Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    6 Makanan 'Jahat' yang Jadi Biang Keladi Kanker

    Share

    erlita

    20
    28.08.11

    6 Makanan 'Jahat' yang Jadi Biang Keladi Kanker

    Post  erlita on Sun Nov 10, 2013 8:13 am

    Kanker disebabkan oleh banyak faktor, termasuk gaya hidup tidak sehat dan terbiasa makan makanan jahat. Setidaknya ada 10 makanan yang sering jadi biang keladi kanker.

    Berikut 6 makanan paling tidak sehat yang jadi penyebab kanker, seperti dilansir Dailyhealthpost.


    1. Daging olahan

    Kebanyakan produk daging olahan, seperti bacon, sosis dan hot dog, mengandung bahan pengawet kimia yang membuat tampilannya lebih segar dan menarik, tetapi juga dapat menyebabkan kanker.

    Kandungan pengawet yang sering digunakan, sodium nitrite dan sodium nitrate, telah dikaitkan dengan peningkatkan risiko kanker usus besar dan bentuk lain dari kanker. Jadi pastikan untuk memilih produk daging yang diawetkan tanpa nitrat, dan sebaiknya dari sumber yang diberi makan rumput.



    2. Microwave popcorn

    Popcorn terlihat sebagai makanan yang aman, tapi sebenarnya microwave popcorn dilapisi dengan bahan kimia yang dapat menyebabkan infertilitas, kanker hati, testis, dan kanker pankreas.

    Environmental Protection Agency AS (EPA) mengakui perfluorooctanoic acid (PFOA) dalam microwave popcorn merupakan bahan yang bersifat karsinogenik, dan beberapa studi independen telah mengaitkan bahan kimia untuk menyebabkan tumor. Demikian pula, diacetyl chemical yang digunakan dalam popcorn sendiri terkait dengan kerusakan paru-paru dan kanker.


    3. Soda

    Seperti daging olahan, soda juga telah terbukti menyebabkan kanker. Sarat dengan gula, bahan kimia makanan, dan pewarna, soda mengasamkan tubuh dan benar-benar memberi makan sel-sel kanker. Bahan kimia yang banyak digunakan dalam soda seperti pewarna karamel dan turunan 4-methylimidazole (4-MI) juga secara khusus dikaitkan dengan penyebab kanker.



    4. Tepung 'putih' halus

    Tepung halus adalah bahan umum dalam makanan olahan, tetapi kandungan karbohidrat berlebih adalah penyebab keprihatinan serius. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal 'Cancer Epidemiology, Mile Markers, and Prevention' menemukan bahwa konsumsi rutin karbohidrat olahan dikaitkan dengan peningkatan 220 persen kanker payudara di kalangan perempuan.

    Makanan tinggi glisemik secara umum juga telah dibuktikan dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh, yang secara langsung memberi makan sel kanker dan membuatnya menyebar lebih cepat.


    5. Gula halus

    Hal yang sama berlaku juga untuk gula halus, yang cenderung meningkatkan insulin dengan cepat dan memberi makan pertumbuhan sel kanker. Pemanis kaya fruktosa seperti high-fructose corn syrup (HFCS) sangat ofensif, dan sel-sel kanker telah terbukti cepat dan mudah memetabolismenya untuk berkembang biak.


    6. Minyak terhidrogenasi

    Minyak terhidrogenasi umumnya digunakan untuk mengawetkan makanan olahan dan menjaga agar bentuknya agar tetap stabil. Namun, minyak terhidrogenasi mengubah struktur dan fleksibilitas membran sel di seluruh tubuh, yang dapat menyebabkan sejumlah penyakit yang melemahkan seperti kanker.

    Beberapa produsen menghentikan penggunaan minyak terhidrogenasi dan menggantinya dengan kelapa sawit dan alternatif yang lebih aman lainnya, tetapi lemak trans masih banyak digunakan dalam makanan olahan.




      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 9:31 pm