Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    5 Kesalahan 'Kecil' Saat Diet yang Buat Berat Badan Sulit Turun

    Share
    avatar
    Amanda_juliana

    62
    09.07.13

    5 Kesalahan 'Kecil' Saat Diet yang Buat Berat Badan Sulit Turun

    Post  Amanda_juliana on Fri Sep 20, 2013 6:04 am


    Berbagai metode diet sehat sudah dijalani, tapi berat badan dan ukuran lingkar pinggang tak kunjung menyusut. Padahal Anda merasa sudah disiplin diet penurunan berat badan dan olahraga secara rutin. Secara tidak sadar, mungkin ada beberapa kesalahan yang kelihatannya sepele tapi ternyata berdampak besar terhadap kesuksesan diet Anda. Pakar diet yang menulis buku 'The Good Mood Diet and The Power Food Nutrition Plan' Susan Kleiner, mengungkapkan lima kesalahan diet dan cara untuk memperbaikinya, seperti dikutip dari Fitbie.

    1. Gula, Gula dan Gula
    Hanya karena Anda tidak makan permen atau cupcakes, bukan berati Anda tidak mengonsumsi banyak gula. Yoghurt, smoothies, oatmeals bahkan nasi sekalipun juga mengandung gula. Saat diet penurunan berat badan, jumlah konsumsi gula Anda sebaiknya dibatasi hanya sebanyak 22 gram atau 6 sendok teh per hari. Alternatifnya, hitunglah gula dari makanan yang akan Anda konsumsi. Pilihlah oatmeal yang mengandung 8 gram gula, plain yogurt, atau buah-buahan yang rata-rata memiliki 10 gram gula.

    2. Kurang Asupan Lemak
    Kleiner mengatakan, "Banyak orang yang terfokus pada menghilangkan lemak sehingga mereka lebih memilih mengonsumsi makanan bebas lemak. Padahal kebutuhan kalori dari lemak yang dibutuhkan manusia adalah sekitar 20 - 35 persen."

    Jika kebutuhan kalori Anda kurang tecukupi, hal tersebut dapat memengaruhi suasana hati Anda. Selain itu juga bisa menyebabkan timbulnya rasa marah maupun kecemasan. Efek buruknya, Anda tidak merasa kenyang sehingga dapat memicu untuk makan lebih banyak lagi. Cara mengatasinya adalah dengan makan sayuran yang dikukus seperti bayam, brokoli, wortel, kemudian mencampurkan sayuran tersebut dengan minyak zaitun atau taburan kacang almond yang kaya lemak sehat. Bisa juga dengan mengonsumsi ikan tuna atau salmon.

    3. Menunda Sarapan
    Seringkali Anda bangun kesiangan sehingga memilih menunda sarapan setelah sampai kantor. Mungkin juga Anda telah bangun pagi, namun menunda sarapan. Hal ini merupakan sebuah kebiasaan buruk yang harus Anda tinggalkan.

    Otak Anda bekerja dengan bantuan glukosa, sehingga ketika Anda menunda atau bahkan meninggalkan sarapan, maka kerja otak akan menurun dan meningkatkan risiko stres, terlebih ketika Anda harus menghadapi kemacetan. Sarapan meningkatkan metabolisme dalam tubuh sebesar 10 persen, sehingga kalori yang terbakar cukup banyak.

    4. Tidak Makan Setelah Fitnes
    Kebanyakan orang memilih tidak makan setelah fitnes. Mereka takut aktivitas tersebut akan terbuang percuma karena khawatir kalori yang dikonsumsi tidak sebanding dengan kalori yang dibakar.

    Padahal makan snack setelah fitness cukup penting untuk mengisi nutrisi pada otot agar cepat pulih, serta\' mencegah makan berlebihan pada jam berikutnya. Kleiner menyarankan untuk meminum secangkir susu cokelat, whey protein atau buah setelah Anda berolahraga. Susu mengandung banyak leucine dan asam amino yang baik untuk perbaikan dan pertumbuhan otot.

    5. Banyak Konsumsi Makanan Olahan
    Mengonsumsi makanan olahan seperti nugget, sosis, bakso atau french fries memang memudahkan Anda dalam menyajikan masakan. Namun perlu Anda ketahui, makanan ini tidak benar-benar padat gizi juga tinggi lemak dan kalori. Kebanyakan makanan olahan mengandung sedikit antioksidan dan serat, selain itu makanan jenis ini juga cenderung memiliki kadar natrium yang cukup tinggi. Sebaiknya Anda memasak sendiri makanan yang berasal dari bahan-bahan alami, atau istilah populernuya whole foods karena masih mengandung nutrisi lengkap.



      Waktu sekarang Sat Jul 22, 2017 7:57 pm