Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Yesterday at 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Kata Peneliti Ini, Kepribadian Otak Kanan-Otak Kiri itu Cuma Mitos

    Share

    via

    848
    04.03.09

    Kata Peneliti Ini, Kepribadian Otak Kanan-Otak Kiri itu Cuma Mitos

    Post  via on Wed Aug 21, 2013 8:03 am


    Selama ini yang kita tahu setiap orang cenderung lebih sering menggunakan salah satu sisi otaknya dibandingkan yang lain. Hal ini membuat mereka terbagi ke dalam dua kepribadian; kepribadian otak kiri dan otak kanan. Tapi ternyata sebuah studi baru mengatakan klaim ini hanyalah mitos belaka.

    Si pemilik 'otak kiri' dikatakan lebih logis, analitis serta\' pemikir yang cenderung berorientasi pada detail, sedangkan si empunya 'otak kanan' dianggap lebih kreatif, bijak tapi sekaligus subyektif. Dengan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI), tim peneliti dari AS ini berupaya menyanggah klaim bahwa karakteristik setiap orang cenderung bergantung pada salah satu sisi otak.

    Peneliti pun memindai otak 1.011 partisipan berusia 7-29 tahun untuk mengukur 'lateralisasi fungsi' otaknya, yaitu proses spesifik yang berlangsung di masing-masing sisi otak dan menentukan kecenderungan fungsi kognitif seseorang, apakah didominasi oleh sisi kanan atau kiri.

    Kemudian setelah mengamati koneksi jaringan otak masing-masing partisipan, peneliti pun menyimpulkan tak ada bukti yang mengindikasikan bahwa otak partisipan terlihat lebih kuat di salah satu sisi, baik itu kanan maupun kiri.

    "Sejumlah fungsi otak memang terjadi di salah satu sisi. Bahasa cenderung diatur otak kiri, sedangkan pusat perhatian ada di sisi kanan. Namun tak ada kecenderungan seseorang memiliki jaringan otak yang lebih kuat di otak sisi kiri atau otak kanannya," tandas ketua tim peneliti, Dr. Jeff Anderson seperti dilansir Foxnews.

    Peneliti juga mengatakan meski karakteristik tertentu bisa jadi dikaitkan dengan fungsi otak kiri atau kanan, tapi bukan berarti otak mereka beroperasi dengan cara yang berbeda.

    "Kami hanya tidak melihat adanya pola dimana jaringan otak kiri lebih terkoneksi atau jaringan otak kanan yang lebih terhubung pada orang-orang tertentu," timpal peneliti lain, Jared Nielsen yang juga mahasiswa jurusan neurosains dari University of Utah.

    "Bahkan bisa jadi sebenarnya karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang itu tak ada hubungannya dengan salah satu sisi otak yang lebih aktif, lebih kuat atau lebih terkoneksi," pungkasnya.

    Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE.



      Waktu sekarang Sun Sep 25, 2016 9:01 pm