Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Maafkan dan Tinggalkan Dia

    Share
    avatar
    bibang

    108
    20.08.11

    Maafkan dan Tinggalkan Dia

    Post  bibang on Sun Aug 18, 2013 5:49 am


    Memaafkan pasangan yang telah berbuat kesalahan fatal, adalah sebuah tindakan yang dewasa dan bijaksana. Apakah nantinya hubungan tetap berlanjut atau tidak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

    "Misalnya pasangan melakukan kesalahan terus menerus, kalau kita tidak mau pisah apapun yang terjadi tetap dengan pasangan, ya jalani saja. Kebaikan datang dari kedua belah pihak," jelas psikolog klinis dewasa Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, saat ditemui wolipop di Artha Gading, Jakarta Utara, belum lama ini.

    Sejauh dan selama apa Anda bisa bertahan jika kekasih terus melakukan kesalahan yang sama, hanya diri sendiri yang bisa mengukurnya. Anda bisa memberi batasan waktu, misalnya 3 hingga 6 bulan. Selama rentang waktu tersebut, lihat dan cermati apakah akan memberinya kesempatan kedua dan melihat perkembangan hubungan.

    Tapi sebaiknya segera tinggalkan si dia apabila sudah terjadi kekerasan fisik dan membuat Anda tidak berkembang sebagai individu. "Kalau KDRT lalu si pelaku tidak mau berubah, itu sudah tanda bahwa kita harus keluar dari hubungan itu. Karena membahayakan kita," tutur psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

    Sebab ketika kesalahan yang sama terus terulang meskipun dia sudah berjanji tidak akan melakukannya lagi, itu merupakan indikasi bahwa sebenarnya dia sulit atau tidak bisa berubah. "Dasarnya memang nggak bisa diperbaiki, ya sudah," kata wanita yang akrab disapa Diana ini.

    Saat jalinan asmara harus berakhir, apakah berarti sudah tidak ada maaf baginya? Bukan. Memaafkan tetap punya porsi tersendiri untuk sebuah kesalahan. Hanya saja hubungan tidak bisa kembali seperti dulu lagi.

    "Maafkan saja, supaya tidak ada beban di kita," tutup Diana singkat.



      Waktu sekarang Thu Jul 20, 2017 11:31 pm