Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ngunduh Mantu, Ketika Biaya Pesta Nikah Sepenuhnya Tanggungjawab Pria

    Share

    putri

    46
    27.06.11

    Ngunduh Mantu, Ketika Biaya Pesta Nikah Sepenuhnya Tanggungjawab Pria

    Post  putri on Fri Nov 15, 2013 5:54 am


    Pernah mendengar istilah ngunduh mantu? Anda yang berasal dari Jawa, biasanya sudah memahami istilah ini. Ngunduh mantu adalah momen ketika pesta pernikahan bukan lagi menjadi tanggungjawab pihak wanita sepenuhnya.

    "Kalau mantu di Jawa kan pihak perempuan ya yang punya hajat, yang pria hanya ikut. Kemudian ada perkembangan dari pihak pria, dia juga ingin dong, ingin dihargai status sosialnya, jadi dia menunjukkan 'Saya juga mampu melakukannya', makanya ada ngunduh mantu," jelas dosen Antropologi dari Universitas Indonesia, Dr. Endang Partrijunianti, saat diwawancara wolipop di kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

    Dr. Endang mengatakan lagi, saat ngunduh mantu biasanya biaya pernikahan datang dari pihak pria. Pihak wanita tidak lagi ikut bertanggungjawab mengeluarkan dana.

    Prosesi ngunduh mantu ini dulu wajib dilakukan oleh masyarakat Jawa. Ngunduh sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti mengambil. Artinya pihak pria mengambil mantu yaitu si pihak perempuan untuk diboyong ke keluarga suaminya.

    "Dulu wajib, tapi sekarang bisa dibicarakan. Biasanya kalau prianya nggak mau ngunduh, dia akan ganti lebih banyak uang di resepsi," ujar Dr. Endang yang merupakan Ketua Program S-1 di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Indonesia itu.

    Dalam adat pernikahan Jawa, dikatakan Dr. Endang, pihak wanita lah yang lebih berperan besar dalam hal pembiayaan. Sedangkan pihak pria, tidak terlalu mengeluarkan banyak uang untuk pesta pernikahan. Kenapa?

    "Karena seluruh ritual adanya ditentukan oleh pihak wanita. Karena yang wanita harus melakukan berbagai ritual yang sudah menjadi tradisi turun-temurun, jadi lebih baik dia saja yang handle," ucap wanita yang meraih gelar doktor dari jurusan Antropologi Universitas Indonesia itu.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 1:52 pm