Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Apa Akibatnya Jika Anak Sering Dimarahi Orang Tua?

    Share
    avatar
    lizarni

    44
    24.06.12

    Apa Akibatnya Jika Anak Sering Dimarahi Orang Tua?

    Post  lizarni on Sun Mar 17, 2013 2:21 pm


    Namanya juga anak kecil, terkadang mereka melakukan sesuatu seenaknya sendiri sehingga membuat orang tua jengkel. Tapi jika anak melakukan kesalahan, jangan sedikit-sedikit memarahinya.

    "Kalau sering memarahi anak di usia tumbuh kembang maka dampaknya bisa dua. Pertama bisa bikin anak pasif karena anak akan memilih lebih baik diam daripada dimarahi. Kedua bisa bikin anak malah melawan," jelas play terapist, Dra Mayke S Tedjasaputra Msi, usai gebyar posyandu tumbuh aktif tanggap (TAT) di Gedung Basket, Gelora Bung Karno, Jl Asia Afrika, Senayan, Jakarta.

    Menurut Mayke ketimbang marah, orang tua seharusnya bertindak tegas dengan mengatakan satu kalimat keras saat anak menunjukkan perilaku yang tidak sopan. Misalnya: "Stop!" atau "Bahaya! Nanti kamu jatuh,".

    "Bukan marah, tapi teguran yang membuat anak berhenti melakukan perbuatan yang berbahaya. Kalau orang tua selalu lemah lembut terus nanti anak jadi lembek," sambung perempuan yang juga dosen psikologi UI ini.

    Dia juga tidak menganjurkan orang tua menghujani anaknya dengan kata-kata manis bertaburan cinta. Sebab menurutnya lebih baik anak diajari bagaimana mencintai melalui perbuatan dan bukan melalui kata-kata manis.

    "Yang biasa saja saat berkomunikasi dengan anak. Tidak perlu yang sedikit-sedikit bilang 'wah pinter ya ganteng mama'. Berikan pujian selayaknya, tidak perlu berlebihan," tambah Mayke.







      Waktu sekarang Thu Jul 27, 2017 11:44 pm