Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Hubungan Asmara di Ambang Kehancuran? Jangan Langsung Putus

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Hubungan Asmara di Ambang Kehancuran? Jangan Langsung Putus

    Post  kuning on Wed Apr 10, 2013 11:51 am


    Tidak selamanya hubungan berjalan mulus, ada kalanya masalah datang yang membuat hubungan Anda dan kekasih menjadi terpuruk. Ketika asmara berada di ambang kehancuran, jangan langsung mengambil inisiatif untuk memutuskan hubungan.

    Ada hubungan yang bisa diselamatkan, ada pula yang tidak. Pikirkan baik-baik dan tanyakan pada diri sendiri tentang kelanjutan kehidupan asmara ke depannya. Ini dia pertanyaan yang harus Anda jawab sebelum ingin memutuskan hubungan, seperti dirangkum She Knows & eHarmony.

    1. Apakah dia meminta maaf?
    Ketika hubungan menjadi hancur karena ulahnya, lihatlah bagaimana sikapnya setelah itu. Apakah ada kata-kata penyesalan darinya?
    Kata-kata maaf merupakan langkah pertama bahwa dia menyesali tindakannya. Jadi, jika Anda belum mendengar permintaan maafnya, sebaiknya Anda tidak perlu memikirkan untuk kembali lagi padanya.

    2. Apakah dia bertanggung jawab?
    Meminta maaf merupakan keharusan, tapi dia juga perlu mempertanggung jawabkan tindakannya. Bukan berarti ia hanya mengatakan penyesalan dan permintaan maafnya, tapi si dia juga harus mengakui atas tindakannya. Mengakui kesalahan merupakan sikap gentle yang perlu Anda lihat dari seorang pria. Jadi, apakah dia sudah mengakui kesalahannya?

    3. Apakah hanya emosi?
    Pastikan Anda mempunyai alasan yang tepat sebelum mengakhiri hubungan. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah keputusan ini memang murni dari hati atau hanya emosi sesaat? Mungkin Anda ingin putus karena baru-baru ini ada cekcok dengan si dia. Sebaiknya, tunggu sampai Anda tenang sehingga dapat berpikir secara matang.

    4. Apakah dia mengerti mengapa Anda marah?
    Dia terlihat sangat menyesal dan menunjukkan bahwa dia benar-benar kecewa atas sikapnya. Dia pun memahami kemarahan Anda dan tidak menunjukkan sikap kekesalan pada Anda karena kemarahan Anda. Tapi, jika dia hanya berkata-kata manis dan mencoba untuk mencium Anda dan gerakgerik yang mengarah ketindakan seksual, percayalah dia tidak benar-benar menyesali sikapnya dan Anda akan tersakiti lagi di lain waktu.

    5. Apa masalah masih bisa diselesaikan?
    Tanyakan kepada diri sendiri, apakah masih bisa diselesaikan dengan baik? Coba pikirkan kembali bagaimana penyelesaian konflik tanpa mengakhiri hubungan. Diskusikan apa yang Anda inginkan dari sang kekasih, dan dengarkan juga bagaimana perasaan pasangan Anda. Jika masalah memang dapat diselesaikan, Anda akan memiliki nilai positif untuk masa depan hubungan. Mungkin saja sebenarnya Anda dan dia masih ingin berjuang untuk membangun hubungan yang lebih serius.

    6. Apakah Anda masih mencintainya?
    Ini adalah pertanyaan utama yang Anda perlu tanyakan pada diri sendiri, sebelum mengambil keputusan untuk memberikan kesempatan kedua. Jika jawabannya adalah 'Ya', Anda bisa mencari cara untuk membangun kembali kepercayaan. Jika jawabannya 'Tidak', maka Anda mengetahui, inilah titik di mana Anda harus melepaskannya tanpa perlu takut akan kesendirian. Terkadang, bagi sebagian wanita, kesendirian menjadi ketakutan tersendiri. Menjadi single lebih baik, dibanding mempertahankan hubungan yang buruk dan tidak sehat.




      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 3:37 pm