Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Studi: Bau Harum pada Bayi Baru Lahir Ciptakan Ikatan Ibu dan Anak

    Share

    andi_bunga

    38
    16.07.12

    Studi: Bau Harum pada Bayi Baru Lahir Ciptakan Ikatan Ibu dan Anak

    Post  andi_bunga on Tue Oct 08, 2013 8:16 am


    Bayi yang baru lahir pasti membuat siapapun yang melihat jatuh cinta karena kelucuannya. Selain itu bayi terkenal memiliki bau yang begitu harum, sehingga banyak orang betah dekat-dekat dengan bayi. Sebenarnya bau apakah itu?

    Sebuah studi baru mengungkap bau bayi ini sebenarnya adalah senyawa kimia yang menjadi media komunikasi sekaligus sarana untuk membentuk ikatan antara sang bayi dengan ibunya. Hanya saja bau tersebut menimbulkan reaksi di dalam otak yang serupa dengan makan makanan enak atau bahkan berhubungan intim.

    "Sinyal kimiawi yang hanya bisa terdeteksi oleh indra penciuman dan menjadi alat komunikasi antara ibu dan anak ini cukup intens. Dan untuk pertama kalinya studi kami memperlihatkan bahwa bau bayi yang baru lahir, dan menjadi bagian dari sinyal ini, mengaktifkan sirkuit saraf yang berkaitan dengan reward di dalam otak para ibu," ungkap peneliti Dr Johannes Frasnelli dari Montreal University, Kanada seperti dilansir Daily Mail.

    "Sirkuit-sirkuit ini juga terlihat aktif ketika Anda mengonsumsi sesuatu saat merasa kelaparan, begitu juga pada orang-orang yang kecanduan obat. Ini semacam mekanisme untuk memuaskan keinginan seseorang," tambahnya.

    Dr Frasnelli dan rekan-rekannya menemukan fakta ini setelah mengamati dua kelompok wanita, yang masing-masing berisi 15 orang. Kelompok pertama diketahui baru melahirkan enam minggu sebelum studi, dan kelompok kedua adalah sekumpulan wanita yang tak punya bayi. Kemudian keduanya dipapari piyama berbau bayi baru lahir oleh peneliti sementara otak mereka dipindai.

    Dari situ terbukti, meski baunya bukan berasal dari bayi partisipan sendiri, kadar hormon 'kesenangan' atau dopamine pada bagian otak bernama caudate nucleus partisipan yang baru saja melahirkan terlihat lebih banyak daripada partisipan yang tidak memiliki anak.

    Caudate nucleus merupakan bagian pusat pada otak yang memainkan peranan penting dalam proses pembelajaran dan daya ingat. "Dan dopamine sendiri adalah neurotransmiter utama di bagian otak ini," imbuh Dr Frasnelli.

    Dengan kata lain sirkuit ini membuat seseorang ingin makan makanan tertentu dan menyebabkan kecanduan seperti pada rokok dan narkoba. Tapi perlu diingat jika tak semua bau menimbulkan reaksi semacam ini. "Hanya bau-bau yang berkaitan dengan reward saja, misalnya makanan atau aktivitas pemuas keinginanlah yang menyebabkan aktivasi pada sirkuit ini," kata Dr Frasnelli.

    Lagipula dopamine juga telah lama dikaitkan dengan kenikmatan berbau seksual dan bentuk gratifikasi lainnya.

    Yang jelas studi ini menunjukkan jika bau bayi yang baru lahir memainkan peranan penting dalam membentuk respons emosional antara ibu dan anaknya, terutama dengan menonjolkan fungsi maternal seorang ibu seperti menyusui dan naluri untuk melindungi bayinya.

    Selain itu, ikatan antara ibu dan anak ini merupakan produk dari proses seleksi alam dalam sebuah lingkungan di mana ikatan semacam itu begitu penting bagi kelangsungan hidup si bayi yang baru lahir.

    "Bisa jadi proses persalinan menyebabkan perubahan hormonal yang mempengaruhi sirkuit reward di dalam caudate nucleus ini, tapi tidak menutup kemungkinan proses pembentukan pengalaman juga berperan disini," ujar Dr Frasnelli.

    Namun Dr Frasnelli mengaku tak tahu apakah reaksi ini hanya terjadi pada para ibu atau tidak karena para ayah tidak dilibatkan dalam percobaan yang ia lakukan.


      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 9:24 pm