Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Error di Otak Penyebab Orang Ngotot Tahan Lapar & Selalu Merasa Gemuk

    Share
    avatar
    flade

    947
    23.09.09

    Error di Otak Penyebab Orang Ngotot Tahan Lapar & Selalu Merasa Gemuk

    Post  flade on Tue Jan 29, 2013 11:05 am


    Jika kebanyakan orang ingin makan biar kenyang, maka lain halnya dengan penderita anoreksia. Penderita gangguan makan ini bersikeras menahan lapar karena takut bertambah berat badannya. Penelitian menemukan penyebabnya karena ada kekacauan pada otak.

    Penderita anoreksia melihat bayangannya di cermin terlihat lebih besar dibanding ukuran tubuhnya sendiri. Fenomena ini disebut dengan distorsi tubuh. Para peneliti dari Ruhr Universitat, Universitas Witten Herdecke dan University of Osnabrück menemukan apa pemicunya.

    Ternyata distorsi tubuh penderita anoreksia disebabkan oleh lemahnya hubungan antara 2 bagian otak. Semakin lemah koneksinya, semakin terdistorsi pula penderita anoreksia dalam memandang dirinya sendiri.

    "Perubahan di otak ini dapat menjelaskan mengapa penderita anoreksia menganggap dirinya sendiri gemuk, meskipun secara obyektif mereka sebenarnya kurus," kata Boris Suchan, profesor dari Ruhr Universitat seperti dilansir Counsel and Heal.

    Dalam penelitian, ini para peneliti meminta 15 orang sehat dan 10 penderita anoreksia melihat beberapa siluet yang berbeda lalu memilih 1 siluet yang paling mirip dengan mereka. Semua peserta terhubung dengan mesin scan otak MRI.

    Laporan yang dimuat jurnal Behavioral Brain Research menjelaskan bahwa orang yang sehat merasa tubuhnya lebih kurus ketimbang kondisi sebenarnya. Sebaliknya, penderita anoreksia melihat tubuhnya lebih berat ketimbang ukuran badan sebenarnya.

    Pada mesin scan otak MRI, para peneliti berfokus pada 2 bagian otak, yaitu fusiform body area (FBA) dan extrastriate body area (EBA). Kedua daerah ini berperan penting dalam persepsi seseorang terhadap tubuhnya sendiri. Lewat scan MRI, para ahli saraf menghitung konektivitas antara 2 wilayah ini.

    Ternyata peneliti menemukan bahwa koneksi antara FBA dan EBA pada pengidap anoreksia lebih lemah daripada orang yang sehat. Semakin lemah koneksinya, maka semakin besar atau gemuk pula penderita anoreksia memandang dirinya sendiri.



      Waktu sekarang Sat Jul 22, 2017 7:55 pm