Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Keliling Medan Dalam 24 Jam

    Share

    derinda

    78
    23.07.11

    Keliling Medan Dalam 24 Jam

    Post  derinda on Sat Jun 08, 2013 12:16 pm


    Merdeka Walk (Wikipedia)

    Kota Medan punya banyak destinasi wisata dan kuliner yang pantang dilewatkan. Kalau cuma punya 24 jam di ibukota Sumatera Utara ini, jangan pesimis. Tiap jam sangat berharga untuk Anda menjelajah kota ini!

    Medan identik dengan kota yang bising. Suara klakson memekakkan telinga, polusi udara juga cukup terasa. Tapi, bagi traveler, Medan tak pantas dinilai dari luarnya saja. Kota ini punya beragam destinasi wisata yang patut didatangi. Aneka kuliner khas juga siap menggoyang lidah wisatawan!

    Tapi, bagaimana kalau Anda hanya punya 24 jam di kota ini? Jangan kuatir! Siapkan tubuh yang fit, mandilah pagi-pagi, keluarlah dari "sarang" alias hotel pukul 06.00 WIB. detikTravel, menyusun contoh itinerary-nya untuk Anda.

    Pagi hari, beranjaklah ke Jl Sei Deli untuk mencicipi Soto Medan di RM Sinar Pagi. Soto di rumah makan ini sudah terkenal kenikmatannya. Jangan kaget saat melihat warga Medan sarapan dengan menu yang "berat". Ada soto yang berkuah kental, sop ayam, dan sop daging yang bisa dipilih sesuai selera.

    Kebutuhan makan pagi sudah tercukupi, saatnya memulai aktivitas hari ini. Pukul 08.00 WIB, beranjaklah ke Masjid Raya Medan. Masjid tua ini punya gaya arsitektur yang mirip dengan Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh. Anda bisa berkeliling masjid dan mengambil beberapa fotonya selagi masih sepi.

    Pukul 10.00 WIB, saatnya beranjak ke Istana Maimoon yang letaknya tak jauh dari Masjid Raya Medan. Dibangun pada 1888 oleh Sultan Deli, istana ini kental oleh unsur kebudayaan Melayu. Setelah keliling istana, jangan dulu pulang! Masukilah halaman istana dan temukanlah Meriam Menangis. Ya, konon meriam ini mengeluarkan air mata!

    Pukul 12.00 WIB, saatnya makan siang. Beranjaklah ke Jl Ahmad Yani dan temukanlah Tip Top. Restoran ini sudah ada sejak tahun 1934. Keberadaannya bisa disejajarkan dengan restoran Braga Permai di Bandung atau gerai eskrim Ragusa di Jakarta. Ada beragam makanan yang patut dicoba mulai dari masakan ala barat, Indonesia, bakery, hingga eskrim yang dibuat secara tradisional.

    Pukul 13.00 WIB. Perut sudah terisi, saatnya jalan lagi. Eits, tak usah jauh-jauh dulu. Menyeberanglah ke Rumah Tjong A Fie, persis di depan Tip Top. Tjong A Fie adalah seorang pengusaha Tionghoa yang sukses membangun bisnis besar dalam bidang perkebunan di Sumatera. Rumah ini didesain dengan gaya arstitektur Tionghoa, Eropa, Melayu dan art-deco. Di rumah ini, Anda bisa mengetahui sejarah kehidupan Tjong A Fie lewat foto dan beragam barang berharga di dalam rumahnya.

    Pukul 15.00 WIB, cegatlah becak motor dan bertolaklah ke Jl Teuku Umar No 18 di kawasan Kampung Keling. Tujuan Anda berikutnya adalah Kuil Shri Mariamman. Inilah kuil Hindu tertua di Kota Medan, dibangun pada 1876. Kuil ini dibuka pukul 05.30-12.00 WIB, dan 16.00-20.00 WIB. Sambil menunggu kuil dibuka, Anda mencicipi nasi pecel dengan rempeyek kacang di warung yang berlokasi persis di depan kuil.

    Warna-warni. Itulah kesan pertama saat Anda memasuki Kuil Shri Mariamman. Lampu kristal menggantung cantik di bawah langit-langit berdekor menawan. Patung dewa-dewi Hindu berderet apik. Tak hanya di dalam kuil, patung-patung ini juga mewarnai bagian luar kuil. Cantik!

    Pukul 17.00 WIB, saatnya beranjak ke destinasi wisata religi selanjutnya. Namanya Gereja Maria Annai Velangkani, yang berlokasi di Jl Sakura III No 10 Taman Sakura Indah, Tanjung Selamat. Ini bukanlah sembarang gereja. Dulu tempat ini adalah kuil peribadatan umat Hindu keturunan India, alias Suku Tamil, di Kota Medan.

    Sekarang, gereja ini adalah pusat ziarah yang dibangun Keuskupan Agung di Indonesia. Arsitekturnya bergaya Mogul, dengan ornamen yang menyiratkan ayat-ayat di kitab suci. Gereja Maria Annai Velangkani adalah perpaduan arsitektur India, China, dan Batak. Harmonis!

    Hari beranjak senja. Saatnya Anda mencari suvenir dan pernak-pernik khas Medan. Cegatlah becak motor dan bertolaklah ke Pajak Ikan Lama yang berlokasi di kawasan Kesawan. Sejak Kesultanan Deli berkuasa, Kesawan sudah jadi sentra jual-beli masyarakat. Pajak Ikan Lama adalah tempat Anda belanja suvenir berupa kerajinan tekstil, termasuk ulos khas Batak yang terkenal itu.

    Pukul 20.00 WIB saatnya beranjak ke Jl Kruing untuk membeli Bolu Meranti. Di jalan ini pula, berderet toko oleh-oleh khas Medan seperti bika ambon dan pancake duren. Anda bisa membelinya dalam jumlah besar untuk oleh-oleh.

    Tapi kalau agenda belanja dirasa sudah cukup, Anda bisa langsung beranjak ke Merdeka Walk untuk makan malam. Tempat wisata kuliner ini jadi tempat nongkrong favorit warga Medan dan wisatawan. Anda bisa mencicipi beragam kuliner, baik lokal maupun western. Oh ya, dijual juga pancake duren yang sangat nikmat itu!


    Istana Maimoon (panduanwisata.com)

    Pukul 23.00-01.00 WIB dini hari adalah waktunya berburu durian di sekeliling Merdeka Walk. Datangilah Jl Adam Malik dan Jl Iskandar Muda untuk mencicipi durian khas Medan yang terkenal kelezatannya. Warga Medan menyebut tempat ini sebagai Durjong (Durian Jongkok). Sesuai namanya, makan durian sambil jongkok!

    Nah, mulai pukul 02.00 WIB, Anda bisa pulang ke hotel untuk beristirahat. Tapi kalau belum puas, datanglah ke Teh Susu Telur (TST) di Jl Puri dan Jl Halat. Minuman ini bisa dibeli di warung-warung yang berderet sepanjang jalan. Rasanya nikmat, ampuh untuk mengusir dingin dan menghabiskan malam.

    Belum capek juga? Pukul 04.00 WIB beranjaklah ke kawasan Padang Bulan. Di sana terdapat Pasar Pagi yang sudah ramai mulai dini hari. Inilah tempat Anda berburu buah dan sayuran segar langsung dari Pasar Brastagi.

    Tepat pukul 05.00 WIB, berakhirlah 24 jam yang menakjubkan di Kota Medan. Walaupun letih, tapi pengalamannya segudang!




      Waktu sekarang Sat Oct 01, 2016 10:15 am