Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Jangan Biarkan Anak Mengisap Jari & Mengempeng Agar Gigi Tak Tonggos

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Jangan Biarkan Anak Mengisap Jari & Mengempeng Agar Gigi Tak Tonggos

    Post  flade on Sun Feb 24, 2013 12:41 pm


    Sejak berada di dalam kandungan, sebenarnya janin sudah suka mengisap jarinya. Nah, kebiasaan ini terbawa hingga mereka lahir dan tumbuh besar. Padahal kebiasaan mengisap jari tidak baik untuk anak-anak lho. Sebab mengisap jari dan mengempeng bisa bikin gigi anak tonggos.

    "Kebiasaan mengisap jari sudah dilakukan sejak dalam kandungan bahkan sampai dewasa. Mengisap jari dan mengempeng mempengaruhi tumbuh kembang rahang dan struktur gigi sehingga membuat gigi menjadi tonggos," kata Prof Heriandi S, drg. SP. KGA (K), PHD.

    Hal itu disampaikan dia dalam seminar bertajuk 'Gigiku Sehat Tubuhku Kuat' di Auditorium Sekolah Islam Dian Didaktika, Jl Rajawali Blok F No. 16 Cinere Estate, Depok, Jawa Barat.

    Menurut alumnus Okayama University Dental School Jepang itu penggunaan dot oleh anak-anak mempengaruhi struktur tumbuh kembang rahang. Selain itu gigi depan pada anak mudah rusak jika mereka meminum susu melalui dot.

    "Apalagi jika punya kebiasaan makan makanan manis," sambung Prof Heriandi.

    Disampaikan dia susu terbaik bagi bayi adalah susu ibu, karena tidak akan membuat bayi yang sudah mulai tumbuh gigi hingga usia dua tahun mengalami sakit gigi. Nah setelah tidak lagi minum ASI, minum susu yang dijual di pasaran sebenarnya tidak masalah. Namun orang tua harus memperhatikan baik-baik kandungan gula pada susu yang diminum anak-anaknya.

    "Bukan soal murah atau mahal. Susu yang mengandung banyak gula bisa merusak gigi," ucapnya.

    Prof Heriandi pun mewanti-wanti orang tua agar membantu anak merawat gigi. Caranya adalah dengan mendampingi anak saat menyikat gigi agar kegiatan itu bisa dilakukan dengan benar. Lalu mengurangi minum-minuman dan makan-makanan yang manis, serta\' rutin berkonsultasi pada dokter gigi anak.

    Untuk membuat kunjungan rutin ke dokter gigi, sebaiknya anak-anak diperkenalkan sejak umur 3 tahun dan seterusnya. Dengan begitu nantinya mereka bisa membina hubungan baik dengan dokter gigi. Kebiasaan bagus ini akan membuat gigi anak sehat serta\' memiliki senyum yang cerah dan indah.






      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 2:14 am