Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ini yang Sebaiknya Dilakukan Saat Tes HIV Menunjukkan Hasil Positif

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Ini yang Sebaiknya Dilakukan Saat Tes HIV Menunjukkan Hasil Positif

    Post  online on Fri Nov 08, 2013 9:33 am


    Takut mengetahui jika dirinya positif terinfeksi HIV kerap menjadi alasan beberapa orang yang enggan melakukan tes HIV. Sebaiknya, apa yang bisa dilakukan seseorang saat menghadapi kenyataan bahwa dirinya terinfeksi HIV?

    "Pastinya berbicara. Makanya saat tes HIV itu akan ada dokter yang biasanya bisa diajak ngobrol," papar Koordinator Pelayanan Medik Unit Pelayanan Terpadu (UPT) HIV-AIDS RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Evy Yunihastuti SpPD kepada detikHealth.

    Hal itu disampaikan Dr Evy usai Konferensi Pers TemanTeman.org 'Pentingnya Tes HIV/AIDS Sejak Dini dan Secara Berkala' di Auditorium Prof. M. Soekarjo RS Cipto Mangunkusumo, Jl Diponegoro, Salemba, Jakarta Pusat.

    Selain dengan dokter, menurut Dr Evy pasien bisa juga berbagi cerita dan membicarakan apa yang ia alami melalui program konseling atau bergabung dengan LSM sesama orang dengan HIV-AIDS (ODHA). Namun, ia menambahkan, untuk menceritakan masalahnya, sebaiknya pilih orang yang benar-benar bisa dipercaya dan benar-benar mengerti tentang HIV-AIDS.

    "Jangan cerita ke orang yang nggak ngerti dan justru bikin dia makin down misalnya dia malah bilang, ntar elo mati dong, kan enggak bisa kayak gitu. Nah, untuk meyakinkan dirinya supaya enggak down, pasti itu butuh waktu," jelas Dr Evy.

    Menurutnya, setiap orang butuh penyesuaian untuk bisa menerima kenyataan yang tengah dihadapi, apalagi terkait dengan masalah kesehatannya. "Tidak ada orang yang bisa menerima suatu kenyataan langsung saat itu juga," ujar Dr Evy.

    Diharapkan, orang yang positif HIV bisa menerima keadaannya lebih cepat sehingga dia bisa berbuat sesuatu yang positif. "Biasanya kan waktu ketahuan, terus dinilai kondisinya gimana. Kalau ada infeksi disembuhkan dulu misalnya ada TBC, maka disembuhkan dulu. Setelah itu baru dikasih ARV," kata Dr Evy.



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 1:28 am