Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    3.000 Lebih Senyawa Kimia Ditemukan dalam Urine

    Share

    Amanda_juliana

    62
    09.07.13

    3.000 Lebih Senyawa Kimia Ditemukan dalam Urine

    Post  Amanda_juliana on Sat Sep 07, 2013 11:36 am


    Apalah artinya urine. Cairan sedikit bau dan berwarna kekuningan yang dikeluarkan dari tubuh itu hanyalah limbah akhir manusia. Tapi jangan salah, sekelompok peneliti dari Kanada berhasil menemukan bahwa urine manusia mengandung lebih dari 3.000 senyawa kimia, dan jumlah ini masih bisa bertambah.

    Setelah menghabiskan waktu selama tujuh tahun, barulah peneliti dapat mendeteksi sedikitnya 3.079 senyawa kimia di dalam urine manusia. 72 Senyawa 'terbuat dari' bakteri, sedangkan 1.453 senyawa berasal dari tubuh manusia sendiri. 2.282 senyawa lainnya berasal dari makanan, obat-obatan, kosmetik atau paparan lingkungan (bahkan beberapa senyawa tergolong ke dalam lebih dari satu kelompok senyawa).

    "Urine merupkan biofluid yang luar biasa kompleks. Saking banyaknya kita mungkin takkan pernah mengira ada begitu banyak senyawa yang masuk ke dalam toilet kita," ujar peneliti David Wishart, profesor biologi dan ilmu komputer dari University of Alberta seperti dilansir Livescience.

    Keseluruhan metabolit yang ada di dalam urine manusia tersebut dapat dideteksi dengan menggunakan sebuah teknologi mutakhir, yang kini telah ditempatkan di database online publik yang disebut dengan Urine Metabolome Database. Kata 'metabolome' sendiri merujuk pada koleksi metabolit komplit yang dimiliki database tersebut berupa seluruh produk yang dihasilkan proses metabolisme dalam tubuh, termasuk hormon, vitamin, dan molekul lainnya.

    Menurut peneliti, urine sendiri sudah lama menjadi biofluid 'favorit' di kalangan ilmuwan karena steril dan dapat diperoleh dengan mudah dalam jumlah besar. Kendati begitu, kompleksitas senyawa dalam urine membuatnya jadi sulit dipahami.

    Sebab sebagai salah satu materi limbah biologi, urine biasanya mengandung produk-produk pecahan metabolik dari berbagai hal mulai dari makanan, minuman, obat-obatan, kontaminan lingkungan, limbah metabolit dari tubuh hingga produk sampingan dari bakteri.

    Dibandingkan dengan cairan tubuh lainnya seperti air liur atau cairan cerebrospinal, urine mengandung senyawa 5-10 kali lebih banyak dan menunjukkan keragaman senyawa kimiawi yang lebih besar. Bahkan peneliti mencatat dalam urine manusia terdapat 230 kelas senyawa kimia yang berbeda.

    "Padahal sejauh ini kami hanya mengetahui ada 356 kelas senyawa kimia yang ada di dalam keseluruhan metabolome manusia. Dengan kata lain, temuan ini menunjukkan betapa besarnya keragaman senyawa yang ditemukan dalam urine," kata peneliti.

    Tak hanya itu, peneliti mengaku menemukan lebih dari 480 senyawa kimia dalam urine yang sebelumnya tidak ditemukan di dalam darah. Hal ini bertentangan dengan gagasan yang selama ini dipercaya para ilmuwan bahwasanya koleksi senyawa kimia di dalam urine merupakan bagian dari senyawa-senyawa yang ada di dalam darah.

    Lalu bagaimana urine bisa mengandung senyawa sebanyak itu? "Fakta inilah yang membuatnya jadi unik, tapi ini tampaknya ada hubungannya dengan fakta bahwa ginjal telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam memusatkan metabolit tertentu dari darah (dan memasukkannya ke dalam urine)," simpul peneliti.

    Untuk menemukan ribuan senyawa itu, peneliti mengaku menggunakan berbagai teknik, termasuk nuclear magnetic resonance spectroscopy, gas chromatography, mass spectrometry dan liquid chromatography. Kemudian peneliti menganalisis sampel urin dari 22 partisipan sehat dan mempelajari berbagai literatur ilmiah tentang urin manusia selama lebih dari 100 tahun untuk mendukung temuan mereka.

    Mengapa temuan ini dirasa penting? Peneliti mengira komposisi kimiawi urin bisa jadi dibutuhkan oleh para dokter, ahli gizi dan pakar lingkungan karena dapat mengungkap berbagai kondisi medis, begitu pula dengan informasi tentang apa saja yang telah dikonsumsi seseorang dan senyawa kimiawi apa saja yang telah memaparinya.

    Namun Wishart memperingatkan database ini hanyalah petunjuk awal untuk mengetahui komposisi kimiawi dari urin. "Bisa jadi database komposisi kimiawi urin ini akan dikembangkan menjadi teknik dan instrumen baru untuk mengidentifikasi senyawa lainnya," tutupnya.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 7:23 am