Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    7 Riset Menarik Pernikahan, Soal Seks Hingga Hubungan dengan Mertua

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    7 Riset Menarik Pernikahan, Soal Seks Hingga Hubungan dengan Mertua

    Post  julia on Thu Jan 10, 2013 2:16 pm


    Sepanjang 2012 lalu, ada beberapa riset mengenai pernikahan yang hasilnya cukup menarik. Riset-riset tersebut mengungkapkan berbagai hal mulai dari soal seks hingga hubungan dengan mertua.

    1. Seks
    Peneliti yang dilakukan Universitas Texas menemukan bahwa orang yang bercinta saat usianya sudah cukup matang ketidakpuasaan pada pernikahannya lebih rendah, ketimbang mereka yang berhubungan intim di usia muda. Tingginya tingkat pendidikan dan pendapatan juga berhubungan dengan kapan seseorang merasakan seks pertamanya.

    2. Game
    Berdasarkan riset dari Brigham Young University, pasangan merasakan ketidakpuasaan pada pernikahan ketika salah satu pihak entah itu suami atau istri sibuk main game sebelum tidur. 75% orang yang pasangannya hobi main game sebelum tidur berharap suami atau istri mereka lebih memerhatikan hubungan pernikahan. Namun hal berbeda dirasakan ketika pasangan sama-sama suka main game. Mereka sama-sama merasakan kepuasaan pada hubungan.

    3. Pengantin Baru
    Pasangan pengantin baru selama ini identik dengan selalu diliputi perasaan cinta dan bahagia. Namun berdasarkan riset terbaru yang dilakukan Deakin University's Australian Centre dengan mengukur kebahagiaan 2.000 orang ditemukan hal berbeda. Dari penelitian itu terungkap, orang yang usia pernikahannya kurang dari setahun ternyata tidak lebih bahagia ketimbang mereka yang sudah menikah lebih lama.

    Orang-orang yang usia pernikahannya kurang dari setahun skor indeks kebahagaiannya adalah 73,9. Skor tersebut nyaris mendekati batas bawah skor normal yaitu antara 73,8-76,7. Para peneliti menduga ketidakbahagiaan pasangan pengantin baru ini terjadi karena stres saat harus membayar biaya pernikahan dan membeli rumah baru.

    4. Pertengkaran & Bercinta
    Dalam penelitian yang dilakukan Michelle Russell dan James McNulty dari University of Tennessee terungkap konflik atau pertengkaran dalam pernikahan ternyata tak selalu berdampak negatif. Pasangan yang penuh konflik bisa memiliki kepuasan pernikahan yang sama dengan pasangan yang tidak terlalu sering bertengkar jika mereka sering bercinta.

    5. Menikah Lebih Sehat
    Peneliti dari Universitas Brigham, Utah, AS meneliti 99 pasangan, yang sebagiannya belum menikah. Tercatat, kebanyakan pasangan yang belum menikah mengalami tekanan darah lebih tinggi. Sedangkan mereka yang menjalani kehidupan pernikahan bahagia memiliki tekanan darah yang normal.

    Studi terbaru yang dilakukan oleh Tel Aviv University juga menunjukkan pernikahan bahagia bisa membantu mencegah stroke fatal pada pria. Didapatkan pria yang tidak menikah memiliki risiko 64 persen lebih tinggi terkena stroke fatal dibandingkan dengan pria menikah.

    6. Usia Muda
    Pasangan muda cenderung beranggapan pernikahan adalah untuk sekali seumur hidup, begitulah hasil riset yang dilakukan Jeffrey Jensen Arnett dari Clark University, AS. Dalam penelitiannya ditemukan 86% orang yang menikah dan single berusia 18-29 tahun berharap pernikahan mereka bisa langgeng selamanya.

    7. Mertua
    Apakah memang permasalahan dengan mertua ini selalu membuat pasangan menikah bermasalah? Penelitian yang dilakukan Psikolog Terri Orbuch mencoba mencari tahu jawaban pertanyaan itu. Dia memulai risetnya sejak 1986 dengan melibatkan 373 pasangan. Ratusan pasangan itu diikuti kehidupannya sejak tahun pertama pernikahan mereka dan terus dipantau hingga tahun-tahun berikutnya.

    Dari riset Terri selama 26 tahun itu ditemukan, risiko cerai pada pasangan menikah menurun 20% ketika suami punya hubungan yang dekat mertua. Sebaliknya, risiko cerai meningkat 20% jika istri dekat dengan mertua.





      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 3:13 am