Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Awas, Ini Pantangan Bertemu Suku Asli Papua

    Share

    via

    848
    04.03.09

    Awas, Ini Pantangan Bertemu Suku Asli Papua

    Post  via on Fri Jul 19, 2013 9:08 am


    Saat rombongan berpose dengan Inele

    Ada satu hal yang harus Anda ingat saat bertemu suku asli Papua di Wamena. Sebaiknya, Anda jangan memotret mereka sembarangan saat berada di daerahnya. Sebab, mereka akan meminta bayaran mahal untuk sekali jepret. Duh!

    Beberapa waktu lalu detikTravel dan rombongan berkesempatan melancong ke Wamena, Papua. Bersama pemandu setempat, Sakeus Dabi, kami diajak berkeliling Wamena. Di balik keindahan alam, ada satu pengalaman yang sangat membekas dan dapat menjadi pelajaran bagi traveler lainnya.

    Saat itu, kami sedang berada di pusat kota Wamena sambil singgah di sebuah rumah makan. Tiba-tiba ada pria Suku Dani yang menggenakan koteka dan duduk di depan pintu. Inilah suku asli Papua.

    "Jangan asal motret ya, nanti bayarnya mahal," ujar Sakeus yang asli Suku Dani kepada detikTravel.

    Salah satu peserta rombongan tertarik untuk memotretnya. Dia pun melakukan negosiasi sambil ditemani Sakeus, karena pria yang bernama Inele Walelo tidak dapat berbahasa Indonesia. Harga memotretnya pun disepakati sebesar Rp 10 ribu.

    Jepret! Seluruh peserta rombongan yang berjumlah 7 orang ditambah dengan Sakeus pun berpose. Lalu setelah itu, masalah pun muncul.

    "Rp 100 ribu," kata Inele sambil menyodorkan tangan.

    Apa? Rp 100 ribu? Padahal harga kesepakatan awal adalah Rp 10 ribu. Sakeus pun berdebat hebat dengan Inele dalam bahasa Suku Dani. Inele ngotot meminta jumlah yang dimintanya, sedangkan Sakeus terus menolak.

    Akhirnya setelah tawar menawar, Inele meminta Rp 60 ribu. Tapi Sakeus tetap pada pendiriannya, dia hanya akan memberikan Rp 10 ribu.

    "Pulang kamu!" bentak Sakeus.

    Lalu rombongan kembali berjalan, tapi Inele terus mengikuti dari belakang. Akhirnya, salah satu peserta rombongan memberikan uang Rp 60 ribu tanpa sepengetahuan Sakeus. Kemudian Inele pun pergi.

    "Yang paling tinggi dia minta Rp10 ribu tadi, tapi dia maunya Rp 100 ribu. Lucu ya, saya kaget dan saya marah," ungkap Sakeus.

    "Itu harga terlalu mahal. Memang begitulah kebiasaan orang-orang di sini. Jujur, saya yang asli masyarakat sini pun malu," kata Sakeus.

    Semoga hal ini dapat menjadi pelajaran untuk para traveler saat berkunjung ke Wamena. Ingat, carilah pemandu sekitar yang terpercaya dan ikuti petunjuknya.


      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 10:26 pm