Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kandungan Pemanis Buatan Dalam Susu Picu Beragam Penyakit

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    Kandungan Pemanis Buatan Dalam Susu Picu Beragam Penyakit

    Post  julia on Thu Jul 04, 2013 7:07 am


    Susu dikenal kaya akan kalsium yang bisa menunjang pertumbuhan tulang dan gigi. Baru-baru ini, David Ludwig dari Harvard University di Inggris menyatakan bahwa konsumsi susu tidak selamanya baik untuk kesehatan.

    Ludwig menjelaskan, produk susu yang diberi pemanis tambahan akan berdampak buruk bagi kesehatan. Menurutnya, orang yang minum susu dalam jumlah sedikit belum tentu tidak sehat, asalkan orang tersebut mengonsumsi makanan lain yang kaya kalsium.

    “Masyarakat Amerika mengonsumsi miliaran galon susu per tahun dengan tujuan menjaga kesehatan tulang mereka,” ujar Ludwig dalam artikel yang dipublikasikan dalam jurnal medis JAMA Pediatrics.

    Ludwig tidak sependapat dengan pemerintah Amerika Serikat yang merekomendasikan minum susu sebanyak 3 gelas setiap hari.

    “Situasi terburuk ialah, Anda memberi anak-anak susu cokelat rendah lemak yang rasanya kurang enak. Kemudian Anda menambahkan banyak gula dalam susu yang mereka minum.”

    Menurut United States Department of Agriculture (USDA), rata-rata satu cangkir susu yang disediakan saat makan siang di sekolah mengandung 158 kalori dimana 64 kalorinya berasal dari lemak padat dan gula tambahan. Sedangkan satu cangkir susu tanpa pemanis, mengandung 102 kalori dimana 18 kalorinya berasal dari lemak padat.

    Banyak masyarakat Amerika Serikat salah paham dalam mengonsumsi susu. Mereka berpikiran, lebih baik mengonsumsi susu manis atau yoghurt untuk menghindari lemak jenuh yang membuat rasa makanan menjadi lezat. Padahal, efek pemanis dalam susu atau yoghurt juga tak kalah berbahaya.

    Ludwig menyarankan agar orang-orang yang sedang berdiet untuk lebih sehat, sebaiknya memangkas setengah dari konsumsi harian susu mereka atau tidak mengonsumsi susu sama sekali. Ia menyarankan agar kalsium diperoleh dari sumber lain selain susu, seperti sayuran hijau.

    USDA menginformasikan, satu cangkir kale rebus mengandung 94 miligram kalsium, sedangkan satu cangkir bayam rebus mengandung 245 miligram kalsium. Jumlah ini tidak jauh berbeda dengan susu rendah lemak yang mengandung 314 miligram kalsium tiap cangkirnya.

    Untuk anak-anak yang biasanya tidak menyukai sayuran, Ludwig berpendapat bahwa konsumsi susu untuk sebagai sumber kalsium masih aman. Tetapi sebaiknya anak-anak tetap menghindari konsumsi cokelat dan perasa lainnya.


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 5:15 am