Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Pulau Ikaria, Pulau 'Hidup Kekal' Tempat Orang-orang Berumur 1 Abad

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Pulau Ikaria, Pulau 'Hidup Kekal' Tempat Orang-orang Berumur 1 Abad

    Post  kuning on Tue Jan 22, 2013 8:06 am


    Pulau Ikaria (foto: Alamy)

    Dengan banyaknya polusi ditambah lagi aneka makanan cepat saji yang tidak sehat, banyak orang yang tak bisa berumur panjang. Tapi di Pulau Ikaria, Anda akan banyak menemui orang-orang yang berusia lebih dari 100 tahun alias 1 abad.

    Orang seperti Grigoris Tsahas, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-99, hampir menjadi minoritas dibandingkan standar orang-orang Ikaria lainnya. Bagaimana tidak, di Pulau Ikaria ditemukan sebuah nisan di pemakanan dekat bukit Madria, yang menandai makam seorang wanita berusia 116 tahun ketika dia meninggal.

    Lalu ada Christina Tsantiri, yang akan berusia 101 tahun pada bulan Juni mendatang. "Jika seseorang memiliki kehidupan untuk hidup, mereka akan hidup," ujar Christina Tsantiri, seperti dilansir Dailymail.

    Ucapan Christina diamini oleh Evangelia Karnava, yang akan berusia 100 tahun pada bulan Maret mendatang. Meski hampir berusia 1 abad, Evangelia masih bisa melakukan kegiatannya secara mandiri.

    Ia berjalan sendiri ke toko-toko setiap hari, ke bank untuk membayar tagihan e-card, memiliki telepon genggam sendiri dan kehidupan yang benar-benar independen. Menurut Evangelia, salah satu rahasia panjang umurnya adalah dia tidak makan daging merah.

    Centenarian lainnya adalah George Kassiotis, yang akan berusia 104 tahun pada akhir bulan ini. Kartu identitasnya menunjukkan bahwa ia dilahirkan di Pulau Ikaria pada tahun 1909, saat pulau tidak memiliki jalan atau listrik.

    Ia masih ingat harus berjalan ke sekolah setiap hari Senin pagi dari desanya di pegunungan, dengan mendaki lebih dari 25 mil. Pada hari Jumat, setelah menginap di kota selama seminggu, ia akan berjalan pulang dengan rute yang sama.

    Kini George tinggal di ibukota pulau Agios Kirykos, dengan pohon-pohon lemon dan jeruk di kebunnya. Ia suka membaca semua surat kabar setiap pagi. George bahkan tak memerlukan kacamata untuk membantunya melihat dan nyaris tidak memiliki keriput.

    Reputasi Pulau Ikaria, Yunani, sebagai pusat kesehatan sudah dikenal baik selama berabad-abad. Zaman dahulu, orang-orang Yunani sengaja berkunjung ke pulau ini untuk berendam di sumber air panas dekat Therma di sisi timur pulau.

    Kini, Ikaria telah menarik perhatian ahli umur panjang Amerika, Dan Buettner. Selama lebih dari 10 tahun, dengan dukungan National Geographic Society, ia telah menamai pulau yang memiliki rahasia hidup kekal ini.

    Disebutnya pulau 'hidup kekal' karena memang banyak centenarian (orang yang telah mencapai usia 100 tahun) hidup di pulau ini.

    "Saya ingin studi ini merangkai cerita dan menetapkan fakta-fakta tentang umur panjang orang-orang Ikaria ini," ujar Dan Buettner.

    Menurut Buettner, orang-orang di Ikaria mencapai usia 90 tahun dua setengah kali frekuensi dari orang Amerika. Pria Ikaria, khususnya, 4 kali lebih mungkin mencapai usia 90 tahun karena memiliki kesehatan yang lebih baik. Tak hanya itu, orang-orang Ikaria juga lebih sedikit mengalami depresi dan demensia (pikun).

    "Di Ikaria, (pikiran\') mereka tetap tajam sampai akhir," tulis Buettner dalam sebuah artikel untuk New York Times.




      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 7:40 pm