebagai prioritas dengan naik sepeda di taman sekitar kompleks rumah, mengajak hewan peliharaan jalan-jalan, bermain bola, lompat tali atau main game yang membutuhkan gerak seperti 'Dance Dance Revolution' atau memasukkan bola ke dalam keranjang.

    3. Menyimpan Stok Junk Food di Rumah
    Dengan alasan kesibukan, banyak orangtua yang memilih menyetok makanan kemasan yang cepat dimasak. Misalnya saja nugget, sosis, kornet, daging burger atau mie instan. Makanan yang tinggi kalori namun rendah nutrisi ini boleh saja dikonsumsi. Namun jangan jadikan sebagai penganan sehari-hari karena mengandung banyak pengawet, lemak dan garam yang berdampak buruk bagi kesehatan Anda sekeluarga.

    Gantilah stok makanan Anda menjadi kaya nutrisi rendah kalori. Contohnya buah-buahan seperti apel, pir, stroberi, jeruk dan anggur. Bisa juga menyediakan campuran kismis, buah-buahan kering dan kacang-kacangan (almond, mede, kenari, pistachio) dalam toples sebagai alternatif camilan sehat. Simpan juga salad segar beraneka warna agar anak-anak tertarik memakannya. Membiasakan hidup sehat sejak dini, akan menjauhkan anak Anda dari obesitas dan penyakit berbahaya.

    4. Minum Minuman Manis Saat Makan Berat
    Makan sepiring nasi rames, burger atau ayam tepung dengan nasi bersama es teh manis atau soda. Siapa yang tidak suka menikmatinya? Tapi kebiasaan ini sangat tidak sehat dan bisa menggemukkan badan. Banyak orangtua yang mengajak anaknya makan di restoran siap saji dengan menu tinggi kalori, dan memesan minuman yang juga mengandung kalori dan gula tinggi.

    Tidak ada manfaat yang akan anak Anda dapatkan dari minuman manis di sela-sela makan, selain kalori berlebih. Ketika makan di restoran, biasakan selalu memesan air mineral. Bukan soda, sari buah, milk shake, bahkan jus. Tidak suka dengan rasa air putih yang hambar? Anda bisa tambahkan sedikit rasa dengan memasukkan irisan lemon, jeruk atau mentimun.




      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 11:07 am