Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Studi: Hubungan Jarak Jauh Lebih Baik Bagi Kesehatan Jiwa Lho

    Share

    zuko

    152
    25.06.11

    Studi: Hubungan Jarak Jauh Lebih Baik Bagi Kesehatan Jiwa Lho

    Post  zuko on Wed Jul 24, 2013 1:14 pm


    Jika Anda terpisah dalam jarak yang jauh dengan pasangan dan tidak bisa sering bertemu, maka orang di sekeliling Anda akan menganggap hubungan ini tidak bisa dipertahankan. Namun nyatanya studi justru menemukan bahwa hubungan jarak jauh secara geografis lebih intim dan lebih saling mempercayai dibandingkan hubungan berjarak dekat.

    Hasil studi yang telah dipublikasikan dalam Journal of Communication ini mengungkapkan bahwa rasa intim dan saling mempercayai ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental kedua pasangan. Karena mengurangi rasa curiga dan stres, seperti dilansir Prevention.

    Tim peneliti dari University of Hong Kong dan Cornell University mempelajari 63 pasangan heteroseksual yang sebagian besar adalah mahasiswa berusia sekitar 21 tahun. Sekitar setengah dari jumlah tersebut sedang menjalani hubungan jarak jauh, sementara sisanya tinggal berdekatan satu sama lain.

    Selama seminggu, mereka diminta untuk mencatat setiap interaksi dengan pasangan mereka sepanjang hari di buku harian online atau melalui media seperti pesan teks, email, video chat, atau pun bertatap muka. Peneliti mengkaji dari sisi lamanya berinteraksi, tingkat pengungkapan pribadi emosi, dan bagaimana masing-masing peserta berpendapat tentang respon pasangan mereka.

    Rata-rata para pasangan berjarak dekat memiliki 3,5 interaksi per hari di lebih dari satu media. Sementara pasangan jarak jauh cenderung memiliki lebih sedikit interaksi per hari, sehingga usia hubungan mereka lebih panjang dan lebih bermakna. Mereka menganggap pasangan mereka lebih terbuka dan jujur dibandingkan pasangan berjarak dekat.

    Terbukti bahwa pasangan hubungan jarak jauh lebih saling memahami dan peduli dengan pasangan mereka. Selain itu, mereka juga lebih optimis jika membicarakan tentang masa depan. Peningkatan keintiman ini karena masing-masing dari mereka memiliki tingkat komitmen yang tinggi.

    "Dengan menjalankan hubungan jarak jauh, Anda tidak akan mendapatkan kesempatan untuk bosan dengan pasangan. Sebab kebosanan merupakan masalah besar dalam hubungan jangka panjang," papar Tina Tessina, PhD, seorang psikoterapis.

    Selain itu, kini teknologi dapat mempererat hubungan jarak jauh. Anda tak hanya dapat menggunakan pesan teks, tetapi juga email, saling berkirim foto dan video. Simpanlah juga barang-barang pemberian pasangan dan manfaatkan waktu yang ada untuk dapat mendengar suara satu sama lain.

    "Sehatkan hubungan jarak jauh Anda dengan mencoba mengirimkan foto Anda sedang dalam situasi membosankan, misalnya sedang dalam meeting, melalui ponsel. Hal ini tentu bisa membuat Anda dan pasangan tertawa bersama dan makin mendekatkan," tutur Tina.


      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 10:48 am