Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Ini Sebabnya Serangan Jantung Sering Terjadi di Pagi Hari

    Share

    vinakio

    18
    08.08.13

    Ini Sebabnya Serangan Jantung Sering Terjadi di Pagi Hari

    Post  vinakio on Fri Sep 13, 2013 9:18 am


    Meskipun serangan jantung sangat mungkin terjadi kapan saja, ada waktu di mana kondisi ini paling sering terjadi. Diketahui serangan jantung paling lebih sering terjadi di pagi hari, tepatnya di pukul 6 hingga 10 pagi. Mengapa demikian?

    Dilaporkan oleh The National Heart, Lung and Blood Institute, serangan jantung mendadak yang terlanjur terjadi dapat membunuh hanya dalam hitungan menit jika RJP atau defibrilator tidak segera diberikan. Serangan jantung mendadak merupakan saat di mana jantung berhenti berfungsi karena adanya gangguan listrik, seperti dilansir Huffington Post.

    Menurut penelitian terbaru, kondisi ini sangat mungkin terjadi berhubungan dengan kadar protein yang disebut KLF15. Protein ini bertugas untuk mengatur aktivitas listrik di jantung.

    Dr Mukesh Jain, MD, dari Case Western Reserve University, menemukan bahwa orang dengan gagal jantung cenderung memiliki protein KLF15 dengan kadar yang rendah. Selain itu, ia dan rekan-rekannya juga menemukan bahwa pada tikus protein ini memiliki hubungan dengan ritme sirkadian (ritme internal tubuh) dan serangan jantung mendadak.

    "Serangan jantung mendadak dan ketidakstabilan listrik ini menyebabkan sekitar 325.000 kematian setiap tahunnya di Amerika Serikat. Penelitian kami menunjukkan kemungkinan dibuatnya obat yang dapat mengurangi risiko itu," ungkap Jain.

    Kini Jain sedang mencari obat potensial yang dapat meningkatkan kadar KLF15. Hal ini dilakukan untuk untuk melihat apakah peningkatan protein ini dapat membantu mencegah serangan jantung mendadak.

    Saat ini, pilihan untuk pencegahan serangan jantung mendadak meliputi perubahan gaya hidup seperti makan makanan bergizi, berolahraga, dan tidak merokok atau minum berlebihan. Perlu juga untuk selalu minum obat dokter jika memang direkomendasikan.

    Penelitian ini telah dipresentasikan dalam pertemuan tahunan The American Chemical Society.



      Waktu sekarang Thu Jan 19, 2017 9:09 am