Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Jibril masuk dalam DPO

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Jibril masuk dalam DPO

    Post  online on Thu Aug 27, 2009 12:14 pm

    Mabes Polri mengklaim punya bukti kuat keterlibatan Muhammad Jibril sebagai jaringan teroris sehingga berani menetapkannya masuk daftar pencarian orang (DPO) dan kemudian menangkapnya.

    Polisi juga menegaskan penangkapan Muhammad Jibril sudah sesuai aturan. “Kita negara hukum, menangkap orang bukan semaunya. Alat bukti dulu baru kemudian bertindak,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna di Mabes Polri, Jakarta kemarin.

    Sebelumnya, pihak keluarga dan kuasa hukumnya menilai, penangkapan Muhammad Jibril aneh karena sebelum ditetapkan sebagai buron, Jibril ada di seputaran Jakarta. Menurut Abu Jibril, ayah Muhammad Jibril, polisi sama sekali tidak pernah mencari anaknya di kantor ataupun rumahnya.

    Namun, polisi tiba-tiba menetapkannya sebagai DPO dan beberapa jam berikutnya Jibril dibekuk saat hendak menuju rumahnya di Pamulang, Tangerang. Menanggapi tudingan keluarga Jibril, Nanan membantah pihaknya tidak melakukan pencarian terhadap Muhammad Jibril sebelum memasukannya ke DPO.

    Menurut Nanan, Jibril sudah dicari- cari Tim Densus 88 Antiteror Polri karena diduga mendanai aksi teroris. “Itu setelah masuk DPO baru keluar dan kelihatan oleh petugas. Yang jelas kenapa di-DPO berarti tim tidak menemukannya selama ini. Setelah di-DPO kemudian ketemu,” ujarnya.

    Saat di-DPO-kan, kata Nanan, Muhammad Jibril mempunyai dua identitas yaitu kelahiran Banjarmasin, 3 Desember 1979 dan Lombok Timur, 28 Mei 1989. Sementara alamat terakhirnya di Jalan M Saidi RT 10/01 Pesanggrahan, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan

      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 5:10 pm