Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Obat Tradisional dan Konvensional adalah Teman dan Bukan Pilihan

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Obat Tradisional dan Konvensional adalah Teman dan Bukan Pilihan

    Post  kuning on Sat Feb 02, 2013 3:48 pm


    Beberapa orang kadang meninggalkan pengobatan medis atau konvensionalnya dan beralih ke tradisional. Padahal pengobatan konvensional dan tradisional itu bukan pilihan, tapi merupakan teman.

    "Jangan jadikan tradisional dan kovensional itu pilihan, ini adalah temenan karena itu namanya integrasi, pendekatannya sinergi," ujar dr Abidinsyah Siregar, DHSM, MKes, direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif, Komplementer, Direktorat jenderal Bina Gizi dan KIA Kemenkes, disela-sela acara pelantikan eselon I dan II Kemenkes, di Gedung kemenkes, Jakarta.

    dr Abidinsyah menuturkan posisi tradisional itu komplementer atau melengkapi supaya proses penyembuhan jadi lebih cepat. Saat sakit kesehatan orang jadi turun, dengan tradisional bisa menambah stamina dan daya tahan tubuh.

    "Orang yang menggunakan jamu jadi lebih enak, sehat. Tapi jangan tertipu lalu obatnya dibuang, ini perlu berbarengan. Pemahaman ini yang harus kita berikan terus menerus di masyarakat," ungkapnya.

    Sesuai dengan amanat UU 36 Tahun 2009 yang mana harus menyediakan 17 jenis pelayanan baik di rumah sakit maupun puskesmas sesuai proporsinya. Di dalam 17 jenis pelayanan itu terdapat pengobatan tradisional.

    Untuk itu mulai diintegrasikan secara bersama antara pelayanan konvensional dengan tradisional. Sekarang in pengobatan tradisional ada di 53 rumah sakit dan 350 puskesmas.

    "Masih sedikit memang karena bahan baku yang tersedia dan yang sudah uji klinik masih terbatas. Di Jakarta saya pikir paling tidak ada di 5 tempat sepertti RS Dharmais, RSCM, RS Persahabatan, RS AL Mintoharjo kemudian RS TNI Lakespra," ujar dr Abidinsyah.

    dr Abidinsyah mengungkapkan saat ini upaya yang dilakukan adalah menambah kurikulum ilmu kesehatan tradisional di dalam kurikulum ilmu kedokteran agar dokter-dokter di Indonesia siap menerima integrasi ini.






      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 8:51 pm