Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Tak Cuma Bikin Pantat Tepos, Banyak Duduk Juga Mempengaruhi Usus

    Share
    avatar
    bibang

    108
    20.08.11

    Tak Cuma Bikin Pantat Tepos, Banyak Duduk Juga Mempengaruhi Usus

    Post  bibang on Wed Jan 23, 2013 3:55 pm


    Gaya hidup yang kurang gerak karena terlalu banyak duduk selalu dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan. Penelitian terbaru mengaitkannya dengan kanker usus. Terlalu banyak duduk meningkatkan risiko kematian pada penyakit ini.

    Penelitian yang dilakukan oleh Peter Campbell dari Tumor Repository ini membuktikan, orang yang rajin bergerak lebih mampu untuk survive atau bertahan hidup saat kena kanker usus. Sebaliknya, banyak duduk dan kurang aktivitas meningkatkan risiko kematian.

    Campbell mengatakan olahraga secara teratur dapat meningkatkan kebugaran sistem kardiovaskular dan kekuatan oto. Faktor-faktor ini bisa meningkatkan respons terhadap pengobatan, baik operasi maupun bentuk terapi lainnya termasuk kemoterapi.

    "Kami memahami bahwa duduk dalkam waktu yang terlalu lama bisa memperburuk profil insulin dan glukosa. Hal ini bisa memupuk tumor dan meningkatkan risiko kekambuhan maupun kematian," kata Campbell seperti dikutip dari HealthDay.

    Penjelasan lainnya adalah bahwa duduk terlalu lama bisa meningkatkan stres oksidatif yang bisa menyebabkan kerusakan sel. Kondisi ini bisa memperburuk keseimbangan hormonal di dalam tubuh sehingga memungkinkan sel kanker untuk semakin tumbuh.

    Hasil penelitian ini masih harus dibandingkan dengan peneltian lebih lanjut untuk melihat apakah hasilnya konsisten. Jika tidak menunjukkan perbedaan yang berarti, maka pasien kanker usus akan dianjurkan untuk lebih banyak bergerak dibandingkan duduk.

    Meski demikian, secara umum anjuran untuk tidak terlalu banyak duduk tetap perlu diterapkan. Tanpa melihat hubungannya dengan kanker, kruang gerak terbukti bisa meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan jantung.






      Waktu sekarang Tue Jul 25, 2017 1:48 am