Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kerokan Pengobatan Ala Indonesia

    Share

    putri

    46
    27.06.11

    Kerokan Pengobatan Ala Indonesia

    Post  putri on Tue Nov 12, 2013 6:04 am


    Kerokan memang telah menjadi salah satu teknik pengobatan tradisional yang sudah sejak lama dilakukan oleh masyarakat Indonesia selama beratus-ratus tahun lalu. Kerokan dipercaya mampu memulihkan kondisi tubuh yang lesu akibat angin berlebih di dalam tubuh. Namun tidak sedikit juga yang meragukan khasiat dari kerokan.

    Kerokan sendiri adalah teknik pengobatan dengan menggunakan koin atau bawang merah. Metodenya dengan cara mengerok berulang-ulang dengan pola horizontal pada bagian tubuh pasien yang menderita masuk angin. Kerokan biasanya dilakukan di leher, lengan, dada dan punggung.

    Biasanya, untuk melancarkan kerokan di tubuh, digunakan minyak sayur yang dicampur dengan minyak angin atau balsam guna menghangatkan tubuh. Jika pasien tidak sanggup dikerok menggunakan koin, bisa juga kerokan dilakukan menggunakan bawang merah. Ini biasanya digunakan untuk pasien yang masih belia.

    Kerokan diyakini bisa meningkatkan aliran darah di permukaan kulit dan membantu melepas angin jahat yang mengendap di tubuh. Semakin merah bagian tubuh yang dikerok dipercaya semakin banyak endapan angin yang berhasil dikeluarkan. Sedangkan jika tidak ada tanda merah, berarti pasien tidak mengalami masuk angin.

    Dan teknik kerokan tidak hanya dikenal di Indonesia saja, melainkan di sejumlah negara asia lainnya. Masyarakat Vietnam sejak lama menerapkan teknik pengobatan ini. Mereka biasanya menyebut pengobatan kerokan dengan istilah Cao Giodi. Sementara di Cina, teknik pengobatan kerokan dinamakan Gua Sua. Kerokan dengan meggunakan batu giok.

    Namun seperti apa pandangan ilmu medis terhadap metode kerokan? Dalam ilmu medis, kerokan diketahui metode yang bisa membuka atau melebarkan pembuluh darah kulit (vasaditilasi) dan membuat darah mengalir kembali setelah sebelumnya sempat menguncup (vasokontiksi) akibat terpapar dingin, angin malam atau kurang gerak. Dan jejak warna merah yang tercipta disebabkan pembuluh darah halus (kapiler) di bawah permukan kulit pecah.

    Pasien yang pernah beberapa kali menjalani kerokan, biasanya akan kecanduan dengan teknik pengobatan ini. Hal ini bukan tanpa alasan, karena saat dilakukan kerokan, tubuh pasien mengeluarkan hormon endorfin yang bisa mengurangi nyeri otot yang menjadi salah satu gejala masuk angin.

    Seperti dikutip dari Kompas.com, Ahli Kedokteran Olahraga, dr. Michael Triangto, Sp. KO percaya teknik kerokan memang berkhasiat untuk menyembuhkan demam atau istilah masyarakat tradisional Indonesia, tidak enak badan. Kerokan pada dasarnya adalah menipiskan kulit. Tindakan ini membuat panas tubuh mudah keluar. Sehingga suhu tubuh yang semula demam menjadi turun, ujarnya.

    Saat kerokan pun ada faktor penekanan seperti pemijatan. Hal ini akan memberi efek pemanjangan pada otot-otot yang memendek karena peradangan. Dengan begitu rasa pegal-pegal pun akan hilang, tambahnya.

    Tapi tidak semua dokter meyakini khasiat kerokan. Dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono menilai kerokan tidak dikenal oleh dunia pengobatan barat. Di negara-negara barat, kerokan sama sekali tidak dikenal, ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com.


      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 1:37 am