Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Wanita-wanita Tanpa Organ Reproduksi, Tak Punya Vagina hingga Rahim

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Wanita-wanita Tanpa Organ Reproduksi, Tak Punya Vagina hingga Rahim

    Post  online on Sat Nov 16, 2013 10:58 am


    Normalnya, seorang wanita terlahir dengan organ reproduksi seperti rahim, leher rahim (serviks) dan lubang vagina. Namun karena sindrom langka, beberapa wanita di dunia terlahir tanpa organ reproduksi.

    MRKH (Mayer Rokitansky Küster Hauser) adalah kelainan bawaan yang mempengaruhi sistem reproduksi. Hal ini ditandai dengan tidak adanya lubang vagina, rahim dan leher rahim. Wanita dengan kondisi ini memiliki indung telur yang berfungsi normal, sehingga akan mengalami tanda-tanda pubertas normal tetapi tidak akan mengalami menstruasi atau kehamilan.

    Alat reproduksi eksternal biasanya tampak normal, itu sebabnya MRKH tidak ditemukan sampai wanita berada di usia remaja. Kelainan langka ini biasanya ditemukan ketika seorang wanita mencoba untuk berhubungan seks atau tak kunjung mendapatkan menstruasi.

    Berikut beberapa wanita yang terlahir tanpa organ reproduksi, seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber.


    1. Jacqui Beck

    Sejak lahir, tubuh Jacqui Beck sudah tidak memiliki organ reproduksi, termasuk vagina. Tapi orang tuanya tak pernah sadar, hingga akhirnya baru ketahuan di usia 17 tahun, saat Beck tak kunjung mendapatkan menstruasi pertamanya.

    Jacqui Beck yang kini berusia 19 tahun, didiagnosis MRKH (Mayer Rokitansky Küster Hauser) yaitu sebuah sindrom langka yang mempengaruhi sistem reproduksi, yang membuatnya terlahir tanpa rahim, tanpa serviks juga tanpa lubang vagina.

    Menurut hasil pemeriksaan, di tempat yang seharusnya menjadi vagina hanya ada sebuah lesung kecil tanpa lubang, yang artinya Beck tidak akan bisa melakukan hubungan seksual, menstruasi atau melahirkan anaknya sendiri.


    2. Susan

    Susan (bukan nama sebenarnya) adalah 1 dari 4.000 perempuan yang terlahir dengan kelainan bawaan yang membuat vaginanya tidak berlubang. Secara eksternal, area genital wanita dengan kelainan ini normal, dengan klitoris, labia dan uretra, tapi di bagian vagina hanya ada lekukan kecil yang tidak berlubang.

    Beberapa perempuan yang terlahir dengan kondisi ini lebih memilih melakukan operasi.


    3. Derya Sert

    Derya Sert terlahir tanpa rahim. Beruntung ia berhasil melakukan transplantasi rahim dan dinobatkan sebagai wanita dengan cangkok rahim pertama di dunia yang berhasil hamil.

    Derya mendapatkan transplantasi rahim dari seorang wanita yang meninggal dalam kecelakaan mobil. Transplantasi tersebut dilakukan pada Agustus 2011 silam.

    Dengan transplantasi tersebut, Derya menjadi wanita pertama di dunia yang menerima rahim dari donor mati. Operasi transplantasi dilakukan di Akdeniz University Hospital di kota Antalya, Turki.


    4. Tabitha Taya

    Sejak berusia 15 tahun, Tabitha Taya (26) sudah mengetahui dirinya tak akan bisa melahirkan anak sendiri karena menderita sindrom yang disebut Mayer Rokitansky Kuster Hauser (MRKH). Kondisi ini membuatnya terlahir tanpa memiliki rahim.

    Karena dia masih memiliki ovarium dan tuba fallopi, Tabitha bisa menjadi ibu biologis jika wanita lain bersedia menjadi ibu pengganti untuk sel telurnya.

    Seperti mayoritas wanita yang menderita MRKH, Tabitha tidak mengetahui bahwa ia dilahirkan tanpa rahim sampai usia pertengahan remaja, ketika ia tak kunjung mendapatkan menstruasi.


    5. Moa Ottosson

    Normalnya semua perempuan memiliki rahim yang berguna untuk proses reproduksi seperti hamil dan melahirkan. Tapi tidak bagi Moa Ottosson, sejak lahir ia tak punya rahim sehingga tak punya peluang untuk punya anak. Agar si anak bisa punya keturunan sang ibu pun bersedia menyumbangkan rahimnya.

    Moa dilahirkan dengan memiliki kondisi langka Mayer Rokitansky Kuster Hauser syndrome (MRKH) yang membuatnya tidak memiliki rahim sehingga Moa tidak akan pernah bisa punya anak.

    Kondisi yang dialami oleh Moa membuatnya berpikir apakah bisa ia memiliki keluarga yang utuh, hingga akhirnya ia mengetahui bahwa ada prosedur transplantasi rahim yang akan tersedia di Swedia. Ia pun berusaha mencari tahu dokter dan tim peneliti yang melakukan prosedur tersebut.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 11:05 pm