Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Error di Otak Penyebab Orang Ngotot Tahan Lapar & Selalu Merasa Gemuk

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Error di Otak Penyebab Orang Ngotot Tahan Lapar & Selalu Merasa Gemuk

    Post  flade on Tue Jan 29, 2013 11:05 am


    Jika kebanyakan orang ingin makan biar kenyang, maka lain halnya dengan penderita anoreksia. Penderita gangguan makan ini bersikeras menahan lapar karena takut bertambah berat badannya. Penelitian menemukan penyebabnya karena ada kekacauan pada otak.

    Penderita anoreksia melihat bayangannya di cermin terlihat lebih besar dibanding ukuran tubuhnya sendiri. Fenomena ini disebut dengan distorsi tubuh. Para peneliti dari Ruhr Universitat, Universitas Witten Herdecke dan University of Osnabrück menemukan apa pemicunya.

    Ternyata distorsi tubuh penderita anoreksia disebabkan oleh lemahnya hubungan antara 2 bagian otak. Semakin lemah koneksinya, semakin terdistorsi pula penderita anoreksia dalam memandang dirinya sendiri.

    "Perubahan di otak ini dapat menjelaskan mengapa penderita anoreksia menganggap dirinya sendiri gemuk, meskipun secara obyektif mereka sebenarnya kurus," kata Boris Suchan, profesor dari Ruhr Universitat seperti dilansir Counsel and Heal.

    Dalam penelitian, ini para peneliti meminta 15 orang sehat dan 10 penderita anoreksia melihat beberapa siluet yang berbeda lalu memilih 1 siluet yang paling mirip dengan mereka. Semua peserta terhubung dengan mesin scan otak MRI.

    Laporan yang dimuat jurnal Behavioral Brain Research menjelaskan bahwa orang yang sehat merasa tubuhnya lebih kurus ketimbang kondisi sebenarnya. Sebaliknya, penderita anoreksia melihat tubuhnya lebih berat ketimbang ukuran badan sebenarnya.

    Pada mesin scan otak MRI, para peneliti berfokus pada 2 bagian otak, yaitu fusiform body area (FBA) dan extrastriate body area (EBA). Kedua daerah ini berperan penting dalam persepsi seseorang terhadap tubuhnya sendiri. Lewat scan MRI, para ahli saraf menghitung konektivitas antara 2 wilayah ini.

    Ternyata peneliti menemukan bahwa koneksi antara FBA dan EBA pada pengidap anoreksia lebih lemah daripada orang yang sehat. Semakin lemah koneksinya, maka semakin besar atau gemuk pula penderita anoreksia memandang dirinya sendiri.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 8:43 pm