Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ingin Berhenti Ngorok, Kurangi yang Asin-asin!

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Ingin Berhenti Ngorok, Kurangi yang Asin-asin!

    Post  via on Wed Nov 13, 2013 7:07 am


    Tidur mendengkur alias ngorok memang menyusakan, tidak hanya bagi pasangan tidur melainkan juga untuk kesehatannya sendiri. Penelitian membuktikan, mengurangi asupan garam bisa menurunkan risiko ngorok saat tidur.

    Ngorok terjadi saat saluran napas menyempit ketika tidur atau berbaring. Kondisi ini menyebabkan henti napas yang tidak disadari, hingga ratusan kali dalam semalam. Dalam kedokteran, kondisi henti napas ini disebut juga Obstructive Sleep Apnea.

    Para ahli berpendapat, risiko penyempitan saluran napas saat tidur atau berbaring berhubungan dengan kadar garam di dalam tubuh. Makin banyak garam, makin banyak pula cairan tubuh di lokasi tertentu termasuk leher. Saat berbaring, kelebihan cairan di bagian tersebut bisa memicu ngorok.

    Dalam sebuah eksperimen di Hospital de Clinicas de Porto Alegre, Brazil, 54 pasien ngorok diberi 3 perlakuan berbeda. Kelompok pertama diberi diuretik atau peluruh kencing, kelompok kedua menjalani diet rendah garam, dan yang ketiga tidak diapa-apakan.

    Dalam waktu seminggu kemudian, kondisi para pasien kemabli diamati. Pasien yang mendapatkan diuretik dan pembatasan asupan garam mengalami perbaikan dalam arti lebih jarang ngorok. Melalui tes tidur, henti napas saat tidur pun banyak berkurang.

    Temuan ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya di University of Toronto. Dalam penelitian tersebut terungkap, pasien Obstructive Sleep Apnea yang umumnya ngorok cenderung memiliki asupan garam 2 kali lebih banyak dari yang tidak ngorok.

    Mengomentari temuan tersebut, Prof Jimm Horne dari Sleep Research Centre di Loughborough University mengatakan bahwa ngorok memang bisa dicegah dengan mengeluarkan kelebihan cairan. Membatasi asupan garam adalah cara terbaik untuk mencegah kelebihan cairan yang menumpuk di leher.

    "Dengan diuretik, bagaimanapun akan menyebabkan sering buang air kecil sehingga akan memicu bentuk lain dari gangguan tidur," kata Prof Horne seperti dikutip dari Daily Mail.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 2:21 am