Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Dana Bom Disinyalir dari Timteng

    Share

    andy

    4
    14.08.09

    Dana Bom Disinyalir dari Timteng

    Post  andy on Fri Aug 14, 2009 8:14 pm

    Mabes Polri dengan bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan menelusuri alir­an dana Rp 1 miliar yang diterima Saifud­din Jaelani, salah satu buron pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli 2009 lalu. Dana itu digunakan sebagai dana operasional.

    “Kami bekerja sama dengan PPATK untuk menelusuri asal dan pengirim dana berupa dolar pecahan dengan nomor seri yang banyak beredar dari Timur Tengah,” kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri me­lalui Kepala Divisi Humas Ma­bes Polri Irjen Nanan Soe­karna di Jakarta, Kamis (13/Cool.
    Dia mengatakan, semua informasi akan dicek kebenarannya untuk mengetahui dari mana jaringan teroris itu mendapatkan uang dolar pecahan yang di Indonesia sangat sulit ditemukan. Karena itu Polri bekerja sama dengan PPATK untuk menelusuri semua ini.
    Saifuddin Jaelani adalah ustaz dan pemilik pesantren di daerah Kahuripan, Bogor, Jawa Barat. Ia adalah orang yang merekrut Dani Dwi Permana, pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott pada 17 Juli lalu. Saifuddin Jaelani inilah yang diduga kuat menerima aliran dana itu. Uang dolar pecahan US$ 10 dan US$ 20 itu juga dipakai untuk memesan kamar 1808 di Hotel JW Marriott. Nomor seri pecahan dolar itu ditengarai banyak beredar di kawasan Timur Tengah.
    Menurut Nanan seperti bia­sa­nya jaringan teroris ini akan lari ke Sumatera atau ke Ka­li­mantan untuk bersembunyi. Dae­­rah tersebut juga banyak orang atau kelompok teroris yang “ditanam” oleh Noordin M Top.
    Saat ditanya tentang penangkapan enam ulama dari Malaysia beberapa waktu lalu serta adanya para imigran gelap dari Pakistan masuk ke Indonesia, Nanan kembali menegaskan sejauh ini keenam ustaz dari Malaysia itu hanya menyalahi izin dokumen keimigrasian. Meski begitu, keenam ulama ini masih ditahan.

    Masih Diteliti
    Pihak Mabes Polri hingga kini masih menyelidiki keter­kaitan bahan peledak yang ditemukan dalam gudang milik Sugianto di RT 2/4 Kampung Bojong Cimahpar, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (12/Cool malam, dengan bom jaringan Noordin M Top.
    Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak, Kamis mengatakan, pi­hak­nya kini masih terus melakukan pendalaman.
    Komandan Satuan Dua Pe­lopor Brimob Kedung­ha­lang, Kota Bogor Kombes Saiful Bahri mengungkapkan, bahan peledak yang ditemukan timnya di Kampung Bojong Ci­mah­par, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat mirip de­ngan bahan peledak yang ditemukan di Perumahan Nusa­phala, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/Cool lalu.
    Dia menyebutkan, di dalam rumah tersebut polisi juga mengamankan lima karung plus satu jerigen. Disita juga bahan kimia seperti belerang 5 kilogram (kg), potasium 7 kg, asam sulfat satu jerigen, hid­rogen peroksida satu kg dan sulfur. Kombes Saiful Bahri menambahkan, bahan baku peledak itu diperkirakan memiliki daya ledak yang cukup tinggi. Sugian­to, pemilik gudang itu ketika dihubungi SH, Kamis pagi ini meng­ungkapkan, gudang miliknya dua bulan lalu disewa. Awalnya ia tidak menaruh curiga terhadap orang yang menyewa gudang itu karena mereka mengaku sebagai mahasiswa yang hendak melakukan praktik pertanian.
    Gudang itu awalnya di­pakai sebagai kandang ayam, tetapi kemudian dimanfaatkan Sugianto menjadi tempat penggergajian kayu. Kemudian datang tiga orang yang me­nga­ku mahasiswa untuk me­nyewa tempat itu. Kesepakatan, gudang tersebut disewa selama tiga bulan dan per bulannya di­bayar Rp 200.000. Kalau praktiknya berhasil, sewa gudang akan dinaikkan menjadi Rp 300.000 per bulan.
    Setelah 20 hari menggunakan gudang, Sugianto me­minta kartu tanda penduduk (KTP) untuk dilaporkan ke RT setempat. Ketika itu penyewa gudang berjanji akan segera menyerahkan fotokopi KTP-nya. Namun sejak saat itu pula, pemuda tidak dikenal tersebut menghilang.
    Sugianto kaget ketika me­nyaksikan berita siaran televisi tentang penggerebekan di Perumahan Nusaphala, Jati­asih, Kota Bekasi. Pasalnya, salah satu yang tewas dalam penggerebekan itu bernama Eko Joko Sarjono yang ternyata sangat mirip dengan penyewa gudang miliknya.”Yang meminta gudang saya untuk disewa sebagai tempat praktik pertanian, orangnya mirip sekali dengan Eko Joko Sarjono yang di Jatiasih, Kota Bekasi. Sedangkan dua temannya yang tetap di dalam mobil, satu di antaranya wanita berkerudung tertutup, sedangkan satu lagi pria agak botak, kumis tipis dan berjenggot,’’ tuturnya.
    Curiga dengan barang-barang yang masih teronggok dalam gudang, Sugianto ak­hirnya melapor ke Polsekta Bo­gor Utara. Pada Rabu ma­lam, petugas Polresta Bogor meng­geledah gudang milik Sugianto dan menemukan sejumlah bahan kimia yang dapat digunakan untuk bahan peledak.

    Dimakamkan
    Ny Tini Larantika, ibunda Dani Dwi Permana, sangat sedih menyaksikan jenazah anaknya saat dimasukkan ke liang lahat. Jenazah Dani dimakamkan di pemakaman umum wakaf Kampung Sasak, Kabupaten Bogor, Rabu siang. Prosesi pemakaman Dani dihadiri puluhan warga sekitar dan kakak kandungnya, Jaka (20).
    Dia meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas tindakan yang dilakukan Dani. ”Dia bukan teroris, tapi dia dijadikan alat dan korban orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya. Hal senada diungkapkan Jaka, kakak Dani. Dia juga me­minta maaf kepada ma­sya­rakat. “Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar memantau terus anak-anaknya yang ikut pengajian. Jangan sampai ada korban lagi. Cukuplah adik saya yang menjadi korban,” ujar Jaka.
    Dua jenazah teroris yang ditembak mati di Perumahan Nusaphala, Jatiasih, Kota Bekasi yakni Eko Joko Sarjono dan Air Setiawan alias Aher, Rabu malam, tiba di Kampung Brengosan, Kota Solo, Jawa Tengah. Ratusan pelayat me­nyambut kedatangan jenazah. Ambulans yang membawa dua jenazah tersebut dengan dika­wal dua mobil polisi disambut ratusan pelayat sejak sampai di Jalan Hasanudin, Kota Solo.
    Dari lokasi tersebut, ratusan orang yang menyambut kedua jenazah tersebut menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengantar jenazah Eko Joko Sarjono dan satu kelompok lainnya mengantar jenazah Air Setiawan untuk dibawa ke rumah masing-masing. Kedua je­nazah, Kamis siang ini, dimakamkan berjejer di Tempat Pemakaman Muslim Kaliyoso, Kecamatan Kalijam­be, Sragen, Jawa Tengah. Sebelum diberangkatkan ke Sragen, kedua jenazah akan disalatkan di Masjid Muhajirin di Kampung Brengosan.
    Dari Pontianak, Kaliman­tan Barat (Kalbar) dilaporkan Kapolda Kalbar Brigjen Erwin TPL Tobing, Rabu siang me­ngatakan, pihaknya mening­katkan pengawasan terutama di daerah perbatasan dengan ne­gara bagian Sarawak, Fe­derasi Malaysia untuk meng­hindari jaringan teroris Noor­din M Top melakukan langkah infiltrasi di wilayah itu.
    Danrem 121/Alam Bhana Wanawai Kol (Inf) Nukman Kasodi di tempat terpisah me­ngatakan, sudah ada perintah dari Panglima TNI Joko Santoso agar jaringan intelijen di kalangan TNI lebih dimaksimalkan untuk membantu tugas Polri mengungkap jaringan teroris.
    Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo di Semarang, Rabu siang, me­ngaku dirinya merasa geram karena Jawa Tengah menjadi pilihan utama jaringan teroris sebagai tempat persembunyian dan perekrutan anggota. Ka­rena itu, dia meminta agar bupati dan wali kota di wilayahnya sering terjun ke bawah untuk bertemu dengan masyarakatnya sekaligus un­tuk mencegah kemungkinan terjadinya penyusupan anggota teroris itu. "Saya geram, kenapa yang dipilih (teroris) Jateng," ujar Bibit.
    Terkait dengan Muhjahri, pemilik rumah yang dijadikan sebagai tempat bersembunyi Ibrohim di Temanggung, Jawa Tengah, pihak Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah akan memberikan bantuan hukum kepada yang bersangkutan karena Muhjahri adalah guru SMP Muhammadiyah Kedu, mantan guru Departemen Aga­ma di sebuah MI di Temang­gung yang juga aktif di orga­nisasi Muhammadiyah.
    Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syam­suddin di Kantor PP Muham­madiyah di Yogyakarta, Rabu siang, bantuan itu diberikan karena pihaknya berpegang pada asas praduga tak ber­salah. ”Kalau nantinya be­liau terbukti bersalah ya tidak apa-apa. Kami bertindak profe­sional,” katanya.

      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 1:01 am