Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ternyata Sejak 5.000 Tahun Lalu Sagu Dikonsumsi di China

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Ternyata Sejak 5.000 Tahun Lalu Sagu Dikonsumsi di China

    Post  online on Mon May 13, 2013 8:34 am


    Jauh sebelum nasi menjadi makanan pokok orang Asia, ternyata sagulah yang lebih dulu dikonsumsi. Sagu yang berasal dari pohon sagu ini umumnya diolah jadi tepung dan bertektur kenyal jika dimasak dengan air.

    Para tim peneliti di China, minggu lalu melaporkan bahwa mereka telah menemukan jejak sagu pada sebuah batu yang digali dari pantai selatan China. Mereka juga menemukan alat-alat masak yang digunakan untuk mengolah makanan. Usianya dikabarkan mencapai 5.000 tahun.

    Para peneliti juga berspekulasi bahwa orang-orang yang tinggal di daerah ini banyak memasok sagu. Karenanya mereka lebih lama beralih ke beras sebagai makanan pokoknya. Penelitian inipun telah tercatat dalam jurnal online PlOS ONE.

    Saat ini sagu memang tak banyak dikonsumsi di China, namun di Papua Nugini dan Indonesia khususnya Maluku masih mengandalkan sagu sebagai makanan pokok. Sedangkan di Asia Selatan, sagu sering kali diolah menjadi hidangan penutup yanga manis dan gurih.

    Umumnya diolah menjadi sagu mutiara berbentuk seperti bola-bola kecil. Juga dibuat untuk bahan membuat Sai Mai Lo yang terkenal di China, dicampur dengan rtalas dan santan. Sedangkan versi Malaysia, biji mutiara ini ditambahkan dengan gula aren dan tepung tapioka untuk dijadikan pudding.

    Berbeda dengan Thailand, sagu justru dibuat menjadi pangsit babi, dimana daging babi dibungkus dengan adonan sagu. Sedangkan di Papua, sagu yang menjadi makanan pokok biasanya disajikan dengan direbus dan berbentuk seperti bubur disebut juga dengan papeda.





      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 10:53 am