Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Ternyata Sejak 5.000 Tahun Lalu Sagu Dikonsumsi di China

    Share
    avatar
    online

    452
    27.08.09

    Ternyata Sejak 5.000 Tahun Lalu Sagu Dikonsumsi di China

    Post  online on Mon May 13, 2013 8:34 am


    Jauh sebelum nasi menjadi makanan pokok orang Asia, ternyata sagulah yang lebih dulu dikonsumsi. Sagu yang berasal dari pohon sagu ini umumnya diolah jadi tepung dan bertektur kenyal jika dimasak dengan air.

    Para tim peneliti di China, minggu lalu melaporkan bahwa mereka telah menemukan jejak sagu pada sebuah batu yang digali dari pantai selatan China. Mereka juga menemukan alat-alat masak yang digunakan untuk mengolah makanan. Usianya dikabarkan mencapai 5.000 tahun.

    Para peneliti juga berspekulasi bahwa orang-orang yang tinggal di daerah ini banyak memasok sagu. Karenanya mereka lebih lama beralih ke beras sebagai makanan pokoknya. Penelitian inipun telah tercatat dalam jurnal online PlOS ONE.

    Saat ini sagu memang tak banyak dikonsumsi di China, namun di Papua Nugini dan Indonesia khususnya Maluku masih mengandalkan sagu sebagai makanan pokok. Sedangkan di Asia Selatan, sagu sering kali diolah menjadi hidangan penutup yanga manis dan gurih.

    Umumnya diolah menjadi sagu mutiara berbentuk seperti bola-bola kecil. Juga dibuat untuk bahan membuat Sai Mai Lo yang terkenal di China, dicampur dengan rtalas dan santan. Sedangkan versi Malaysia, biji mutiara ini ditambahkan dengan gula aren dan tepung tapioka untuk dijadikan pudding.

    Berbeda dengan Thailand, sagu justru dibuat menjadi pangsit babi, dimana daging babi dibungkus dengan adonan sagu. Sedangkan di Papua, sagu yang menjadi makanan pokok biasanya disajikan dengan direbus dan berbentuk seperti bubur disebut juga dengan papeda.





      Waktu sekarang Thu Jul 20, 2017 11:27 pm