Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Calon Mempelai Pria Divonis Meninggal, Wanita Ini Percepat Pernikahannya

    Share

    Amanda_juliana

    62
    09.07.13

    Calon Mempelai Pria Divonis Meninggal, Wanita Ini Percepat Pernikahannya

    Post  Amanda_juliana on Wed Oct 09, 2013 8:00 am


    Ketika tahu calon suami akan meninggal, apa yang Anda lakukan, putus atau tetap melanjutkan pernikahan? Wanita asal Inggris ini memilih yang kedua. Dia pun mempercepat pernikahannya demi bisa merasakan hidup sebagai suami-istri bersama pria yang dicintainnya, meskipun itu mungkin hanya sesaat.

    Maria, itulah nama wanita yang mempercepat pernikahannya dengan sang kekasih Andre Timberlake-Evans. Andre didiagnosa menderita kanker otak yang tidak dapat disembuhkan. Dokter mengatakan padanya kalau dia hanya punya kesempatan hidup kurang dari setahun.

    Meskipun Andre divonis hidup tidak lama lagi, Maria bertekad melanjutkan rencana pernikahan mereka. Hanya dalam dua minggu dia mempersiapkan segala sesuatunya. Pasangan yang sudah bersama selama 12 tahun itu pun menikah Jumat (4/10/2013) lalu di Hotel Hadley Park, Telford, Shropshire, Inggris.

    "Cukup aneh karena kami mendapatkan hari paling bahagia dalam hidup sementara di sisi lain, ada bom waktu di tubuhku. Ini seperti Titanic, orang-orang tetap berpesta dan kapalnya tenggelam," ujar Andre, 39 tahun.

    Andre awalnya berencana menikahi Maria yang sudah memberinya seorang putra, tahun depan di Pulau Sicily. Ketika dokter memvonis hidupnya tak sampai setahun dia tetap ingin melanjutkan rencana tersebut. Tapi tidak demikian dengan Maria.

    "Konsultan pernikahan bertanya apakah kami tetap berencana menikah dan aku bilang, iya, tahun depan, tapi dia langsung bilang, lakukan sekarang. Aku cukup bingung dan Maria menangis," cerita Andre seperti dikutip Daily Mail.

    Pernikahan Andre dan Maria yang digelar pekan lalu dihadiri 70 orang dari keluarga dan teman dekat mereka. Putra mereka satu-satunya, Max, menjadi si pembawa cincin. Maria tampak menawan dengan gaun yang dipinjamnya dari seorang teman dekat. Pernikahan yang dipersiapkan dengan cepat itu memang banyak dibantu oleh teman-teman kedua mempelai.

    "Kami sangat bahagia melihat bagaimana keluarga, teman, konsumen bahkan orang yang benar-benar tak kami kenal, berbondong-bondong membantu kami," kata Maria yang bekerja di sebuah toko swalayan.

    Maria sangat tersentuh dengan sifat humanis orang-orang yang membantu pernikahannya dengan Andre. Dia semakin bersemangat menggelar pernikahan meskipun tahu hidup Andre tidak akan lama.

    "Kami hanya berusaha melakukan hal-hal normal bersama. Aku tidak pernah berpikir dia akan pergi. Aku berpikir kami akan memiliki waktu lebih banyak dan kami akan menikmati setiap hari dari pernikahan kami sampai itu (kematian) tiba," urai wanita 31 tahun itu.


      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 2:43 pm