Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Serba-serbi Menarik Tentang Deodoran yang Belum Tentu Anda Tahu

    Share

    AinulMardhiya

    16
    30.05.13

    Serba-serbi Menarik Tentang Deodoran yang Belum Tentu Anda Tahu

    Post  AinulMardhiya on Wed Oct 30, 2013 6:38 am


    Semua manusia berkeringat dan berpotensi memiliki bau badan tak sedap. Untuk mencegahnya, deodoran atau antiperspiran menjadi andalan agar bau badan tidak 'menyerbak' dan mengganggu orang sekitar. Meskipun dipakai hampir semua orang, mungkin hanya sedikit yang tahu serba-serbi soal deodoran. Berikut ini kami rangkum fakta-fakta menarik tentang deodoran yang belum tentu Anda tahu.

    1. Deodoran Sudah Dikenal Sejak Zaman Mesir Kuno
    Kerajaan Mesir Kuno menemukan metode mandi dengan wewangian dan kerap menggosokkan parfum ke ketiak mereka. Dikutip dari Huffington Post, deodoran bermerek pertama di dunia diciptakan pada 1888 dan diberi nama Mum.

    2. Deodoran Membunuh Bakteri
    Bau badan sebenarnya bukan berasal dari keringat manusia. Bahkan keringat yang keluar hampir tidak berbau. Faktor yang membuat bau badan tidak sedap adalah bakteri yang bereaksi dengan keringat pada kulit. Fungsi deodoran adalah membunuh bakteri penyebab bau badan.

    3. Antiperspiran Tidak Menghentikan Keluarnya Keringat
    Saat memakai deodoran berlabel antiperspiran, ketiak tidak akan basah dalam waktu lama. Hal itu terjadi bukan karena produksi keringat berhenti tapi kandungan aluminum di dalam antiperspiran yang mengurangi keluarnya cairan keringat. Tapi organisasi Food and Drug Administration di Amerika hanya memperbolehkan pemakaian aluminum dalam jumlah kecil dan maksimal keringat yang dikurangi hanya 20 persen.

    4. Anda Bisa Menjadi Kebal dengan Deodoran
    Tubuh ternyata bisa beradaptasi dengan cara antiperspiran dan deodoran bekerja. Dalam pemakaian jangka panjang, tubuh bisa beradaptasi dan mencari cara untuk membuka 'sumbatan' kelenjar keringat yang dibentuk oleh antiperspiran. Cara lainnya, tubuh akan memproduksi lebih banyak keringat dari kelenjar di tempat lain. Bukan hanya ketiak. Maka dari itu disarankan Anda tidak memakai deodoran selama 1-2 minggu atau mengganti merek deodoran setiap enam bulan sekali agar tubuh tidak menjadi resisten atau kebal terhadap produk penghilang bau badan.

    5. Produk Deodoran untuk Pria dan Wanita Tidak Berbeda
    Pria memang berkeringat lebih banyak daripada wanita. Tapi pembedaan produk deodoran khusus wanita atau pria sebenarnya hanya strategi marketing saja. Deodoran untuk wanita tetap efektif bila digunakan pria, begitu pun sebaliknya. Dalam setidaknya satu nama brand, umumnya menggunakan bahan aktif yang sama dan dalam jumlah sama untuk produk pria dan wanita. Seperti dilaporkan dari Discovery Health, perbedaan sebenarnya hanya terletak di kemasan dan wewangian.

    6. Tidak Semua Orang Perlu Pakai Deodoran
    Deodoran banyak dipakai orang, tapi tidak semuanya butuh. Beberapa orang ada yang cukup beruntung memiliki gen yang keringatnya sedikit dan tidak berbau. Apakah Anda cenderun bau badan atau tidak, bisa dideteksi lewat kotoran telinga. Jika kotoran telinga berwarna putih, berkerak dan kering maka bisa dibilang Anda 'aman' untuk tidak memakai deodoran. Sementara kotoran telinga yang berwarna lebih gelap, lengket dan cair, mengindikasikan Anda berpotensi bau badan jika tidak rajin menjaga kebersihan tubuh. Alasannya, kotoran telinga yang kering dan berkerak tidak mengandung bakteri yang sama dengan yang berkembang pada ketiak. Sementara pada kotoran yang basah dan lengket, ditemukan adanya bakteri yang sama.



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 12:58 pm