Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Tak Cuma Bikin Pantat Tepos, Banyak Duduk Juga Mempengaruhi Usus

    Share

    bibang

    108
    20.08.11

    Tak Cuma Bikin Pantat Tepos, Banyak Duduk Juga Mempengaruhi Usus

    Post  bibang on Wed Jan 23, 2013 3:55 pm


    Gaya hidup yang kurang gerak karena terlalu banyak duduk selalu dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan. Penelitian terbaru mengaitkannya dengan kanker usus. Terlalu banyak duduk meningkatkan risiko kematian pada penyakit ini.

    Penelitian yang dilakukan oleh Peter Campbell dari Tumor Repository ini membuktikan, orang yang rajin bergerak lebih mampu untuk survive atau bertahan hidup saat kena kanker usus. Sebaliknya, banyak duduk dan kurang aktivitas meningkatkan risiko kematian.

    Campbell mengatakan olahraga secara teratur dapat meningkatkan kebugaran sistem kardiovaskular dan kekuatan oto. Faktor-faktor ini bisa meningkatkan respons terhadap pengobatan, baik operasi maupun bentuk terapi lainnya termasuk kemoterapi.

    "Kami memahami bahwa duduk dalkam waktu yang terlalu lama bisa memperburuk profil insulin dan glukosa. Hal ini bisa memupuk tumor dan meningkatkan risiko kekambuhan maupun kematian," kata Campbell seperti dikutip dari HealthDay.

    Penjelasan lainnya adalah bahwa duduk terlalu lama bisa meningkatkan stres oksidatif yang bisa menyebabkan kerusakan sel. Kondisi ini bisa memperburuk keseimbangan hormonal di dalam tubuh sehingga memungkinkan sel kanker untuk semakin tumbuh.

    Hasil penelitian ini masih harus dibandingkan dengan peneltian lebih lanjut untuk melihat apakah hasilnya konsisten. Jika tidak menunjukkan perbedaan yang berarti, maka pasien kanker usus akan dianjurkan untuk lebih banyak bergerak dibandingkan duduk.

    Meski demikian, secara umum anjuran untuk tidak terlalu banyak duduk tetap perlu diterapkan. Tanpa melihat hubungannya dengan kanker, kruang gerak terbukti bisa meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan jantung.






      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 1:42 pm