Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Sunat Bikin Kelamin Tidak Sensitif, Mitos atau Fakta?

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Sunat Bikin Kelamin Tidak Sensitif, Mitos atau Fakta?

    Post  flade on Sun Jun 30, 2013 10:33 am


    Saat seorang laki-laki disunat, artinya ada bagian kulup yang dipotong. Nah, tindakan ini dikhawatirkan akan membuat alat kelamin tidak sensitif. Benarkah demikian?

    "Kalau pada penis pria, kulupnya dipotong dan menyisakan bagian cincin penis ke atas. Ketika ereksi bagian kulup ini juga tertarik. Mungkin karena terbuka, jadi lebih mudah dan sering tergesek kena celana jadinya berkurang sensitivitasnya. Tapi pada dasarnya tidak ada masalah," terang seksolog dr Andri Wananda MS, dalam perbincangan dengan detikHealth.

    Terkadang, sambung dr Andri, pada pria yang belum disunat karena alat kelaminnya lebih sensitif, maka ketika pertama kali berhubungan seksual jadi lebih cepat ejakulasi. Namun hal ini biasanya hanya terjadi pada awal-awal berhubungan intim saja saja. Lama-kelamaan jika sudah terbiasa maka tidak ada masalah.

    "Sedangkan pada wanita itu ada beberapa jenis sunat. Yang pertama adalah sirkumsisi dan klitoridektomi," jelasnya.

    Sirkumsisi dilakukan dengan memotong selaput di atas klitoris. Sedangkan klitoridektomi memotong klitoris dan labia minora atau bibir kelamin.

    "Kalau sirkumsisi ini mungkin karena ada anjuran agama dan kultural, jadi menurut saya masih sah-sah saja. Yang jadi masalah adalah klitoridektomi karena memotong kliroris dan sebagian labia mionora," sambung dr Andri.

    Nah, klitoris fungsinya penting untuk stimulus seksual perempuan.Sedangkan pada labia minora ada kelenjar-kelenjar yang mengeluarkan cairan pelumas vagina. Nah jika sunat perempuan menghilangkan bagian-bagian ini, maka wanita tidak bisa menikmati hubungan seksualnya.

    Semengtara itu menurut dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, spesialis bedah sekaligus Presiden Direktur Rumah Sunatan menerangkan dari beberapa penelitian terakhir, sunat justru membawa hal yang baik bagi laki-laki. Sebab orang yang disunat akan terhindar dari ejakulasi dini, dan risiko tertular infeksi 4 kali lebih kecil dari yang tidak disunat.

    "Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyakit kanker serviks pada wanita lebih sering terjadi. Jadi wanita yang pasangannya tidak disunat karena penisnya tidak bersih dapat menyebabkan infeksi yang bersumber dari penis prianya," terang dr Mahdian.

    Dia menjelaskan risiko kanker prostat dan kanker penis pada laki-laki yang disunat juga lebih kecil dibanding mereka yang tidak disunat. Selain itu laki-laki yuang disunat memiliki risiko terkena HIV-nya 4 kali lebih kecil pula.

    "Makanya sunat sekarang menjadi program WHO ,bukan lagi masalah agama, tapi murni karena kesehatan," sambung dr Mahdian.

    Dia menerangkan pada anak yang gemuk biasanya sesudah disunat, kulupnya saat besar bisa menguncup lagi. Jika kondisi ini terjadi, maka tak harus sunat lagi. Akan tetapi saat yang bersangkutan akan berhubungan seks dengan istrinya, kepala penis tidak bisa keluar karena ada kulit yang membungkus.

    "Ini bisa menyebabkan anak saat sudah besar jadi trauma dan sulit melakukan hubungan seksual walaupun untuk pipis dan ereksi dia masih bisa, tapi waktu berhubungan dia jadi susah karena kulit tidak kebuka," tutur dr Mahdian.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 11:33 pm