Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Arjuno-Welirang, Si Gunung Berapi Kembar dari Malang

    Share

    ayaleonia

    16
    19.01.13

    Arjuno-Welirang, Si Gunung Berapi Kembar dari Malang

    Post  ayaleonia on Sun Feb 10, 2013 10:46 am


    Jalur menuju Gunung welirang dari gunung Arjuno.

    Malang tak hanya identik dengan bakso dan apel. Buktinya, di sekitar kota ini terdapat gunung berapi kembar Arjuno dan Welirang. Dua gunung ini jadi tujuan pendaki karena panoramanya yang indah.

    Kota Malang jadi tujuan para pendaki yang akan menaklukkan puncak tertinggi Pulau Jawa: Mahameru di Gunung Semeru. Saya dan teman-teman sudah mendaki gunung tersebut pada 2012 lalu, dan kali ini, kami mendaki Gunung Arjuno dan Welirang.

    Hanya demi perjalanan ini, saya rela bolos setengah hari kerja. Kali ini saya bersama teman-teman yang memang sering hiking dan bertualang bersama. Tujuh orang ini, termasuk saya, melakukan perjalanan dari Jakarta. Perjalanan kereta selama 14 jam memang menguras waktu dan tenaga, belum lagi perjalanan menuju lokasi pendakian.

    Untungnya kali ini sudah ada teman yang memandu kami ke Arjuno-Welirang. Perjalanan selama mendaki Gunung Arjuno memang cukup panjang, melewati jalur yang belum dilewati banyak orang. Katanya, lewat jalur itu lebih cepat sampai puncak. Namun ternyata sama saja, bahkan sangat ekstrim. Kami harus ekstra hati-hati dan tidak boleh terpencar karena jalurnya masih rimbun oleh pepohonan.

    Setelah 15 jam trekking, Arjuno diguyur hujan lebat. Kami basah kuyup, lalu melanjutkan perjalanan sampai pakaian kering lagi. Hujan pun berhenti, kami mengisi perut dan melanjutkan perjalanan menuju puncak Arjuno. Sayang, cuaca saat itu mendung dan berkabut.

    Hujan pun kembali turun setelah kami menginjakkan kaki di puncak Arjuno. Lumayan lama, namun karena waktu terbatas kami terpaksa melanjutkan perjalanan ke Gunung Welirang dalam kondisi hujan-hujanan. Perjalanan menuju Gunung Welirang sangat menakjubkan, pemandangannya luar biasa indah.

    Kami banyak menemukan buah-buahan jenis berry, lumayan untuk camilan. Perjalanan dari Arjuno ke Welirang cukup panjang, 8 jam trekking. Kami tiba di Gunung Welirang pada malam hari. Sebelum melanjutkan perjalanan ke puncaknya, kami camping di salah satu lokasi yang sangat indah dengan rerumputan hijau. Padang savana membentang di depan mata!

    Gunung berapi kembar Arjuno-Welirang memang menakjubkan. Suatu saat nanti saya pasti kembali ke sana untuk menengok lagi keindahannya.


    warna-warni tumbuhan menuju puncak Arjuno


    suasana hutan pinus yg menghitam bekas kebakaran begitu mempesona dipadukan dengan hijaunya ilalang dan bunga-bunga edelweis


    hamparan savana yang hijau dan pemandangan yang terhampar luas dari view2 gunung sampai lautan awan terpusat disini, kalo buat pre wedd cocok nieh disini.


    Puncak Gunung Arjuno, walaupun mendung dan tertutup kabut tapi suasana disini tetap terasa indah dan rasanya begitu bahagia bisa meninjakan kaki di puncak ini.


    Sumber: Dhey Charly - d'Traveler



      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 7:07 am