Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Memo CIA Diselidiki

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Memo CIA Diselidiki

    Post  online on Thu Aug 27, 2009 12:32 pm

    Memo Badan Intelijen Amerika Serikat (AS) yang membeberkan detail sejumlah teknik kejam terhadap tahanan tersangka teroris secara resmi diperiksa Departemen Kehakiman AS.

    Berbagai teknik interogasi kejam itu antara lain merampas hak untuk tidur, menampar, memasukkan tersangka ke air (waterboarding) dan ”dinding”, atau membenturkan kepala tersangka ke tembok. Memo CIA yang dikirimkan ke Kantor Dewan Legal Departemen Kehakiman AS pada 30 Desember 2004 itu dirilis pada Senin (24/Cool berdasarkan tuntutan Akta Kebebasan Informasi yang diajukan Amnesty International USA dan Serikat Kebebasan Sipil Amerika (ACLU).

    Amnesty dan ACLU menyerukan investigasi penuh terhadap tahanan yang disiksa dan siapa saja yang mengizinkan penyiksaan itu. Jaksa Agung AS Eric Holder lantas menunjuk John Durham sebagai jaksa khusus untuk menyelidiki kasus penyiksaan tahanan oleh CIA di berbagai penjara rahasia di luar negeri.

    Durham akan menyelidiki apakah ada undangundang yang dilanggar? Keputusan pengangkatan Durham itu muncul setelah Departemen Kehakiman merekomendasikan penuntutan karyawan CIA atau lembaga kontraktor terkait interogasi di Irak dan Afghanistan yang bertindak di luar batas izin yang ada.

    Namun Durham akan dibatasi hanya untuk memeriksa apakah ada bukti-bukti kuat untuk menuntut agen-agen intelijen yang melanggar aturan interogasi khusus yang dikeluarkan setelah serangan 11 September 2001.

    ”Tujuan interogasi itu untuk menciptakan keadaan tidak berdaya dan tergantung sehingga menguntungkan proses pengumpulan data intelijen,” tulis memo yang menjelaskan bahwa sejumlah tersangka pemimpin Al-Qaeda dikirim ke berbagai penjara ”lokasi hitam”CIA.

    Dokumen itu pertama kali dilaporkan The Washington Post. ”Dalam sesi interogasi, sejumlah tahanan dapat ditelanjangi dan diikat dalam posisi terbalik secara vertikal sehingga mereka mulai tidak dapat tidur,”tulis dokumen itu. Saat interogasi dimulai, ”tempelengan untuk menghina” di wajah dapat dilakukan saat interogator perlu meminta informasi yang sebenarnya.

    Dokumen menjelaskan, membenturkan tahanan ke dinding merupakan salah satu teknik interogasi paling efektif untuk melemahkan fisik tahanan. ”Seorang tahanan bernilai tinggi mungkin akan dibenturkan sekali untuk memberikan penegasan atau 20 hingga 30 kali berurutan saat interogator ingin mendapatkan respons lebih serius pada satu pertanyaan,” ungkap dokumen itu.

    Washington Post menambahkan, para interogator di berbagai penjara CIA di sel-sel khusus memiliki satu sisi dinding kayu plywood untuk mencegah luka kepala yang serius. Surat kabar itu menjelaskan pernyataan juru bicara CIA George Little yang menuturkan bahwa program interogasi itu beroperasi berdasarkan patokan yang disetujui pejabat hukum dalam pemerintahan Presiden AS George W Bush.

    ”Program ini,yang selalu menjadi bagian dari upaya kontraterorisme CIA, telah berakhir,” ujar Little. Pejabat CIA menuturkan, berbagai teknik kejam itu dilakukan pada sejumlah kecil tersangka teroris kelas kakap yang diyakini mengetahui tentang serangan 11 September 2001 di AS.

    Mantan Wakil Presiden AS Dick Cheney pun mengkritik kemampuan Presiden AS Barack Obama untuk mengatasi masalah keamanan nasional setelah jaksa khusus dipilih.Cheney yang menjadi pembela paling vokal kebijakan Bush sejak lengser menegaskan, informasi intelijen yang diperoleh dari teknik interogasi kejam itu telah menyelamatkan banyak nyawa.

    ”Orang yang terlibat itu layak mendapatkan ucapan terima kasih. Mereka tidak berhak menjadi target investigasi atau tuntutan politik,” tegas Cheney. Selain Cheney, sekelompok Senator dari Partai Republik juga mengecam proses penyelidikan yang dilakukan Departemen Kehakiman AS tentang teknik interogasi kejam CIA itu.

    ”Meskipun Anda menjamin bahwa investigasi ini akan fokus, ada risiko nyata bahwa proses itu akan berlarut-larut lama,sulit,dan tidak dapat diprediksi bagi komunitas intelijen,” ujar kelompok Senat Republik itu. Mereka memperingatkan, investigasi itu akan dapat menghambat pekerjaan komunitas intelijen.

      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 12:24 am