Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Rahasia Panjang Umur Seseorang Ada Pada Seberapa Banyak Isi Piringnya

    Share

    zuko

    152
    25.06.11

    Rahasia Panjang Umur Seseorang Ada Pada Seberapa Banyak Isi Piringnya

    Post  zuko on Wed Jul 24, 2013 1:04 pm


    Jika Anda ingin berumur panjang, jangan sedikit pun berpikir untuk makan banyak. Sebab studi menemukan untuk memperpanjang umur, seseorang harus makan sedikit.

    Pepatah lama mengatakan bahwa diet yang bagus lebih menyembuhkan dibanding dokter.
    Tapi ternyata hal tersebut bukan sekadar pepatah. Dikutip dari Asiaone, telah ada bukti ilmiah yang menunjukkan bagaimana pemotongan kalori dapat membantu dalam memperpanjang umur.

    Bagaimanapun, penelitian ilmiah yang diterbitkan di Nature Communications, pada hari Selasa, bisa memberikan penjelasan baru. Pembatasan kalori dapat mendorong pertumbuhan bakteri usus dikaitkan dengan peningkatan rentang hidup pada tikus, menurut berita dari sebuah majalah ilmiah.

    Peneliti China memberi tikus makanan tinggi lemak dan rendah lemak, sebagian lagi diberikan makanan sebanyak yang mereka inginkan (free-feeding), sementara yang lainnya lagi di bawah pembatasan kalori (hanya diberi 70 persen makanan dari kelompok free-feeding).

    Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang dibatasi kalorinya dan rendah lemak berumur lebih panjang. Sementara tikus yang makan makanan berlemak tinggi sebanyak mereka mau justru berumur lebih pendek.

    Analisis dari kotoran tikus menunjukkan bahwa bakteri menguntungkan berkorelasi positif dengan rentang hidup dan diperkaya oleh pembatasan kalori, sementara bakteri yang berkorelasi negatif dengan rentang hidup jadi berkurang dengan pembatasan.

    "Penelitian ilmiah telah menunjuk hasil bahwa pembatasan kalori meningkatkan rentang hidup, tapi pertanyaan yang tidak terjawab adalah mengapa dan bagaimana," ujar Zhao Liping, selaku profesor spesialis mikrobiologi di Shanghai Jiao Tong University, yang memimpin penelitian.

    "Jadi penelitian ini memberikan sudut pandang baru untuk menjelaskan hubungan antara pembatasan kalori dan rentang hidup, bahwa pembatasan kalori mungkin memberi efek dengan merubah bakteri usus," tambahnya.

    Pada tahun 1935, ahli biokimia Amerika Serikat dan ahli nutrisi Clive M. McCay menunjukkan bahwa pembatasan kalori meningkatkan rentang hidup tikus, memicu penelitian lebih lanjut dan percobaan di lapangan.

    Kemudian, hubungan antara pembatasan kalori dan umur panjang yang dites pada ragi, zebra, ikan, laba-laba, anjing, monyet dan orang utan.

    Zhao mengatakan, "Meskipun kami menemukan hubungan yang ada antara asupan kalori, bakteri usus, bakteri, dan rentang kehidupan, ini jelas bukan satu-satunya faktor yang menentukan rentang hidup."

    "Di sisi lain, kami masih belum yakin mengenai mekanisme bagaimana pembatasan kalori mengubah bakteri. Jadi kami mengadakan proyek dalam arah ini," tutup Zhao.


      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 3:38 am