Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ini Sebabnya Kaki dan Tangan Wanita Sering Terasa Dingin

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Ini Sebabnya Kaki dan Tangan Wanita Sering Terasa Dingin

    Post  flade on Fri Feb 15, 2013 7:36 am


    Pada waktu-waktu tertentu, mungkin kaki dan tangan Anda tahu-tahu terasa dingin hingga seperti menusuk ke tulang. Bahkan saking dinginnya, terkadang kaus kaki, sarung tangan hingga mandi air panas pun tak cukup mampu menghangatkan Anda. Sebenarnya ada apa di balik itu?

    Ternyata menurut sejumlah pakar kondisi ini terbilang wajar dan sangat alami. Kaki dan tangan yang dingin merefleksikan adanya proses alami di mana tubuh tengah menjaga agar organ-organ vital seseorang tetap aman dan hangat.

    "Sel-sel reseptor panas yang letaknya kurang dari satu milimeter di bawah permukaan kulit-lah penyebab perubahan suhu pada kaki dan tangan seseorang," tandas Michael Tipton, profesor di bidang fisiologi manusia dan terapan dari University of Portsmouth, Inggris.

    Secara normal, kulit terjaga pada suhu yang nyaman berkat darah yang dipompa lewat pembuluh-pembuluh kapiler (pembuluh darah kecil). Tapi ketika sel-sel reseptor panasnya mendeteksi suhu dingin, mereka bereaksi dengan cara menutup kapiler-kapiler itu serta\' mengalihkan aliran darah (dan kehangatan) ke jantung, paru-paru dan organ internal lainnya. Proses ini sendiri biasa disebut dengan vasoconstriction.

    Hebatnya, ketika kaki dan tangan terasa dingin, jumlah darah yang mengalir ke dalam kulit secara ekstrim dapat mencapai 0,02 liter per menit, padahal normalnya aliran darah ini bisa mencapai 2-3 liter per menitnya.

    "Biasanya yang terasa paling dingin adalah tangan, wajah dan kaki karena kesemuanya terekspos atau terbuka. Tapi hal ini juga disebabkan tubuh cenderung 'mengorbankan' bagian-bagian tubuh tersebut untuk menghadapi ekstrimitas ini untuk menjaga agar organ internal tetap hangat," terang Profesor Tipton seperti dikutip dari Daily Mail.

    Itulah mengapa saat udara dingin, tangan wanita seringkali berubah warna menjadi putih hingga biru dan orang-orang yang bisa bertahan hidup dalam cuaca ekstrim harus rela kehilangan jari kaki atau tangan karena terkena frosbite. Kendati begitu, pada sejumlah orang, biasanya wanita, proses ini dapat terjadi secara berlebihan. Jadi pembuluh darah mereka tetap menutup meski suhunya tak begitu rendah.

    "Kami mengetahui dari beberapa studi bahwa jika Anda menurunkan suhu tubuh seseorang dengan menempatkannya di bawah suhu rendah maka vasocontriction-nya terjadi lebih cepat pada wanita. Aliran darah ke kulit menutup lebih cepat dan lebih intens ketimbang pria. Bahkan wanita butuh waktu lebih lama untuk menghangatkan tubuhnya kembali," timpal Profesor Tipton.

    Tapi meski dari luar wanita mungkin terlihat lebih merasakan dingin daripada pria, sebenarnya yang terasa lebih dingin itu hanyalah suhu kulitnya saja, bukan suhu tubuh secara menyeluruh.

    Hal ini semata disebabkan oleh hormon yang dimiliki wanita yaitu hormon oestrogen yang bertugas mengatur pembuluh darah periferal pada wanita. Masalahnya jika kadar hormon ini tinggi maka wanita yang bersangkutan cenderung lebih sensitif terhadap suhu. Tak heran suhu tubuh wanita akan bervariasi selama siklus menstruasi karena kadar oestrogennya naik-turun.

    Yang perlu diwaspadai adalah tangan dan kaki yang dingin pun bisa jadi gejala gangguan serius. Misalnya aliran darah di dalam tubuh terganggu karena salah satu pembuluh vena atau arteri di kaki mengalami penyempitan akibat tumpukan lemak atau peripheral arterial disease (PVD) maupun sindrom Raynaud (sistem sirkulasi darah mikro atau kapiler menjadi sangat sensitif).

    Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kaki dan tangan dingin selain menggunakan penutup atau baju hangat? Sejumlah pakar menyarankan agar orang yang sering mengalaminya rutin melakukan olahraga ringan demi mengembalikan aliran darah ke otot dan kulit.

    "Sebagian besar orang mengalaminya karena mereka berhenti berolahraga. Padahal jika Anda bersepeda ke tempat kerja atau rajin jogging saat cuaca dingin, hanya dalam waktu 4-5 menit saja badan Anda akan mulai merasa hangat," pungkas Profesor Tipton.






      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 2:15 am