Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    4 Alasan Menuntut untuk Segera Dinikahi Bisa Membahayakan Hubungan

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    4 Alasan Menuntut untuk Segera Dinikahi Bisa Membahayakan Hubungan

    Post  flade on Thu Jan 31, 2013 6:42 am


    Ketika melihat banyak teman sudah memakai cincin di jari manisnya, tidak heran jika Anda merasakan tekanan untuk segera menikah juga. Kebanyakan dari wanita akan mulai merasa cemas dan menuntut pasangan untuk segera melamar dan menikahinya.

    Namun sikap seperti itu justru bisa membuat pasangan semakin enggan menikah, bahkan mempertimbangkan untuk putus hubungan. Kalaupun akhirnya setuju, apakah Anda akan merasa lega karena kekasih mau menikah dengan terpaksa? Sebaiknya tunggu hingga Anda maupun pasangan sama-sama siap secara fisik maupun mental. Ini empat alasan mengapa Anda harus berpikir ulang ketika ingin menanyakan pasangan tentang pernikahan, seperti dikutip dari Loving You.

    1. Anti Klimaks
    Jangan biarkan permintaan Anda untuk dinikahi kerap kali menjadi sumber pertengkaran. Bisa saja ketika ia benar-benar melamar, Anda tidak merasa sebahagia yang dibayangkan. Momen yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan justru akan menimbulkan persoalan baru. Misalnya membuat Anda bertanya-tanya, apakah ia melamar karena memang sudah siap menikah atau hanya karena tak tahan mendengar rengekan Anda?

    2. Efek Merengek
    Banyak orang cenderung enggan mengerjakan sesuatu yang disuruh oleh orang lain berulang kali. Bayangkan situasi ketika Anda ingin memasakkan pasangan makan malam, namun tiba-tiba dia mengeluh bahwa Anda tidak pernah memasakkannya makan malam. Apa yang Anda rasakan? Rasanya seluruh keinginan untuk membuatkan makan malam runtuh seketika. Ketika pada akhirnya Anda memasakkannya makanan, ia akan berpikir bahwa Anda hanya melakukannya karena diminta. Hal yang sama akan terjadi saat Anda memintanya untuk melamar Anda.

    3. Hargai yang Anda Miliki
    Ingatlah bahwa Anda memiliki pasangan yang menyayangi Anda dan selalu berada di samping Anda. Bagaimanapun juga, pasti ada alasan tertentu yang membuat pasangan belum dapat melamar Anda. Hargai alasan pasangan Anda dan fokuskan diri kepada hal-hal yang dapat membuat hubungan menjadi lebih bahagia.

    4. Pikir Panjang
    Siapa yang tidak senang merasakan menjadi seorang mempelai wanita? Namun, jangan lupa bahwa pesta pernikahan tidak terjadi sepanjang hidup Anda, melainkan terjadi hanya satu hari. Hari-hari selanjutnya tidak akan seindah hari pernikahan. Mengikat janji di depan altar atau penghulu memerlukan komitmen yang kuat. Karena itu, berpikirlah panjang. Jangan terlena oleh pesta pernikahan saja atau tuntutan dari lingkungan.





      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 8:32 pm