Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ups, Anak Masuk Kamar Saat Anda Bercinta? Begini Menjelaskannya

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Ups, Anak Masuk Kamar Saat Anda Bercinta? Begini Menjelaskannya

    Post  flade on Mon Apr 29, 2013 5:41 am


    Si kecil masuk kamar ketika Anda tengah asyik bercinta dengan pasangan adalah reka adegan yang ditakutkan atau dikhawatirkan banyak pasangan, meski mungkin kemungkinannya sangat kecil. Tapi sebagai bentuk antisipasi, Anda harus tahu bagaimana menjelaskan kepada anak tentang apa yang tengah Anda lakukan dengan suami istri itu.

    "Pengalaman seperti ini sangat wajar terjadi dan inilah mengapa setiap orangtua perlu mengajari dan membiasakan anak-anaknya mengetuk pintu kamar sebelum masuk dan selalu menghargai privasi orang lain," tutur pakar seksologi Logan Levkoff.

    "Tapi sebelum Anda mengatakan sesuatu pada anak ketika mereka masuk ke kamar dan memergoki Anda tengah bercinta, Anda harus mengetahui apa yang mereka lihat dan dengar atau apakah mereka peduli tentang apa yang sedang terjadi," tambahnya.

    Kebanyakan pakar sepakat jika orangtua sebaiknya tak perlu khawatir jika mereka intim di dekat anak atau bayi mereka.

    "Banyak keluarga yang memilih tidur bersama dengan bayi atau anak mereka. Tak berbahaya jika orangtua melakukan aktivitas seksual sementara sang bayi tengah tertidur atau berada dalam satu kamar dan terjaga. Lagipula bayi tak dapat memproses apa yang orangtua lakukan jadi hal ini takkan memberikan signifikansi apapun pada mereka," terang psikoterapis Jennifer Naparstek Klein seperti dilansir CNN.

    Namun konsultan seksualitas dan pendiri situs GoodInBed, Ian Kerner mengatakan bagaimanapun setiap orangtua perlu tahu bahwa penjelasan tentang seks yang akan mereka berikan pada anak juga harus didasarkan pada usia si anak.

    - Balita
    Biasanya balita tak paham apa itu seks, tapi ada juga yang perlu diberitahu dan diberi penjelasan tentang aktivitas yang dilakukan orangtua.

    "Anak-anak biasanya hanya ingin tahu apakah sesuatu yang orangtua lakukan itu adalah kekerasan, sesuatu yang menakutkan atau bukan dan hal itu perlu dijelaskan," kata terapis seks Margie Nichols.

    "Ketika anak saya masih balita, ia mengira ayah tirinya tengah 'menyakiti' saya karena kami terdengar begitu bising dan di tengah malam anak saya dapat mendengar suara kami," kisahnya.

    Setelah itu, jelaskan pada anak bahwa Anda dan pasangan tengah menikmati momen-momen pribadi dan tekankan jika Anda tak saling menyakiti satu sama lain. Jika anak tak mempunyai pertanyaan lain, diamkan saja.

    - Anak usia sekolah dasar
    Anak usia sekolah dasar telah memiliki rasa penasaran yang cukup besar terhadap seks tapi pada waktu yang bersamaan, mereka masih ingin menjauhkan diri dari subyek tersebut.

    "Selalu perhatikan reaksi anak ketika membicarakan hal ini. Dari situ Anda tahu sejauh apa bahasan seks yang dapat ia handle. Jika mereka terlihat terlalu nyaman dengan perbincangan seputar seks, simpanlah untuk kemudian hari saja," saran Klein.

    - Pra-remaja (transisi antara anak ke remaja)
    Pada usia ini, banyak anak sudah mengetahui apa yang sedang terjadi dengan orangtuanya dan seringkali memperlihatkan rasa jijik (seperti mengeluarkan suara jijik keras-keras) ketika tanpa sengaja masuk ke kamar orangtuanya dan melihat keduanya tengah bercinta.

    "Tapi inilah waktu yang tepat untuk memberi pemahaman kepada anak Anda bahwa seks adalah sesuatu yang bersifat privat dan aktivitas menyenangkan yang biasa terjadi pada hubungan orang dewasa," tandas Nichols.

    - Remaja
    "Anak yang usianya lebih tua terkadang merasa geli ketika mengetahui orangtua mereka tengah intim tapi jika mereka terlalu lama melihatnya, hal ini akan menciptakan ketidaknyamanan dan kegelisahan," ungkap Klein.

    "Setidaknya anak yang telah memasuki usia remaja sudah bisa mengatasi situasi seperti ini dengan lebih baik tapi mereka takkan mau melihatnya. Tanyakan saja pada remaja manapun, saya jamin takkan ada yang mau menyaksikan orangtuanya bercinta," tambahnya.

    Kendati begitu belakangan yang perlu diantisipasi tak hanya soal aktivitas seksual, tapi Anda juga harus dapat menjelaskan hal-hal lain yang bisa saja mereka temukan di rumah atau di luaran seperti mainan seks, alat bantu masturbasi hingga konten pornografi.

    "Rata-rata anak sudah menonton porno sejak berusia 10 tahun. Hal ini ada dimana-mana dan terlalu naif ketika Anda mengira anak Anda takkan melihatnya," kata pendidik kesehatan seksual Amy Lang dari Birds + Bees + Kids.

    "Beritahu mereka apa itu pornografi sebelum mereka melihat atau menemukannya sendiri. Katakan 'terkadang orang-orang menonton gambar-gambar atau video orang yang sedang bercinta. Ini disebut dengan pornografi atau porno. Tapi ini bukan untuk anak kecil, lagipula anak-anak belum siap untuk melihat hal-hal seperti ini. Kamu takkan terkena masalah jika kamu melakukannya tapi saya ingin memastikan kamu baik-baik saja.'" saran Nichols.

    Tapi jika Anda mengetahui anak telah terpapar konten pornografi, bicarakan baik-baik dan tanpa emosi. Cobalah tanyakan darimana si anak mendapatkan konten tersebut dan mintalah ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang seks yang mungkin selama ini ia pendam, setelah itu barulah beri informasi yang tepat, tambahnya.

    Yang tak kalah penting, lakukan tindakan pencegahan sebelum kejadian anak masuk ke kamar ketika Anda bercinta tak terulang kembali. Diantaranya dengan mengunci pintu kamar, membiasakan anak untuk mengetuk pintu kamar sebelum masuk, memainkan musik lembut atau TV pelan-pelan sebagai pengalih perhatian dan menjadwalkan 'waktu privasi bagi orangtua' agar anak takkan mengganggu Anda berdua.

    Hanya saja jangan pernah menutup-nutupi keintiman diantara Anda berdua di depan anak. "Memperlihatkan kasih sayang (tapi yang tidak bersifat seksual) di depan anak bisa jadi hal yang luar biasa. Anak-anak juga harus tahu bahwa orangtua mereka saling mencintai sekaligus memberi contoh bagaimana mengekspresikan cinta dengan cara yang sehat seperti berciuman, berpelukan dan bergandengan tangan," tutup Nichols.




      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 6:58 pm