Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ini Alasannya Kenapa Anak Perlu Dekat dengan Hewan

    Share

    HanHyunChanisa

    11
    20.06.13

    Ini Alasannya Kenapa Anak Perlu Dekat dengan Hewan

    Post  HanHyunChanisa on Wed Jul 03, 2013 7:32 am


    Jika Anda memiliki hewan peliharaan di rumah jangan segan-segan untuk melibatkan si kecil dalam mengurusnya. Sebab berdasarkan beberapa penelitian, memiliki ikatan atau hubungan kasih sayang dengan binatang membuat anak lebih terlatih untuk memiliki rasa empati.

    Empati tentu sangat dibutuhkan ketika anak bergaul baik di dalam keluarga maupun dalam kesehariannya. Menurut psikolog Dra Ratih Andjayani Ibrahim, MM, faktanya anak sama seperti makhluk hidup lain yang memiliki ikatan kuat dengan alam, jika anak memiliki hubungan yang baik anak pun dapat lebih sehat secara fisik maupun mental.

    "Berdasarkan penelitian Kaufman anak dapat berlatih mengembangkan rasa empatinya melalui kedekatan dengan hewan. Jadi, hal ini akan menumbuhkan empatinya juga pada manusia," kata Ratih dalam press conference dengan tema 'Dancow Learn & Explore' di F-Cone lantai 7 F(x), Jl Sudirman, Jakarta.

    Selain itu, hewan juga bisa dijadikan salah satu terapi untuk menumbuhkan emosional dan sosial skill pada anak berkebutuhan khusus.

    Ratih menyampaikan jika anak dapat berperilaku baik pada binatang tentu ia pun bisa berperilaku baik kepada manusia. Namun orang tua harus memastikan hewan tersebut sudah jinak dan tidak menyerang anak, sehingga tidak menimbulkan trauma atau phobia pada hewan tersebut.

    Dalam kesempatan yang sama, dr Soedjatmiko Sp.A(K), MSi menyebut dengan memperkenalkan anak pada hewan juga dapat membantu memberikan timulus pada anak. "Yang dibutuhkan anak adalah nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi. Dengan eksplorasi pada binatang akan memberikan rangsangan berbagai potensi untuk menumbuhkan empati," tuturnya.

    dr Soedjatmiko menambahkan semakin anak mendapatkan stimulus yang baik maka cabang-cabang saraf di otak anak akan semakin banyak dan rimbun. "Otak yang baik jika discan itu rimbun karena banyak cabangnya sebab mendapatkan stimulus yang baik sehingga tidak lemot kalau berpikir juga," ujarnya.

    Untuk memberikan stimulus, maka libatkanlah anak dalam permainan yang interaktif dan jangan biarkan anak bermain sendiri tanpa mendapatkan rangsangan yang dapat meningkatkan fungsi kognitif, motorik, serta\' emosinya.

    Dr Soedjatmiko menyebut dengan memelihara hewan peliharaan apapun diperbolehkan untuk anak yang masih kecil, asalkan kebersihannya terjaga. "Hewan apapun boleh kalau dipelihara dengan baik. Misalnya kalau anjing, harus diperhatikan kebersihan kandangnya, harus bersih dan rajin dimandikan, dan diimunisasi rabies agar anak juga merasa aman dan nyaman di dekat hewan peliharaan," tutupnya.


      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 1:06 pm