Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Persendian Gadis Ini Lepas Tiap Kali Bersin

    Share

    bibang

    108
    20.08.11

    Persendian Gadis Ini Lepas Tiap Kali Bersin

    Post  bibang on Fri Jan 18, 2013 10:08 am


    Lauren Harry harus pasrah menerima hidup menyedihkan ini, akibat kelainan genetik. Setiap kali bersin, batuk dan mengalami sedikit sentakan saja akibat perubahan kecepatan saat menyetir, bisa membuat tulang bahunya terkilir. Celakanya, tulang itu bisa keluar dari rongganya.

    Gadis 20 tahun tersebut mengeluhkan bahwa bahunya bisa terkilir sepuluh kali sehari. Menurut para dokter, Harry mengidap sindroma Ehlers-Danlos, suatu kondisi genetik di mana jumlah kolagen di persendian terlalu sedikit untuk menahan tubuhnya.

    Lauren, asal Wrexham, Wales utara, pertama kali mendertia penyakit ini pada usia 11 tahun. Namun saat itu, dokter menyebutnya akibat pertumbuhan. Pada usia 15 tahun, bersin menjatuhkan kruk penyangga tubuhnya dan terjadi dislokasi di tulang bahu. Sejak itu bahu dan sendi lainnya, termasuk lutut dan jari, secara teratur mengalami dislokasi.

    Lima operasi untuk menstabilkan sendi pada bahu telah dilewati. Tetapi derita tetap mendera. Lauren, yang bekerja di drive thru restoran cepat saji di Chester mengatakan, "Saya terkilir sekitar 10 kali sehari di masing-masing bahu. Bahkan jika saya batuk, bersin atau mengalami sentakan akibat perubahan kecepatan dalam menyetir," tuturnya kepada Daily Mail.

    "Suatu hari, saat saya membuka pintu kebakaran di tempat kerja dan semua jari saya mengalami dislokasi. Saya bahkan tak dapat bermain bersama dengan adik saya," katanya.

    Meskipun belum diuji apakah ini jenis penyakit sindrom Ehlers-Danlos, banyak dokter memperkirakan bahwa dia mengidap gangguan jaringan ikat. Saat ini dia sedang mencari dana untuk pengobatan spesialis di di The Royal National Orthopaedic Hospital di Stanmore.
    "Biasanya Anda harus berada di daftar\'\'\' tunggu selama satu tahun untuk melakukan tes darah. Tapi bila saya ke Stanmore saya bisa langsung diuji," jelasnya.

    Menurutnya, di RS Stanmore dia akan diajarkan bagaimana teknik merelokasi sendi lebih efektif sekaligus membantu psikologis. Saat ini kemanapun pergi Lauren selalu membawa penjepit lengan yang membantu menjaga sendinya.

    Meski kondisinya membatasi, Lauren tetap berusaha hidup normal. "Saya tetap bekerja meski rasa sakit ini tak tertahankan. Orang lain tak boleh bekerja di hari liburnya hanya karena saya."

    Lauren mendapat dukungan penuh dari keluarganya, ibunya Kath Sneade, 41, ayahnya, Colin, 56, dua adik perempuan Jessica(18), dan Rhiannon(9) serta\'\'\' adik bungsunya, Joshua (delapan tahun). Sang ibu, Sneade mengatakan, "Lauren mencoba hidup mandiri, tapi kadang dia juga merasa sangat tertekan. Dia tak bisa pergi kemanapun kecuali ada orang yang mendampinginya."






      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 5:32 pm