Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Selalu Memaafkan Kekasih Juga Ada Buruknya, Ini Dia Risikonya

    Share

    bibang

    108
    20.08.11

    Selalu Memaafkan Kekasih Juga Ada Buruknya, Ini Dia Risikonya

    Post  bibang on Sat Aug 17, 2013 7:12 pm


    Wajar bila manusia pernah berbuat kesalahan. Akan tetapi, bila kesalahan yang sama terus dilakukan tidak bisa dianggap sebagai hal yang wajar. Melakukan tindakan yang salah dan mengulanginya kembali secara berlarut-larut bisa menjadi kebiasaan buruk. Terkadang wanita yang sedang jatuh cinta kerap menerima semua sikap buruk pasangannya dan pasrah begitu saja.

    Menurut psikolog klinis dewasa, Rosdiana Setyaningrum, M. Psi, wanita saat sedang jatuh cinta seringkali menjadi kurang logis karena terpengaruh oleh perasaan mereka. Terkadang hal itu bisa membuat mereka terpuruk. Jika Anda merupakan salah satu wanita yang selalu memaafkan dan menerima kembali kekasih yang telah berbuat salah tanpa mengambil tindakan, hati-hati bisa depresi.

    "Kita makin lama bisa semakin stres, depresi, menjadi orang yang nggak produktif, kerja nggak benar, atau mengganggu hubungan harmonis dengan teman," tutur psikolog yang akrab disapa Diana itu saat berbincang dengan wolipop beberapa waktu lalu di kawasan Artha Gading, Jakarta Utara.

    Wanita 40 tahun itu menjelaskan, kesalahan-kesalahan sepele dalam hubungan umumnya masih bisa diterima. Akan tetapi, kalau sudah menyangkut kekerasan fisik sebaiknya tidak perlu dilanjutkan. Kekerasan fisik bisa membuat kepercayaan diri wanita hancur hingga berujung depresi. Tidak hanya kekerasan fisik, tapi ada juga faktor lainnya.

    "Kalau benar-benar tidak bisa lagi kalau ada kekerasan fisik. Jadi ada kekerasan fisik, ekonomi, dan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Kalau KDRT terus si pelaku nggak mau berubah itu sudah tanda bahwa harus keluar dari hubungan itu karena bisa membahayakan kita kalau pasangan nggak mau berubah," papar psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

    Diana menuturkan, jika sudah ada kekerasan fisik saat pacaran atau setelah menikah sebaiknya segera putuskan hubungan sebelum berlanjut hingga lebih dari satu tahun. Menurut wanita 40 tahun itu, wanita yang menerima kekerasan lebih dari satu tahun akan sulit keluar dari hubungan asmaranya karena kepercayaan dirinya telah hancur dan merasa tidak bisa hidup tanpa pasangannya.

    Selain kekerasan tersebut, pria yang memakai obat-obatan terlarang dan tidak mau berubah juga sebaiknya ditinggalkan. Boleh saja memaafkan tapi bukan berarti harus kembali bersamanya. Pria yang memakai narkoba tidak hanya akan menghancurkan dirinya sendiri tapi Anda juga bisa kena risikonya.

    Diana mengatakan bahwa setiap orang tidak bisa berubah kecuali ada faktor yang bisa membuat mereka berbubah. Jadi jangan berharap kekasih Anda akan berubah setelah menikah jika saat pacaran saja sudah sering membuat Anda kecewa, terutama jika dia melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.

    "Jadi pacar saja sudah rese, gimana kawin. Pada dasarnya manusia nggak berubah jadi jangan harap dia berubah setelah menikah. Banyak perempuan percaya laki-laki akan berubah karena cintanya padahal nggak. Yang bisa ngubah dia hanya dia sendiri. Perlakuan apa pun yang ia dapat saat pacaran kemungkinan besar akan terulang setelah menikah kecuali orang ini mau berubah," tutup wanita yang juga mengambil gelar master di University of New South Wales, Sydney, Australia itu.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 9:26 am