Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Seperti Ini Masyarakat Singapura Tempoe Doeloe

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Seperti Ini Masyarakat Singapura Tempoe Doeloe

    Post  flade on Wed Feb 20, 2013 2:10 pm


    Peranakan Museum menyimpan sejarah akulturasi masyarakat Singapura

    Singapura adalah bangsa multi etnis dari Eropa, Melayu, China, Arab dan India. Jika ingin tahu bagaimana kehidupan masyarakat di Negeri Singa ini pada masa lampau, wisatawan bisa datang ke Peranakan Museum.

    Peranakan adalah istilah yang mengacu kepada pencampuran budaya, terutama lewat pernikahan. Masyarakat peranakan adalah keturunan campuran berbagai etnis yang ada secara harmonis yang akhirnya semakin memperkaya budaya yang ada.

    Peranakan Museum di Singapura menebarkan pesona unik bagi traveler untuk bertandang. Meski hari masih pagi, pelancong sudah berdatangan ke museum yang resmi dibuka 25 April 2008 itu. detiktravel berkesempatan berkunjung ke museum yang terletak di 39 Armenian Street, Singapura.

    Bangunan museum berlantai 3 itu sangat menarik dan klasik. Cat hijau muda dan putih mendominasi fasad dan dinding-dinding museum. Ada 3 pintu kayu yang besar untuk masuk dan keluar serta\'\' ruangan full AC. Museum ini juga dilengkapi lift bagi penyadang disabilitas dan manula.

    Pengunjung cukup merogoh kocek SGD 6 (Rp 47 ribu) untuk dewasa dan SGD 4 (Rp 31 ribu) untuk anak-anak. Asyiknya museum ini tidak mematok bayaran alias gratis bagi anak-anak di bawah 6 tahun, kaum manula, pelajar, guru-guru maupun warga negara Singapura asalkan menujukkan identitas resmi.

    Museum ini buka selama 5 hari. Senin mulai pukul 13.00-19.00 waktu setempat. Selasa hingga Rabu pukul 09.00 hingga pukul 19.00 malam dan Jumat pukul 09.00 hingga 21.00 malam. Peranakan Museum memiliki 10 galeri yang menceritakan kehidupan peranakan tempo doeloe hingga kini.

    Galeri Origins, memberikan informasi dan edukasi asal usul sejarah dan budaya komunitas peranakan di Singapura, termasuk budaya-budaya yang mempengaruhi kehidupan masyarakat di Singapura seperti Cina, Jawa, India, Melayu, dan Arab.

    Ada foto-foto kaum peranakan dari Hokkien, Chinnese Eurasian, Malaca, Penang, hingga Jawa. Benda-benda peninggalan kebudayaan seperti kebaya, mangkok, dan lukisan dipamerkan di ruangan ini. Museum juga menyajikan layar besar yang memutarkan film sejarah budaya keturunan Cina. Ada juga outlet yang menjual replika dan souvenir Peranakan Museum di lantai ini.

    Naik ke lantai 2, ada Galeri Wedding. Galeri ini memiliki 4 ruangan yang mengisahkan adat istiadat pesta perkawinan ala peranakan. Galeri memamerkan barang-barang hantaran saat prosesi lamaran, perabotan-perabotan ukiran yang kental dengan unsur Cina dan Melayu dan dipakai saat pesta pernikahan serta\'\' kostum pengantin dan aksesoris khas Cina yang dipakai untuk pengantin pria dan wanita.

    Melangkah ke lantai 3, ada Galery Nonya yang memamerkan seni dan kerajinan seperti kebaya, sulaman manik-manik dan benang yang dibuat dengan teknik tradisional. Kaum wanita peranakan memakai kebaya sejak abad ke-20. Kebaya-kebaya sutra itu dikenakan bersama sarung.

    Galeri Kepercayaan, mengisahkan kepercayaan yang dianut kaum peranakan. Geleri Public Life, menggambarkan kisah perdagangan, politik dan urusan sosial Peranakan di Singapura

    Masih di lantai 3, ada galeri makanan dan keramaian. Galeri ini menyediakan koleksi-koleksi perjamuan saat pesta dan terakhir galeri ruang pertemuan Peranakan. Koleksi-koleksi di lantai 2 dan 3 ini ditata berubah-ubah\'\'.


    Pengunjung membayar SGD 6 untuk dewasa dan SGD 4 untuk anak-anak


    Peranakan Museum menjelaskan asal-asul pembauran etnis Melayu, China, Arab, Jawa dan India


    Kebaya yang digunakan perempuan peranakan di masa lalu


    Spoiler:
    • Hestiana Dharmastuti - dTraveler



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 4:43 pm