Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Yesterday at 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Yesterday at 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Rahasia Panjang Umur Seseorang Ada Pada Seberapa Banyak Isi Piringnya

    Share

    zuko

    159
    25.06.11

    Rahasia Panjang Umur Seseorang Ada Pada Seberapa Banyak Isi Piringnya

    Post  zuko on Wed Jul 24, 2013 1:04 pm


    Jika Anda ingin berumur panjang, jangan sedikit pun berpikir untuk makan banyak. Sebab studi menemukan untuk memperpanjang umur, seseorang harus makan sedikit.

    Pepatah lama mengatakan bahwa diet yang bagus lebih menyembuhkan dibanding dokter.
    Tapi ternyata hal tersebut bukan sekadar pepatah. Dikutip dari Asiaone, telah ada bukti ilmiah yang menunjukkan bagaimana pemotongan kalori dapat membantu dalam memperpanjang umur.

    Bagaimanapun, penelitian ilmiah yang diterbitkan di Nature Communications, pada hari Selasa, bisa memberikan penjelasan baru. Pembatasan kalori dapat mendorong pertumbuhan bakteri usus dikaitkan dengan peningkatan rentang hidup pada tikus, menurut berita dari sebuah majalah ilmiah.

    Peneliti China memberi tikus makanan tinggi lemak dan rendah lemak, sebagian lagi diberikan makanan sebanyak yang mereka inginkan (free-feeding), sementara yang lainnya lagi di bawah pembatasan kalori (hanya diberi 70 persen makanan dari kelompok free-feeding).

    Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang dibatasi kalorinya dan rendah lemak berumur lebih panjang. Sementara tikus yang makan makanan berlemak tinggi sebanyak mereka mau justru berumur lebih pendek.

    Analisis dari kotoran tikus menunjukkan bahwa bakteri menguntungkan berkorelasi positif dengan rentang hidup dan diperkaya oleh pembatasan kalori, sementara bakteri yang berkorelasi negatif dengan rentang hidup jadi berkurang dengan pembatasan.

    "Penelitian ilmiah telah menunjuk hasil bahwa pembatasan kalori meningkatkan rentang hidup, tapi pertanyaan yang tidak terjawab adalah mengapa dan bagaimana," ujar Zhao Liping, selaku profesor spesialis mikrobiologi di Shanghai Jiao Tong University, yang memimpin penelitian.

    "Jadi penelitian ini memberikan sudut pandang baru untuk menjelaskan hubungan antara pembatasan kalori dan rentang hidup, bahwa pembatasan kalori mungkin memberi efek dengan merubah bakteri usus," tambahnya.

    Pada tahun 1935, ahli biokimia Amerika Serikat dan ahli nutrisi Clive M. McCay menunjukkan bahwa pembatasan kalori meningkatkan rentang hidup tikus, memicu penelitian lebih lanjut dan percobaan di lapangan.

    Kemudian, hubungan antara pembatasan kalori dan umur panjang yang dites pada ragi, zebra, ikan, laba-laba, anjing, monyet dan orang utan.

    Zhao mengatakan, "Meskipun kami menemukan hubungan yang ada antara asupan kalori, bakteri usus, bakteri, dan rentang kehidupan, ini jelas bukan satu-satunya faktor yang menentukan rentang hidup."

    "Di sisi lain, kami masih belum yakin mengenai mekanisme bagaimana pembatasan kalori mengubah bakteri. Jadi kami mengadakan proyek dalam arah ini," tutup Zhao.


      Waktu sekarang Tue Jan 17, 2017 9:55 pm