Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Ini Saran Psikolog untuk Orang Tua yang Punya Anak dengan Autisme

    Share

    tya_herlina

    13
    29.07.13

    Ini Saran Psikolog untuk Orang Tua yang Punya Anak dengan Autisme

    Post  tya_herlina on Mon Nov 18, 2013 8:57 am


    Memang tak mudah bagi orang tua untuk membesarkan anak dengan autisme. Sewaktu-waktu bisa saja orang tua mengalami kegoyahan mental dalam menghadapi kondisi buah hatinya. Lelah, stress, bahkan depresi merupakan hal-hal yang bisa dialami.

    Menurut psikolog RA. Oriza Sativa, S.Psi, Psi, CH,CCR, hal ini memang lumrah dirasakan orang tua sebagai beban psikologis. Perilaku anak autistik yang cenderung tidak bisa diprediksi terkadang bisa membuat orang tua stres. Selain itu, karena autisme merupakan gangguan pervasive yang berlangsung sepanjang hidup, seringkali membuat orang tua putus asa dan merasa apa yang dilakukannya sia-sia.

    "Puncaknya terutama saat anak masuk masa pubertas di mana dia juga kurang memiliki social skill. Tapi, beban psikoogis orang tua bisa diminimalisir dengan beberapa cara," kata Oriza dalam acara Talk Show 'Biomarker Skrining untuk Autisme: Sebuah Langkah Besar untuk Pendeteksian Berbasis Ilmiah' di RSIA Grand Family, Penjaringan, Jakarta Utara.

    Orang tua bisa berkonsultasi dengan dokter, minum obat dan vitamin yang diperlukan, terutama bagi orang tua yang memiliki penyakit seperti darah tinggi dan diabetes, makan makanan bergizi, istirahat cukup, mengalihkan stress dengan hobi, rekreasi, meditasi, curhat, serta\' berkonsultasi dengan psikolog jika diperlukan.

    "Ibadah juga penting ya karena dengan kita berdoa pada Tuhan, kita akan merasa lebih tenang dan kita bisa mensugesti diri kita untuk lebih berpikir positif. Perilaku individu autistik yang beragam dan susah diprediksi jelas menimbulkan beban makanya kalau tidak ditangani secepatnya bisa mengakibatkan stress berkepanjangan bahkan depresi," jelas Oriza.

    Selain beban psikologis, orang tua yang mempunyai anak dengan autisme juga bisa merasakan beban substansial. Misalnya masalah finansial seperti biaya terapi, konsultasi dokter, obat, serta\' suster. Belum lagi mencari terapis dan sekolah untuk anak autistik pun susah-susah gampang. Selain itu, Oriza mengatakan kecemburuan dari saudara kandung bisa jadi beban tersendiri untuk orang tua.

    "Maka dari itu sebaiknya jangan sampai saudara kandung yang lain diabaikan. Penting juga bagi orang tua untuk memberi tahu mereka bahwa saudaranya spesial sehingga membutuhkan perhatian khusus. Tapi tetap orang tua harus memperhatikan mereka juga ya," kata Oriza.



      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 5:09 am