Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Gangguan Menstruasi Bisa Karena Kekurangan Asupan Kalori

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Gangguan Menstruasi Bisa Karena Kekurangan Asupan Kalori

    Post  online on Mon Mar 25, 2013 6:56 pm


    Jumlah olahraga fisik yang tidak sebanding dengan asupan kalori ternyata sangat buruk efeknya untuk tubuh. Menurut sebuah studi terbaru, wanita aktif yang membatasi asupan kalorinya berisiko mengalami gangguan memstruasi dan osteoporosis.

    Studi terbaru itu diterbitkan di Medicine & Science in Sport & Exercise (25/03/2013). Gejala tersebut mengacu pada Female Athlete Triad, sindrom yang terdiri dari tiga masalah: gangguan makan, kehilangan kepadatan mineral tulang, dan tidak adanya periode menstruasi.

    Studi yang dilakukan oleh Pennsylvania State University ini menjadi bagian pertama dari serangkaian penelitian untuk memahami pengaruh peningkatan asupan kalori pada siklus menstruasi. Juga kesehatan tulang pada wanita aktif yang mengalami gangguan menstruasi selama bertahun-tahun.

    Ini merupakan studi pertama yang mempertimbangkan hubungan antara asupan kalori dan ketersediaan energi pada wanita aktif. Dalam kasus ini, energi merujuk pada jumlah bahan bakar yang diperlukan tubuh supaya berfungsi dengan baik. Saat tidak cukup makan, tubuh akan menyimpan bahan bakar dalam jumlah terbatas untuk hal yang penting saja seperti pengaturan suhu tubuh.

    Karena wanita tidak terlalu membutuhkan siklus menstruasi untuk bertahan hidup, fungsi ini menjadi lambat atau berhenti total saat sumber energi langka. Gangguan ini bisa menimbulkan efek buruk bagi tingkat hormon esterogen dan kesehatan tulang.

    Tim peneliti melacak asupan makanan dan catatan olahraga dari 87 partisipan. Juga menempatkan para wanita di serangkaian tes laboratorium untuk mengukur energi dan hormon siklus menstruasi.

    Hasil penemuan menyimpulkan wanita yang hanya mengkonsumsi sekitar 1.600 kalori per hari dengan ketersediaan energi lebih rendah, mempunyai frekuensi masalah menstruasi lebih tinggi. Sedangkan, wanita yang mengkonsumsi 1.900 kalori per hari dengan ketersediaan energi lebih besar ternyata masih mempunyai masalah menstruasi.

    “Penemuan ini menyatakan batas ketersediaan energi yang menempatkan wanita pada risiko komplikasi kesehatan bisa jadi lebih tinggi dari yang dibayangkan. Studi selanjutnya juga diperlukan untuk mengerti berapa lama waktu yang dibutuhkan wanita dengan ketersediaan energi rendah untuk mengembangkan siklus menstruasi abnormal dan masalah kesehatan lainnya,” tutur Mary Jane De Souza, Ph.D., profesor psikologi di Pennsylvania State University kepada The Active Times.



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 5:16 am