Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Junk Food 3 Porsi Per Minggu, Anak Berisiko Tinggi Asma & Eksim

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Junk Food 3 Porsi Per Minggu, Anak Berisiko Tinggi Asma & Eksim

    Post  online on Wed Jan 16, 2013 9:25 am


    Makanan nirnutrisi atau junk food seperti kentang goreng, piza, burger dan goreng-gorengan lebih menggoda bagi siapa saja termasuk anak-anak. Rasa gurih dan aroma yang mengundang lebih menarik daripada makanan sehat yang cenderung tanpa aroma dan rasanya lebih hambar.

    Namun, jangan biasakan anak dan remaja berlebihan mengkonsumsi makanan jenis ini. Berdasarkan studi terbaru, peneliti menemukan anak-anak yang makan tiga porsi junk food seminggu memiliki gejala alergi yang lebih berat. Antara lain mengi, hidung meler dan kulit gatal. Makanan jenis ini juga memperburuk asma dan eksim pada anak-anak.

    Temuan studi internasional yang melibatkan lebih dari 100 negara menyimpulkan diet makanan cepat saji berkontribusi terhadap epidemi asma. Tren perubahan diet dari makanan segar menjadi makanan siap saji dipercaya mulai terjadi sejak tahun 1970-an.

    Dalam 20 tahun terakhir jumlah penderita asma di Inggris meningkat dua kali lipat. Hal tersebut akibat penurunan asupan vitamin dan mineral penting dalam diet anak. Sementara konsumsi lemak dalam minyak dan makanan olahan melonjak. Lebih dari lima juta warga Inggris menderita asma, termasuk 1,4 juta anak.

    Selama studi, peneliti mengkaji data 319.000 anak usia 13 dan 14 tahun dari 51 negara. Dan 181.000 anak usia enam dan tujuh tahun dari 31 negara yang berbeda.

    Para remaja dan orangtua ditanyai tentang gejala asma, rhinoconjunctivitis -- yang mempengaruhi hidung dan mata - dan eksim dalam 12 bulan sebelumnya. Responden juga ditanya tentang diet dan konsumsi jenis makanan tertentu yang dikaitkan dengan efek protektif atau merusak pada kesehatan.

    Frekuensi asupan makanan juga diukur, yaitu: tidak pernah, kadang-kadang, sekali atau dua kali seminggu dan tiga kali atau lebih dalam seminggu. Hasilnya, remaja yang makan tiga porsi atau lebih burger, keripik dan piza setiap minggu, 39 persen mengalami peningkatan risiko asma parah.

    Sementara anak yang makan junk food lebih dari tiga porsi memiliki 27 persen peningkatan risiko. Anak pengkonsumsi makanan cepat saji juga berisiko yang lebih tinggi menderita eksim dan rhinitis parah, dengan gejala pilek atau hidung tersumbat, mata gatal dan berair.

    Dalam jurnal kesehatan Thorax, para peneliti mengatakan jika dua hal tersebut saling berkaitan, maka temuannya akan berpengaruh signifikan pada kesehatan masyarakat.

    Perbanyak Makan Buah

    Studi ini juga menemukan bahwa makan buah memiliki efek perlindungan pada anak-anak dan remaja. Konsumsi tiga porsi buah atau lebih dalam seminggu dikaitkan dengan penurunan keparahan gejala alergi, 11 persen di kalangan remaja dan 14 persen pada anak-anak.

    Mengutip MSNBC, peneliti mengatakan," Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa konsumsi makanan cepat saji dapat berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi asma, rhinoconjunctivitis dan eksim pada remaja dan anak-anak."

    Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa anak-anak yang berdiet Mediterania dengan asupan tinggi buah dan sayuran memiliki risiko asma yang lebih rendah. Selain makanan tinggi lemak seperti junk food, asupan tinggi garam dan asam lemak seperti dalam margarin juga bisa menyebabkan asma.

    Peneliti di Asthma UK, Malayka Rahman mengatakan, penelitian ini mempertegas studi sebelumnya yang menyatakan bahwa diet berkontribusi terhadap risiko terserang asma.
    "Dan studi lanjutan perlu untuk menunjukkan manfaat dan efek kelompok makanan tertentu terhadap kemungkinan terhadap asma yang parah," ujar Rahman.

    Menurut Rahman, bukti menunjukkan bahwa vitamin dan antioksidan yang ditemukan dalam buah dan sayuran segar memiliki efek menguntungkan pada penderita asma. Sehingga penderita asma disarankan diet sehat dan seimbang, termasuk lima porsi buah atau sayuran setiap hari, ikan lebih dari dua kali seminggu, dan berolahraga lebih dari satu kali seminggu.






      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 1:44 pm