Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    4 Alasan Menuntut untuk Segera Dinikahi Bisa Membahayakan Hubungan

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    4 Alasan Menuntut untuk Segera Dinikahi Bisa Membahayakan Hubungan

    Post  flade on Thu Jan 31, 2013 6:42 am


    Ketika melihat banyak teman sudah memakai cincin di jari manisnya, tidak heran jika Anda merasakan tekanan untuk segera menikah juga. Kebanyakan dari wanita akan mulai merasa cemas dan menuntut pasangan untuk segera melamar dan menikahinya.

    Namun sikap seperti itu justru bisa membuat pasangan semakin enggan menikah, bahkan mempertimbangkan untuk putus hubungan. Kalaupun akhirnya setuju, apakah Anda akan merasa lega karena kekasih mau menikah dengan terpaksa? Sebaiknya tunggu hingga Anda maupun pasangan sama-sama siap secara fisik maupun mental. Ini empat alasan mengapa Anda harus berpikir ulang ketika ingin menanyakan pasangan tentang pernikahan, seperti dikutip dari Loving You.

    1. Anti Klimaks
    Jangan biarkan permintaan Anda untuk dinikahi kerap kali menjadi sumber pertengkaran. Bisa saja ketika ia benar-benar melamar, Anda tidak merasa sebahagia yang dibayangkan. Momen yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan justru akan menimbulkan persoalan baru. Misalnya membuat Anda bertanya-tanya, apakah ia melamar karena memang sudah siap menikah atau hanya karena tak tahan mendengar rengekan Anda?

    2. Efek Merengek
    Banyak orang cenderung enggan mengerjakan sesuatu yang disuruh oleh orang lain berulang kali. Bayangkan situasi ketika Anda ingin memasakkan pasangan makan malam, namun tiba-tiba dia mengeluh bahwa Anda tidak pernah memasakkannya makan malam. Apa yang Anda rasakan? Rasanya seluruh keinginan untuk membuatkan makan malam runtuh seketika. Ketika pada akhirnya Anda memasakkannya makanan, ia akan berpikir bahwa Anda hanya melakukannya karena diminta. Hal yang sama akan terjadi saat Anda memintanya untuk melamar Anda.

    3. Hargai yang Anda Miliki
    Ingatlah bahwa Anda memiliki pasangan yang menyayangi Anda dan selalu berada di samping Anda. Bagaimanapun juga, pasti ada alasan tertentu yang membuat pasangan belum dapat melamar Anda. Hargai alasan pasangan Anda dan fokuskan diri kepada hal-hal yang dapat membuat hubungan menjadi lebih bahagia.

    4. Pikir Panjang
    Siapa yang tidak senang merasakan menjadi seorang mempelai wanita? Namun, jangan lupa bahwa pesta pernikahan tidak terjadi sepanjang hidup Anda, melainkan terjadi hanya satu hari. Hari-hari selanjutnya tidak akan seindah hari pernikahan. Mengikat janji di depan altar atau penghulu memerlukan komitmen yang kuat. Karena itu, berpikirlah panjang. Jangan terlena oleh pesta pernikahan saja atau tuntutan dari lingkungan.





      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 5:26 pm