Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kata Peneliti Ini, Kepribadian Otak Kanan-Otak Kiri itu Cuma Mitos

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Kata Peneliti Ini, Kepribadian Otak Kanan-Otak Kiri itu Cuma Mitos

    Post  via on Wed Aug 21, 2013 8:03 am


    Selama ini yang kita tahu setiap orang cenderung lebih sering menggunakan salah satu sisi otaknya dibandingkan yang lain. Hal ini membuat mereka terbagi ke dalam dua kepribadian; kepribadian otak kiri dan otak kanan. Tapi ternyata sebuah studi baru mengatakan klaim ini hanyalah mitos belaka.

    Si pemilik 'otak kiri' dikatakan lebih logis, analitis serta\' pemikir yang cenderung berorientasi pada detail, sedangkan si empunya 'otak kanan' dianggap lebih kreatif, bijak tapi sekaligus subyektif. Dengan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI), tim peneliti dari AS ini berupaya menyanggah klaim bahwa karakteristik setiap orang cenderung bergantung pada salah satu sisi otak.

    Peneliti pun memindai otak 1.011 partisipan berusia 7-29 tahun untuk mengukur 'lateralisasi fungsi' otaknya, yaitu proses spesifik yang berlangsung di masing-masing sisi otak dan menentukan kecenderungan fungsi kognitif seseorang, apakah didominasi oleh sisi kanan atau kiri.

    Kemudian setelah mengamati koneksi jaringan otak masing-masing partisipan, peneliti pun menyimpulkan tak ada bukti yang mengindikasikan bahwa otak partisipan terlihat lebih kuat di salah satu sisi, baik itu kanan maupun kiri.

    "Sejumlah fungsi otak memang terjadi di salah satu sisi. Bahasa cenderung diatur otak kiri, sedangkan pusat perhatian ada di sisi kanan. Namun tak ada kecenderungan seseorang memiliki jaringan otak yang lebih kuat di otak sisi kiri atau otak kanannya," tandas ketua tim peneliti, Dr. Jeff Anderson seperti dilansir Foxnews.

    Peneliti juga mengatakan meski karakteristik tertentu bisa jadi dikaitkan dengan fungsi otak kiri atau kanan, tapi bukan berarti otak mereka beroperasi dengan cara yang berbeda.

    "Kami hanya tidak melihat adanya pola dimana jaringan otak kiri lebih terkoneksi atau jaringan otak kanan yang lebih terhubung pada orang-orang tertentu," timpal peneliti lain, Jared Nielsen yang juga mahasiswa jurusan neurosains dari University of Utah.

    "Bahkan bisa jadi sebenarnya karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang itu tak ada hubungannya dengan salah satu sisi otak yang lebih aktif, lebih kuat atau lebih terkoneksi," pungkasnya.

    Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 11:28 am