Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Yesterday at 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA

Paid2YouTube.com

    Selalu Memaafkan Kekasih Juga Ada Buruknya, Ini Dia Risikonya

    Share

    bibang

    108
    20.08.11

    Selalu Memaafkan Kekasih Juga Ada Buruknya, Ini Dia Risikonya

    Post  bibang on Sat Aug 17, 2013 7:12 pm


    Wajar bila manusia pernah berbuat kesalahan. Akan tetapi, bila kesalahan yang sama terus dilakukan tidak bisa dianggap sebagai hal yang wajar. Melakukan tindakan yang salah dan mengulanginya kembali secara berlarut-larut bisa menjadi kebiasaan buruk. Terkadang wanita yang sedang jatuh cinta kerap menerima semua sikap buruk pasangannya dan pasrah begitu saja.

    Menurut psikolog klinis dewasa, Rosdiana Setyaningrum, M. Psi, wanita saat sedang jatuh cinta seringkali menjadi kurang logis karena terpengaruh oleh perasaan mereka. Terkadang hal itu bisa membuat mereka terpuruk. Jika Anda merupakan salah satu wanita yang selalu memaafkan dan menerima kembali kekasih yang telah berbuat salah tanpa mengambil tindakan, hati-hati bisa depresi.

    "Kita makin lama bisa semakin stres, depresi, menjadi orang yang nggak produktif, kerja nggak benar, atau mengganggu hubungan harmonis dengan teman," tutur psikolog yang akrab disapa Diana itu saat berbincang dengan wolipop beberapa waktu lalu di kawasan Artha Gading, Jakarta Utara.

    Wanita 40 tahun itu menjelaskan, kesalahan-kesalahan sepele dalam hubungan umumnya masih bisa diterima. Akan tetapi, kalau sudah menyangkut kekerasan fisik sebaiknya tidak perlu dilanjutkan. Kekerasan fisik bisa membuat kepercayaan diri wanita hancur hingga berujung depresi. Tidak hanya kekerasan fisik, tapi ada juga faktor lainnya.

    "Kalau benar-benar tidak bisa lagi kalau ada kekerasan fisik. Jadi ada kekerasan fisik, ekonomi, dan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Kalau KDRT terus si pelaku nggak mau berubah itu sudah tanda bahwa harus keluar dari hubungan itu karena bisa membahayakan kita kalau pasangan nggak mau berubah," papar psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

    Diana menuturkan, jika sudah ada kekerasan fisik saat pacaran atau setelah menikah sebaiknya segera putuskan hubungan sebelum berlanjut hingga lebih dari satu tahun. Menurut wanita 40 tahun itu, wanita yang menerima kekerasan lebih dari satu tahun akan sulit keluar dari hubungan asmaranya karena kepercayaan dirinya telah hancur dan merasa tidak bisa hidup tanpa pasangannya.

    Selain kekerasan tersebut, pria yang memakai obat-obatan terlarang dan tidak mau berubah juga sebaiknya ditinggalkan. Boleh saja memaafkan tapi bukan berarti harus kembali bersamanya. Pria yang memakai narkoba tidak hanya akan menghancurkan dirinya sendiri tapi Anda juga bisa kena risikonya.

    Diana mengatakan bahwa setiap orang tidak bisa berubah kecuali ada faktor yang bisa membuat mereka berbubah. Jadi jangan berharap kekasih Anda akan berubah setelah menikah jika saat pacaran saja sudah sering membuat Anda kecewa, terutama jika dia melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.

    "Jadi pacar saja sudah rese, gimana kawin. Pada dasarnya manusia nggak berubah jadi jangan harap dia berubah setelah menikah. Banyak perempuan percaya laki-laki akan berubah karena cintanya padahal nggak. Yang bisa ngubah dia hanya dia sendiri. Perlakuan apa pun yang ia dapat saat pacaran kemungkinan besar akan terulang setelah menikah kecuali orang ini mau berubah," tutup wanita yang juga mengambil gelar master di University of New South Wales, Sydney, Australia itu.



      Waktu sekarang Sun Sep 25, 2016 5:39 am