Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ini Sebabnya Serangan Jantung Sering Terjadi di Pagi Hari

    Share

    vinakio

    18
    08.08.13

    Ini Sebabnya Serangan Jantung Sering Terjadi di Pagi Hari

    Post  vinakio on Fri Sep 13, 2013 9:18 am


    Meskipun serangan jantung sangat mungkin terjadi kapan saja, ada waktu di mana kondisi ini paling sering terjadi. Diketahui serangan jantung paling lebih sering terjadi di pagi hari, tepatnya di pukul 6 hingga 10 pagi. Mengapa demikian?

    Dilaporkan oleh The National Heart, Lung and Blood Institute, serangan jantung mendadak yang terlanjur terjadi dapat membunuh hanya dalam hitungan menit jika RJP atau defibrilator tidak segera diberikan. Serangan jantung mendadak merupakan saat di mana jantung berhenti berfungsi karena adanya gangguan listrik, seperti dilansir Huffington Post.

    Menurut penelitian terbaru, kondisi ini sangat mungkin terjadi berhubungan dengan kadar protein yang disebut KLF15. Protein ini bertugas untuk mengatur aktivitas listrik di jantung.

    Dr Mukesh Jain, MD, dari Case Western Reserve University, menemukan bahwa orang dengan gagal jantung cenderung memiliki protein KLF15 dengan kadar yang rendah. Selain itu, ia dan rekan-rekannya juga menemukan bahwa pada tikus protein ini memiliki hubungan dengan ritme sirkadian (ritme internal tubuh) dan serangan jantung mendadak.

    "Serangan jantung mendadak dan ketidakstabilan listrik ini menyebabkan sekitar 325.000 kematian setiap tahunnya di Amerika Serikat. Penelitian kami menunjukkan kemungkinan dibuatnya obat yang dapat mengurangi risiko itu," ungkap Jain.

    Kini Jain sedang mencari obat potensial yang dapat meningkatkan kadar KLF15. Hal ini dilakukan untuk untuk melihat apakah peningkatan protein ini dapat membantu mencegah serangan jantung mendadak.

    Saat ini, pilihan untuk pencegahan serangan jantung mendadak meliputi perubahan gaya hidup seperti makan makanan bergizi, berolahraga, dan tidak merokok atau minum berlebihan. Perlu juga untuk selalu minum obat dokter jika memang direkomendasikan.

    Penelitian ini telah dipresentasikan dalam pertemuan tahunan The American Chemical Society.



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 7:10 pm