Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Apa Akibatnya Jika Anak Sering Dimarahi Orang Tua?

    Share

    lizarni

    44
    24.06.12

    Apa Akibatnya Jika Anak Sering Dimarahi Orang Tua?

    Post  lizarni on Sun Mar 17, 2013 2:21 pm


    Namanya juga anak kecil, terkadang mereka melakukan sesuatu seenaknya sendiri sehingga membuat orang tua jengkel. Tapi jika anak melakukan kesalahan, jangan sedikit-sedikit memarahinya.

    "Kalau sering memarahi anak di usia tumbuh kembang maka dampaknya bisa dua. Pertama bisa bikin anak pasif karena anak akan memilih lebih baik diam daripada dimarahi. Kedua bisa bikin anak malah melawan," jelas play terapist, Dra Mayke S Tedjasaputra Msi, usai gebyar posyandu tumbuh aktif tanggap (TAT) di Gedung Basket, Gelora Bung Karno, Jl Asia Afrika, Senayan, Jakarta.

    Menurut Mayke ketimbang marah, orang tua seharusnya bertindak tegas dengan mengatakan satu kalimat keras saat anak menunjukkan perilaku yang tidak sopan. Misalnya: "Stop!" atau "Bahaya! Nanti kamu jatuh,".

    "Bukan marah, tapi teguran yang membuat anak berhenti melakukan perbuatan yang berbahaya. Kalau orang tua selalu lemah lembut terus nanti anak jadi lembek," sambung perempuan yang juga dosen psikologi UI ini.

    Dia juga tidak menganjurkan orang tua menghujani anaknya dengan kata-kata manis bertaburan cinta. Sebab menurutnya lebih baik anak diajari bagaimana mencintai melalui perbuatan dan bukan melalui kata-kata manis.

    "Yang biasa saja saat berkomunikasi dengan anak. Tidak perlu yang sedikit-sedikit bilang 'wah pinter ya ganteng mama'. Berikan pujian selayaknya, tidak perlu berlebihan," tambah Mayke.







      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 3:13 am