Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Calon Mempelai Pria Divonis Meninggal, Wanita Ini Percepat Pernikahannya

    Share

    Amanda_juliana

    62
    09.07.13

    Calon Mempelai Pria Divonis Meninggal, Wanita Ini Percepat Pernikahannya

    Post  Amanda_juliana on Wed Oct 09, 2013 8:00 am


    Ketika tahu calon suami akan meninggal, apa yang Anda lakukan, putus atau tetap melanjutkan pernikahan? Wanita asal Inggris ini memilih yang kedua. Dia pun mempercepat pernikahannya demi bisa merasakan hidup sebagai suami-istri bersama pria yang dicintainnya, meskipun itu mungkin hanya sesaat.

    Maria, itulah nama wanita yang mempercepat pernikahannya dengan sang kekasih Andre Timberlake-Evans. Andre didiagnosa menderita kanker otak yang tidak dapat disembuhkan. Dokter mengatakan padanya kalau dia hanya punya kesempatan hidup kurang dari setahun.

    Meskipun Andre divonis hidup tidak lama lagi, Maria bertekad melanjutkan rencana pernikahan mereka. Hanya dalam dua minggu dia mempersiapkan segala sesuatunya. Pasangan yang sudah bersama selama 12 tahun itu pun menikah Jumat (4/10/2013) lalu di Hotel Hadley Park, Telford, Shropshire, Inggris.

    "Cukup aneh karena kami mendapatkan hari paling bahagia dalam hidup sementara di sisi lain, ada bom waktu di tubuhku. Ini seperti Titanic, orang-orang tetap berpesta dan kapalnya tenggelam," ujar Andre, 39 tahun.

    Andre awalnya berencana menikahi Maria yang sudah memberinya seorang putra, tahun depan di Pulau Sicily. Ketika dokter memvonis hidupnya tak sampai setahun dia tetap ingin melanjutkan rencana tersebut. Tapi tidak demikian dengan Maria.

    "Konsultan pernikahan bertanya apakah kami tetap berencana menikah dan aku bilang, iya, tahun depan, tapi dia langsung bilang, lakukan sekarang. Aku cukup bingung dan Maria menangis," cerita Andre seperti dikutip Daily Mail.

    Pernikahan Andre dan Maria yang digelar pekan lalu dihadiri 70 orang dari keluarga dan teman dekat mereka. Putra mereka satu-satunya, Max, menjadi si pembawa cincin. Maria tampak menawan dengan gaun yang dipinjamnya dari seorang teman dekat. Pernikahan yang dipersiapkan dengan cepat itu memang banyak dibantu oleh teman-teman kedua mempelai.

    "Kami sangat bahagia melihat bagaimana keluarga, teman, konsumen bahkan orang yang benar-benar tak kami kenal, berbondong-bondong membantu kami," kata Maria yang bekerja di sebuah toko swalayan.

    Maria sangat tersentuh dengan sifat humanis orang-orang yang membantu pernikahannya dengan Andre. Dia semakin bersemangat menggelar pernikahan meskipun tahu hidup Andre tidak akan lama.

    "Kami hanya berusaha melakukan hal-hal normal bersama. Aku tidak pernah berpikir dia akan pergi. Aku berpikir kami akan memiliki waktu lebih banyak dan kami akan menikmati setiap hari dari pernikahan kami sampai itu (kematian) tiba," urai wanita 31 tahun itu.


      Waktu sekarang Sat Oct 01, 2016 5:04 am