Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Ngunduh Mantu, Ketika Biaya Pesta Nikah Sepenuhnya Tanggungjawab Pria

    Share

    putri

    46
    27.06.11

    Ngunduh Mantu, Ketika Biaya Pesta Nikah Sepenuhnya Tanggungjawab Pria

    Post  putri on Fri Nov 15, 2013 5:54 am


    Pernah mendengar istilah ngunduh mantu? Anda yang berasal dari Jawa, biasanya sudah memahami istilah ini. Ngunduh mantu adalah momen ketika pesta pernikahan bukan lagi menjadi tanggungjawab pihak wanita sepenuhnya.

    "Kalau mantu di Jawa kan pihak perempuan ya yang punya hajat, yang pria hanya ikut. Kemudian ada perkembangan dari pihak pria, dia juga ingin dong, ingin dihargai status sosialnya, jadi dia menunjukkan 'Saya juga mampu melakukannya', makanya ada ngunduh mantu," jelas dosen Antropologi dari Universitas Indonesia, Dr. Endang Partrijunianti, saat diwawancara wolipop di kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

    Dr. Endang mengatakan lagi, saat ngunduh mantu biasanya biaya pernikahan datang dari pihak pria. Pihak wanita tidak lagi ikut bertanggungjawab mengeluarkan dana.

    Prosesi ngunduh mantu ini dulu wajib dilakukan oleh masyarakat Jawa. Ngunduh sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti mengambil. Artinya pihak pria mengambil mantu yaitu si pihak perempuan untuk diboyong ke keluarga suaminya.

    "Dulu wajib, tapi sekarang bisa dibicarakan. Biasanya kalau prianya nggak mau ngunduh, dia akan ganti lebih banyak uang di resepsi," ujar Dr. Endang yang merupakan Ketua Program S-1 di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Indonesia itu.

    Dalam adat pernikahan Jawa, dikatakan Dr. Endang, pihak wanita lah yang lebih berperan besar dalam hal pembiayaan. Sedangkan pihak pria, tidak terlalu mengeluarkan banyak uang untuk pesta pernikahan. Kenapa?

    "Karena seluruh ritual adanya ditentukan oleh pihak wanita. Karena yang wanita harus melakukan berbagai ritual yang sudah menjadi tradisi turun-temurun, jadi lebih baik dia saja yang handle," ucap wanita yang meraih gelar doktor dari jurusan Antropologi Universitas Indonesia itu.



      Waktu sekarang Mon Sep 26, 2016 8:59 am