Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Teh dan Kopi Bisa Merusak DNA Layaknya Obat Kanker

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Teh dan Kopi Bisa Merusak DNA Layaknya Obat Kanker

    Post  clara on Thu Apr 18, 2013 1:33 pm


    Bahan-bahan alami dipercaya lebih aman bagi tubuh dibandingkan bahan-bahan kimia. Buat bahan seperti kopi dan teh, agaknya ada pengecualian. Sebuah penelitian menemukan bahwa bahan dalam minuman tersebut bisa merusak DNA seperti halnya obat kemoterapi.

    Para ilmuwan dari Johns Hopkins Kimmel Cancer Center menguji efek beberapa makanan dan perasa makanan di laboratorium. Hasilnya menemukan bahwa gen pelindung kanker yang disebut p53 akan diaktifkan oleh senyawa dalam teh hitam, teh hijau, kopi dan beberapa bumbu yang digunakan untuk menambah rasa berasap pada daging.

    Dalam laporan yang dimuat journal Food and Chemical Toxicology, peneliti menemukan bahwa makanan dan minuman tersebut dapat meningkatkan aktivitas p53 hingga 30 kali lipat ketika ditambahkan pada sel. Efek ini sebanding dengan efek obat kemoterapi bernama etoposid dalam menekan gen pemicu kanker.

    "Kami menemukan bahwa asap cair bila diencerkan seribu kali lipat masih sekuat konsentrasi etoposid pada pasien kanker yang sedang diobati dengan etoposid. Bahkan ia bekerja dengan cara yang sama. Etoposid merusak DNA pasien, itulah bagaimana Anda menyingkirkan kanker, tetapi juga memiliki efek samping," kata peneliti, Dr Scott Kern seperti dilansir Time Healthland.

    Gen p53 dirangsang ketika DNA rusak dan memicu serangkaian respons yang mencoba memperbaiki DNA. Semakin besar kerusakan DNA, maka semakin banyak pula kadar p53. Para ilmuwan telah menetapkan bahwa tingginya kadar p53 merupakan penanda adanya tekanan pada DNA.

    Dalam percobaan di laboratorium, sel yang diberi teh hitam, teh hijau, kopi dan bumbu cair menunjukkan aktivitas p53 yang sedang berupaya keras memperbaiki kerusakan DNA. Sedangkan hasil pengujian dengan perasa lain seperti perasa ikan, saus tiram, paprika, wasabi bubuk dan kim chee tidak menampakkan aktivitas p53 yang sama.

    Peneliti meyakini perbedaannya terletak pada beberapa bahan kimia seperti asam pirogalol dan asam galat yang bisa merusak DNA dan mengaktifkan p53. Pirogalol ditemukan dalam makanan yang diasapi, pewarna rambut, teh, asap rokok dan kopi. Sedangkan asam galat adalah jenis pirogalol yang paling banyak ditemukan dalam kopi dan teh.

    Walau demikian, Kern memperingatkan bahwa penelitiannya tidak menyarankan orang untuk berhenti mengkonsumsi teh, kopi atau bumbu perasa, tetapi menyerukan perlunya penelitian lebih lanjut. Beberapa kerusakan yang disebabkan oleh bahan kimia tersebut juga mungkin masih bisa diperbaiki oleh gen p53.





      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 8:44 pm